Sukses

Luka Tusuk Bisa Sebabkan keloid?

Tidak hanya menimbulkan bekas luka biasa, tapi luka tusuk juga bisa menimbulkan keloid.

Klikdokter.com, Jakarta Kamis 10 Oktober kemarin, Indonesia dikejutkan dengan kabar Menkopolhukam, Wiranto, yang ditusuk oleh dua orang tak dikenal saat kunjungannya ke daerah Pandeglang, Banten. Luka tusuk, yang dalam istilah medis disebut dengan vulnus punctum, merupakan disebabkan oleh benda tajam yang masuk dalam kulit. 

Dampak dari luka tusuk sendiri sebenarnya ada banyak, tapi satu kondisi yang sering dikaitkan dengan luka tusuk adalah timbulnya keloid pasca penyembuhannya. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Mengenal keloid

Sebelum mengetahui bagaimana luka tusuk bisa menyebabkan keloid, sebaiknya Anda memahami arti keloid itu sendiri terlebih dahulu. 

Keloid merupakan suatu gangguan pada kulit akibat respons tubuh yang berlebihan terhadap penyembuhan luka. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Munculnya keloid ditandai dengan adanya benjolan datar atau timbul yang melebihi ukuran luka. Biasanya keloid muncul dengan ciri-ciri tidak beraturan, bertekstur keras, dan memiliki warna yang bervariasi (merah muda, merah, atau cokelat).

Keloid dapat berukuran lebih besar dari luka awalnya. Bentukan ini paling sering terjadi pada kulit di bagian dada, punggung, daun telinga, atau pipi. Namun, keloid dapat terjadi pada kulit bagian tubuh mana pun.

Keloid dan luka tusuk

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, munculnya keloid akibat luka tusukan sebenarnya bisa terjadi, tapi bisa juga tidak. Menurutnya, keloid sendiri akan muncul apabila pasien memiliki gen yang bisa menimbulkan keloid. 

“Jadi, jika seseorang tidak memiliki riwayat keloid dalam keluarganya, maka keloid tidak akan muncul dalam kondisi penyembuhan luka apa pun,” jelas dr. Iqbal.

Tapi, kalau seseorang memiliki gen atau riwayat keturunan, maka bekas luka tusuk bisa berubah menjadi keloid.

Apakah keloid bisa disembuhkan? 

Meski tidak berbahaya, keloid bisa menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan iritasi yang cenderung membesar. Tapi tenang saja, keloid sendiri bisa dihilangkan meski membutuhkan proses yang cukup lama. Bagaimana caranya? 

Berikut beberapa cara untuk menghilangkan keloid:

  • Suntikan kortikosteroid

Dijelaskan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, pemberian suntik kortikosteroid ke dalam luka merupakan cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengobati permasalahan keloid.

Terapi ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan cukup berhasil untuk mengurangi ukuran keloid. Cara ini memang terbilang sangat aman untuk dilakukan, meski menimbulkan nyeri hingga derajat sedang. 

Suntikan akan dilakukan sebanyak satu kali setiap 4 sampai 8 minggu ke dalam keloid. Suntikan steroid dapat membuat warna keloid menjadi lebih merah dikarenakan stimulasi pembentukan pembuluh darah superfisial yang baru. Namun, hal ini dapat diatasi dengan kombinasi terapi menggunakan laser. 

  • Pembedahan

Terapi dengan menggunakan teknik ini cukup berisiko. Risiko yang terjadi karena memotong keloid dapat memicu pembentukan keloid baru, yang bahkan jadi lebih besar dari sebelumnya.

Beberapa pembedahan berhasil dilakukan dengan kombinasi suntik steroid atau mengaplikasikan kompresi (menggunakan alat tekanan khusus yang tepat) ke sisi luka selama beberapa bulan setelah pembedahan keloid.

Setelah dilakukan pembedahan, biasanya dokter akan memberikan terapi radiasi superfisial untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  • Cryothreraphy

Terapi ini dilakukan dengan cara membekukan sementara jaringan keloid dengan menggunakan cairan nitrogen. Namun, terapi ini bisa dikatakan cukup menyakitkan ketimbang suntik kortikosteroid dan rasa nyeri akan hilang setelah selesai terapi. 

Setelah beberapa kali dilakukan, terapi ini dapat mengurangi ukuran keloid sampai 50 persen. Terdapat studi yang menyatakan bahwa cryotherapy akan bekerja baik pada keloid kecil yang berumur kurang dari tiga tahun.

  • Laser

Laser merupakan salah satu metode penyembuhan keloid yang paling aman, efektif dan tidak menimbulkan nyeri sama sekali. Namun, mungkin dibutuhkan beberapa sesi untuk mengobati keloid secara menyeluruh.

Selain itu, uang yang Anda keluarkan tentu juga akan lebih besar ketimbang metode lainnya. 

Jadi, luka tusuk tak selalu bisa menimbulkan keloid –bergantung pada ada tidaknya riwayat dalam keluarga. Meski demikian, keloid juga bukannya tidak bisa dihilangkan. Cara-cara di atas dapat membantu mengatasi keloid. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk menentukan pilihan yang terbaik untuk masalah Anda.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar