Sukses

4 Penyebab Kematian Mendadak yang Jarang Diketahui

Tidak sedikit kondisi yang bisa menjadi penyebab kematian mendadak pada seseorang. Tahukah Anda apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah mendengar tentang seseorang yang mengalami kematian mendadak. Kondisi itu bisa dialami siapa pun, tidak melulu hanya terjadi pada orang yang sedang sakit.

Orang-orang yang secara fisik cukup bugar tak luput dari intaian kematian mendadak. Bahkan, sosok sekelas atlet –yang umumnya dikenal memiliki kondisi tubuh prima, juga dapat mengalami kematian mendadak saat sedang berada di tengah pertandingan.

Menurut medis, kematian mendadak menandakan ada hal salah dengan kondisi organ vital di dalam tubuh orang yang mengalaminya. Kesalahan tersebut biasanya disebabkan oleh adanya penyakit yang hadir tanpa disadari.

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menjadi penyebab kematian mendadak:

  • Kelainan arteri koroner

Kelainan arteri koroner adalah penyebab utama kematian mendadak. Pada kondisi ini, orang yang mengalaminya akan memiliki pembuluh darah jantung yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan optimal.

Alhasil, fungsi jantung pun berpotensi mengalami gangguan atau tiba-tiba berhenti di tengah ‘pekerjaan’.

"Selain akibat kelainan bawaan, kelainan arteri koroner juga bisa terjadi karena adanya plak aterosklerosis akibat penumpukan lemak di pembuluh darah,” kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

“Jika plak ini pecah, pembuluh darah akan tersumbat sehingga aliran darah ke otot jantung akan berhenti sepenuhnya,” lanjutnya.

  • Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan suatu kondisi di mana otot jantung menjadi lebih tebal, sehingga jantung kesulitan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ini adalah salah satu penyebab tersering kematian mendadak pada usia muda.

"Kelainan kardiomiopati ini merupakan penyebab kematian mendadak yang paling umum terjadi pada individu dengan usia di bawah 30 tahun," ujar dr. Theresia.

  • Gangguan irama jantung

Jantung mesti memiliki irama yang teratur untuk mampu mendukung semua fungsi organ vital di dalam tubuh manusia. Apabila irama jantung mengalami gangguan, kinerjanya untuk mengedarkan darah dan mendukung organ lain untuk bekerja juga akan terganggu.

"Salah satu kelainan irama jantung yang umum ditemukan pada kasus kematian mendadak adalah long QT syndrome. Kelainan ini menyebabkan jantung berdetak secara berantakan, dan menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dengan seketika," jelas dr. Theresia.

  • Commotio cordis

Commotio cordis merupakan penyebab kematian mendadak yang diakibatkan pukulan pada bagian dada. Pasalnya, pukulan keras yang mengarah langsung ke dada dapat menyebabkan irama jantung mengalami gangguan.

“Pukulan dengan kekuatan dan pada waktu yang tepat dapat menyebabkan gangguan irama jantung bernama fibrilasi ventrikel. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani, orang yang mengalaminya memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami kematian mendadak,” pungkas dr. Theresia.

Tidak sedikit kasus kematian mendadak yang ada di masyarakat. Agar Anda terhindar dari kematian mendadak, selalu periksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Jika nantinya ditemukan indikasi yang mengarah pada penyebab kematian mendadak, dokter bisa segera memberikan pengobatan.

(NB/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar