Sukses

Deretan Makanan yang Bisa Merusak Gigi Balita

Meski mungkin digemari oleh balita, tetapi deretan makanan ini diam-diam bisa merusak giginya, lo, Bu!

Klikdokter.com, Jakarta Pada usia balita, anak biasanya penasaran dengan berbagai makan. Makanan manis, asin, pedas, hingga asam, semua dilahap. Nah, Anda harus waspada karena ada deretan makanan yang diam-diam bisa merusak giginya.

Meski masih balita, tetapi kebersihan rongga mulut anak harus dijaga, dan tak cukup hanya menyikat gigi dua kali sehari. Usaha tersebut akan sia-sia jika anak tetap dibiarkan terus-terusan mengonsumsi makanan yang tak baik untuk giginya.

Gigi anak yang tidak dirawat sejak dini bisa menimbulkan masalah kesehatan di masa mendatang. Meski kelak gigi susunya akan tanggal, tetapi tetap saja kondisi gigi susu tak boleh disepelekan. Gigi susu anak yang tidak dirawat akan memengaruhi kesehatan gigi tetapnya.

Agar gigi balita terhindari dari masalah seperti gigi bolong atau menghitam, orang tua harus tahu dan membatasi beberapa makanan yang dapat mengancam kondisi gigi anak. Apa saja?

  1. Buah yang terlampau asam

Meski senang melihat ekspresi wajah anak yang lucu saat makan buah asam (misalnya lemon, jeruk nipis, jeruk yang asam, dan lain-lain), tetapi konsumsinya yang terlalu sering bisa mengikis permukaan gigi balita yang belum terbentuk dengan sempurna.

Meski kaya akan vitamin C, tetapi sebaiknya buah-buahan tersebut dikonsumsi saat anak sudah masuk usia sekolah. Demikian dikatakan oleh drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter.

Selain dapat merusak enamel gigi, buah yang terlalu asam juga bisa menyebabkan peradangan pada perut anak, menimbang sistem pencernaannya yang masih sensitif. 

  1. Keripik kentang 

Di balik rasanya yang gurih, keripik kentang yang banyak dijual dalam kemasan di swalayan ini juga menyimpan bahaya untuk kesehatan gigi si Kecil. 

Kandungan tepung kanji yang terdapat dalam keripik kentang akan berubah menjadi gula, yang kemudian akan menghasilkan asam dan dapat merusak enamel pada gigi anak. Teksturnya yang kasar juga bisa terselip di antara gigi balita, sehingga bisa menimbulkan masalah lain seperti gigi berlubang.

“Apabila anak sangat menyukai keripik kentang, pastikan ia menyikat giginya dengan benar sampai ke sela-sela terdalam. Ini penting untuk membersihkan sisa asam dan bubuk garam menempel di gigi,” jelas drg. Wiena.

  1. Es Batu

Tak hanya orang dewasa, menggigiti es batu juga suka dilakukan oleh balita. Meski begitu, ketahuilah bahwa itu adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan sejak dini.

Kata drg. Wiena, mengunyah es batu bisa melemahkan enamel gigi dan membuatnya mudah patah. Gigi si Kecil juga akan rentan, membuat gigi lebih mudah ngilu dan sensitif.

Selain tak baik untuk gigi, es batu yang dikunyah dalam bentuk cukup besar juga bisa meningkatkan risiko anak tersedak.

  1. Makanan manis

Permen, cokelat, atau camilan manis lainnya sangat disukai anak. Padahal, makanan tersebut mengandung gula yang tinggi.

“Sisa gula yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman-kuman plak menjadi asam. Permukaan gigi yang terkena oleh asam akan larut, sehingga dan gigi menjadi berlubang,” drg. Wiena menjelaskan.

Kondisi tersebut bisa diperparah jika anak tidak rajin untuk menggosok gigi. Selain itu, jangan lupa untuk membiasakan anak berkumur segera setelah makan makanan manis.

Bukannya melarang, tetapi deretan makanan di atas sebaiknya dibatasi agar tidak perlahan merusak gigi anak. Selain itu, Anda sebagai orang tua pun harus sedini mungkin mengajarkan tentang kebersihan rongga mulutnya. Yakinlah, peduli kesehatan gigi anak sejak dini akan melindunginya dari berbagai ancaman gangguan gigi dan mulut di kemudian hari. Senyumnya akan tetap sehat hingga ia dewasa!

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar