Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tanda-tanda Seseorang Kecanduan Seks

Ternyata, kecanduan seks dapat membawa dampak buruk, baik bagi mental maupun fisik seseorang. Yuk, kenali tanda-tandanya.

Klikdokter.com, Jakarta Aktivitas seksual dapat memberi manfaat positif bagi kesehatan. Namun, jika seks dilakukan secara berlebih dan sudah mendominasi pikiran seseorang hingga membuatnya kecanduan, maka aktivitas ini justru akan merugikan kesehatan –baik secara mental maupun fisik.

Dalam tahap kecanduan, seks jadi tidak ada bedanya dengan rokok ataupun narkoba yang bisa memberi efek sakaw bagi seseorang, bila tidak melakukannya untuk beberapa saat. Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang telah mengalami kecanduan seks? 

Tanda-tanda kecanduan seks

Sebenarnya, tidak ada angka mutlak yang membatasi seseorang melakukan aktivitas seksual dalam rentang waktu tertentu. 

Kalaupun aktivitas seksual yang dilakukan tergolong sering, tapi tidak sampai mengganggu kegiatan lain, tidak mendominasi pikiran, dan masih dapat diterima pasangan, maka masih dapat dikatakan normal.

Akan tetapi, jika pikiran tentang seks terus-menerus menghantui, hingga kemudian sulit melakukan kegiatan lain atau tidak mampu fokus terhadap hal lainnya, maka kondisi ini sudah dapat tergolong sebagai kecanduan seks.

Biasanya, seseorang yang mengalami kecanduan seks akan merasakan hal-hal seperti:

  • Merasa tidak dapat mengendalikan nafsu seksual
  • Tidak mampu mengatur kehidupan sehari-hari akibat aktivitas seksual yang dilakukan
  • Merasa malu akan aktivitas seksual yang dijalani
  • Tidak mampu fokus pada hal lain 
  • Mudah berhubungan seks, bahkan dengan seseorang yang belum dikenal dekat
  • Berbohong pada orang lain tentang pola seksual yang dimiliki
  • Merasa bersalah setelah melakukan seks, namun mengulanginya kembali

Jika-jika hal-hal di atas sudah mulai dirasakan, maka ada baiknya Anda segera mencari bantuan. 

Kecanduan seks sama seperti dengan kecanduan lain seperti rokok, alkohol, atau obat terlarang. Bila sudah menguasai penderitanya, akan sulit keluar dari jeratnya tanpa bantuan orang di sekitarnya.

Bahaya kecanduan seks

Seseorang yang kecanduan seks juga berisiko mengalami beragam gangguan, baik secara mental maupun fisik. Khusus untuk gangguan dalam hal mental atau kejiwaan, dapat berupa:

  • Rasa cemas terus-menerus
  • Tidak tenang dalam keseharian
  • Depresi
  • Merasa tidak berharga, malu, dan menarik diri dari kehidupan sosial

Gangguan di atas tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Bila tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin depresi yang jadi ujungnya. Pada akhirnya, penderita jadi tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai pribadi dan makhluk sosial bagi sekelilingnya.

Namun, tidak hanya membatasi aktivitas dan mengganggu secara mental, kecanduan seks juga dapat sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang. 

Sering kali penderita melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini membuat mereka lebih rentan terkena infeksi menular seksual.

Data dari Departmental Management of the USDA menunjukkan, sekitar 38 persen laki-laki dan 45 persen perempuan yang kecanduan seks terjangkit infeksi menular seksual. 

Tidak hanya itu, 70 persen dari perempuan yang kecanduan seks juga mengaku pernah mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Cara menghilangkan kecanduan seks

Tapi tidak perlu khawatir, meskipun terkesan berat, kecanduan seks tetap dapat disembuhkan. Salah satunya adalah dengan melakukan konsultasi dan psikoterapi di dokter spesialis kejiwaan maupun psikolog.

Dengan terapi yang tepat dan konsisten, kecanduan seks dapat dipulihkan secara perlahan. Pada kasus tertentu, dapat juga diberikan obat-obatan untuk membantu mengatasi gangguan cemas atau depresi yang menyertai.

Kecanduan seks memang bisa menjadi sesuatu yang memalukan bagi penderitanya. Namun dengan terapi tepat, tidak hanya aktivitas seksual yang akan kembali normal, tapi aktivitas sehari-hari pun bisa kembali lancar.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar