Sukses

Tips Aman Olahraga untuk Penderita Diabetes Tipe 1

Untuk penderita diabetes tipe 1, olahraga rutin bisa turunkan risiko terjadinya komplikasi. Jangan asal, ini tips aman berolahraga.

Klikdokter.com, Jakarta Penderita diabetes (diabetes) tipe 1 harus tetap aktif untuk turunkan risiko komplikasi. Sayangnya, penderita enggan berolahraga karena khawatir gula darahnya turun drastis (hipoglikemia). Jangan cemas, ada tips aman berolahraga agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, diabetes tipe 1 adalah jenis penyakit autoimun yang menyebabkan pankreas, organ yang memproduksi hormon insulin, mengalami kerusakan.

“Hal ini menyebabkan tubuh tidak bisa menghasilkan insulin, padahal insulin dibutuhkan agar gula di darah bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi,” jelas dr. Resthie.

Aktivitas terlalu berat, misalnya berolahraga, dapat menyebabkan gula darah menurun drastis. Sehingga, kondisi tersebut malah dapat membahayakan penderita diabetes tipe 1.

Tips olahraga aman untuk penderita diabetes tipe 1

Agar terhindar dari hipoglikemia, ada beberapa hal yang harus diketahui penderita diabetes tipe 1 sebelum mulai berolahraga.

  • Jenis olahraga dan durasi olahraga

Dilansir dari Healthline, Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) mengatakan, kebanyakan orang dewasa dengan diabetes tipe 1 harus berolahraga setidaknya selama 150 menit dalam seminggu. Anjuran olahraganya adalah latihan kardio intensitas sedang hingga berat, meliputi:

  • Berenang
  • Bersepeda
  • Menari
  • Olahraga tim seperti futsal atau basket

ADA pun menyarankan untuk penderita diabetes tipe 1 untuk melakukan 2-3 sesi kegiatan resistansi (misalnya plank pose atau angkat beban) per minggu.

Tak perlu berlama-lama, bagi 150 menit tersebut ke dalam beberapa sesi, misalnya per sesi 30 menit. Jika terlalu lama berlatih kardio, maka gula darah bisa terjun bebas.

Selain itu, diabetes tipe 1 juga disarankan untuk melatih ketahanan tubuh sebelum latihan kardio. Gunanya agar gula darah lebih stabil.

  • Langkah-langkah yang biasanya disarankan oleh dokter

Untuk mencegah gula darah terlalu rendah selama dan hal-hal ini:

  • Mengurangi tingkat insulin basal sebelum, saat, atau setelah berolahraga.
  • Tingkatkan asupan karbohidrat sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
  • Mengombinasikan sprint atau HIIT (high-intensity interval training) ke dalam ritual aerobik.
  • Atur waktu, intensitas, dan durasi olahraga.

Sebagai informasi tambahan, saat Anda membawa insulin ketika berolahraga, pastikan Anda menyimpannya dengan baik. Sebab, menurut dr. Resthie, insulin yang terkena paparan sinar matahari (suhu panas) kandungannya akan rusak.

Lalu, langkah lain yang dianjurkan yakni:

  • Jika kesulitan membagi 150 menit ke dalam beberapa sesi, pastikan Anda selalu memeriksakan gula darah setiap 30-60 menit sekali. Beberapa jam setelah latihan, periksa kembali gula darah karena gula darah dapat menurun selama beberapa jam setelah latihan (hipoglikemia yang tertunda).
  • Pastikan juga olahraga dilakukan setidaknya 2 jam sebelum tidur. Jika olahraga dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur, penurunan gula darah secara drastis akan terjadi saat Anda terlelap.
  • Jika gula darah lebih rendah dari 100 mg/dL 5,6 mmol/L sebelum mulai berolahraga, makanlah 15-30 gram karbohidrat sebelum berolahraga. Akan lebih baik juga bila disertai dengan protein.
  • Jika gula darah lebih tinggi dari 250 mg/dL (13,9 mmol/L), ujilah urine atau darah Anda untuk mengetahui jumlah keton. Jika memiliki keton yang tinggi, jangan dulu berolahraga.
1 dari 2 halaman

Risiko berolahraga dalam durasi pendek, tapi dengan intensitas tinggi

Terkadang, olahraga berdurasi pendek dan intens menyebabkan gula darah meningkat. Ini karena munculnya hormon stres yang dikeluarkan selama beraktivitas dengan intensitas tinggi.

Jika kadar gula darah tinggi sebelum latihan, periksa gula darah lebih sering selama dan setelah latihan. Pastikan minum banyak air lain agar tetap terhidrasi. Dehidrasi dapat meningkatkan konsentrasi gula darah.

Jika kadar gula darah masih tinggi setelah berolahraga, Anda dapat memanfaatkan insulin. Jika menggunakan pompa insulin, Anda dapat meningkatkan infus insulin basal hingga gula darah kembali normal.

Apa yang mesti dilakukan jika telanjur kena hipoglikemia?

Jika tidak diobati, hipoglikemia bisa menjadi parah. Hipoglikemia berat termasuk kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, memicu kejang, hingga kehilangan kesadaran.

Jika Anda mengalami kejang atau kehilangan kesadaran, Anda tidak akan bisa menelan makanan atau minuman berkarbohidrat dengan aman. Sebagai gantinya, Anda membutuhkan obat glukagon.

Dokter Anda dapat memberikan resep glukagon untuk pertolongan darurat. Jika Anda berolahraga bersama teman atau pelatih, beri tahu tentang obat tersebut. Sehingga jika ketika kadar gula darah benar-benar rendah, Anda bisa mendapatkan glukagon dengan mudah.

Itu dia beberapa tips olahraga aman untuk penderita diabetes tipe 1, khususnya agar terhindar dari hipoglikemia. Paling amannya lagi, konsultasikan dulu dengan dokter dan/atau instruktur olahraga kompeten sebelum mulai berolahraga, agar bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar