Sukses

Lakukan 4 Kebiasaan Ini agar Terbebas dari Serangan Artritis

Artritis dapat menimbulkan keluhan nyeri dan bengkak yang mengganggu aktivitas. Apa yang bisa dilakukan agar terbebas dari serangan artritis?

Klikdokter.com, Jakarta Artritis adalah istilah medis untuk menggambarkan peradangan pada sendi. Karena bisa sangat mengganggu aktivitas harian, ada beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan agar Anda bisa terbebas dari kekambuhan serangan artritis.

Ada kurang lebih dari 100 jenis artritis. Namun, yang paling sering ditemui adalah osteoartritis, reumatoid artritis, dan psoriasis artritis.

Setiap jenis artritis memiliki faktor risikonya masing-masing. Beberapa di antaranya tak tak bisa dimodifikasi atau dicegah, tetapi beberapa lainnya bisa.

Faktor risiko artritis yang tak bisa dicegah adalah jenis kelamin wanita, riwayat artritis di keluarga, serta bertambahnya usia. Sedangkan faktor risiko yang bisa dimodifikasi bisa Anda upayakan untuk mencegah artritis.

Lakukan kebiasaan ini agar terbebas dari serangan artritis

Keluhan artritis yang muncul sangat berkaitan dengan inflamasi, seperti bengkak, nyeri, kemerahan, dan panas ketika diraba. Bayangkan betapa tak nyamannya artritis ketika menyerang. Untuk menghindarinya, tanamkan kebiasaan ini mulai sekarang.

  1. Menjaga berat badan tetap ideal

Berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko terkena osteoartritis. Data membuktikan, wanita dengan obesitas lebih berisiko hingga empat kali lipat dan lima kali liat pada pria untuk terkena osteoartritis.

Kelebihan berat badan terutama berdampak pada sendi-sendi penyokong berat tubuh, misalnya lutut. Bahkan, kelebihan berat hanya 4-5 kg saja sudah bisa menimbulkan peningkatan beban pada lutut sebanyak 13-27 kg.

Cara menjaga berat badan ideal yang sangat disarankan adalah dengan rutin berolahraga. Selain membantu mengatur berat, olahraga juga memiliki manfaat tambahan, yaitu memperkuat otot-otot di sekitar sendi. Otot yang kuat dapat menyokong sendi dengan baik, sehingga dapat meringankan kerja sendi.

Anda bisa mencoba olahraga low-impact yang tak banyak membebani sendi. Misalnya bersepeda, berenang, atau olahraga air lainnya.

  1. Lakukan olahraga dan aktivitas lainnya secara aman

Walaupun berolahraga penting, tetapi perlu diingat bahwa cedera olahraga adalah salah satu faktor risiko artritis. Karenanya, upayakan untuk berolahraga secara aman, yaitu dengan:

  • Selalu melakukan pemanasan dan pendinginan.
  • Menggunakan sepatu olahraga yang pas, nyaman, dan sesuai dengan olahraga yang dilakukan.
  • Berolahraga di atas permukaan empuk (misalnya berlari di jalur tanah atau rumput ketimbang aspal atau beton).
  • Saat melompat, usahakan untuk selalu mendarat dengan posisi lutut menekuk.

Demikian juga saat bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari, posisi tubuh dan sendi juga perlu diperhatikan.

Saat sedang di kantor misalnya, usahakan kursi yang dipakai menopang punggung tengah hingga bawah, serta posisi siku menekuk 90 derajat saat mengetik.

Selain itu, misalnya saat akan mengangkat benda dari lantai, usahakan beban berdekatan dengan pinggang dan posisi punggung harus selurus mungkin. Akan lebih baik jika beban berat didorong ketimbang diangkat atau minta bantuan untuk sama-sama mengangkatnya.

  1. Stop merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko reumatoid artritis. Jika Anda seorang perokok, segera hentikan kebiasaan tak sehat tersebut.

Berhenti merokok memang bisa sulit, tetapi itu bukanlah hal yang tak mungkin. Bulatkan tekad untuk berhenti merokok agar tubuh sehat, tempelkan quotes motivasi di tempat-tempat yang mudah dilihat, dan minta bantuan kepada orang-orang terdekat. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga ahli.

  1. Menjaga pola makan

Pola makan juga dapat berpengaruh. Misalnya kadar asam urat yang tinggi yang berisiko memunculkan gout.

Untuk mencegahnya, biasakan pola makan bergizi seimbang, rendah gula dan purin, serta hindari minuman beralkohol.

Makanan yang dianjurkan adalah yang mengandung omega-3 (ikan berlemak seperti salmon atau sarden) dan vitamin D (ikan berlemak dan rutin terpapar sinar matahari pagi).

Satu hal yang juga perlu diketahui, sering kali artritis dikaitkan dengan populasi lanjut usia. Ini memang didukung oleh statistik yang menunjukkan bahwa individu di atas 65 tahun memang kelompok usia utama artritis. Meski demikian, dewasa muda, remaja, bahkan anak-anak juga bisa mengalaminya.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Artritis Sedunia, jangan lagi menyepelekan nyeri sendi. Cari tahu berbagai informasi tentang artritis, mulai dari penyebab, gejala, hingga penanganannya. Selain itu, tanamkan kebiasaan yang disebutkan di atas tadi mulai hari ini, agar Anda bisa selamanya terbebas dari serangan artritis.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar