Sukses

Perbedaan Antara Delusi dan Halusinasi

Keduanya sama-sama masuk dalam kategori penyakit skizofrenia, tapi apa bedanya delusi dan halusinasi?

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa lihat? Jika iya, Anda mungkin sedang berhalusinasi. Bukan sebuah kondisi mistis, tapi halusinasi memang kerap dialami banyak orang. Tapi selain halusinasi, ada juga kondisi yang disebut delusi. Lalu apa perbedaan keduanya?

Perlu Anda ketahui terlebih dahulu, baik delusi maupun halusinasi, keduanya merupakan penyakit kesehatan mental yang masuk dalam kategori skizofrenia.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KilkDokter, skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang mengganggu cara berpikir dan perilaku seseorang. Sebagian besar penderitanya dapat mengalami delusi, atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai waham, dan juga halusinasi.

Ini perbedaan delusi dan halusinasi

Meski sama-sama masuk dalam kategori skizofrenia, delusi dan halusinasi merupakan dua hal yang sangat berbeda.

Kembali dijelaskan oleh dr. Sepriani, delusi merupakan suatu keyakinan yang salah atau tidak sesuai kenyataan. Orang yang memiliki delusi akan cenderung mempertahankan keyakinannya dengan kuat, meskipun sudah dijelaskan mengenai realitas yang terjadi.

Delusi terdiri atas beberapa jenis, yaitu: Ada waham kejar, waham rujukan, waham kebesaran dan waham kendali.

  • Waham kejar

Seseorang yang mengidap waham kejar biasanya meyakini bahwa ada orang lain yang ingin membahayakan dan mencelakai dirinya.

Ia akan selalu berkata pada orang di sekitarnya bahwa di saat-saat tertentu, ada orang yang mengejar, melakukan tindak kriminal, bahkan berusaha membunuh dirinya.

  • Waham rujukan

Orang dengan waham rujukan biasanya akan meyakini bahwa orang di sekitarnya dan seluruh alam semesta memiliki hubungan dengan dirinya. Orang yang mengalami waham ini akan merasa kenal dengan semua orang dan merasa memiliki hubungan dengan semua orang yang ditemuinya.

Sudah nonton film Joker yang saat ini sedang tayang bioskop? Penny Fleck, ibu Joker, bisa masuk dalam kategori waham ini. Sebab, dirinya merasa punya hubungan spesial dengan seseorang, hingga ia terobsesi dan terus mengirimkan surat kepada orang tersebut.

  • Waham kebesaran

Ini adalah kondisi di mana penderitanya akan meyakini bahwa dirinya adalah seseorang yang sangat hebat dan memiliki kekuasaan paling besar di dunia.

  • Waham kendali

Waham kendali merupakan kebalikan dari waham kebesaran, di mana penderitanya justru merasa terus dikendalikan oleh seseorang atau pihak lainnya.

Dirinya akan merasa berada di bawah kendali dan kontrol seseorang, yang artinya orang tersebut merasa tidak bebas dan takut untuk menyuarakan pendapatnya.  

Sementara itu, halusinasi adalah suatu persepsi sensasi yang memengaruhi panca indra penderitanya. Sensasi tersebut tampak begitu nyata, sehingga penderitanya merasa mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada.

Halusinasi yang paling sering dialami oleh banyak orang adalah halusinasi auditorik, di mana seseorang akan merasa mendengar suara yang sebenarnya tidak ada. Misalnya, penderita mendengar suara yang membisiki dirinya untuk menyakiti atau bahkan membunuh orang lain.

Sama-sama menjadi kondisi kesehatan mental yang harus diwaspadai, sayangnya, kedua gangguan mental tersebut tidak bisa disembuhkan. Tapi jangan khawatir, kedua gangguan mental ini masih bisa dikontrol agar tidak kambuh dan semakin memburuk kondisinya.

“Setelah mendapatkan diagnosis dari dokter, pasien akan ditangani langsung oleh psikiater atau dokter kejiwaan untuk mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat,” jelas dr. Sepriani.

Jika dalam lingkungan Anda ada yang mengidap kedua penyakit di atas, jangan dibiarkan atau berpura-pura tidak tahu. Meski ada perbedaan antara delusi dan halusinasi, penderita kedua gangguan ini sama-sama membutuhkan pertolongan untuk mendapatkan terapi yang tepat agar tidak merugikan dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar