Sukses

Diet Paleo Baik untuk Kesehatan Mental, Benarkah?

Diet paleo sedang populer saat ini. Tak hanya untuk penurunan berat badan, diet paleo juga diklaim baik untuk kesehatan mental.

Klikdokter.com, Jakarta Diet paleo merupakan salah satu jenis diet yang populer belakangan ini. Selain bisa membantu menurunkan berat badan, salah satu hal yang disebut-sebut menjadi kelebihan diet paleo adalah bermanfaat untuk kesehatan mental. Bagaimana sebenarnya faktanya?

Mengenal diet paleo

Istilah paleo merupakan kependekan dari zaman paleolitik, yaitu bagian dari zaman purbakala yang lebih dikenal istilah zaman batu. Prinsip diet paleo adalah mengonsumsi makanan seperti yang dilakukan oleh manusia yang hidup pada zaman batu.

Pada masa tersebut, manusia mencari makanan dengan cara berburu. Oleh karena itu, pada diet paleo, jenis makanan yang boleh dikonsumsi adalah makanan yang bisa diambil dari alam dan makanan yang bisa didapatkan dari pemburuan binatang.

Jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada diet paleo adalah buah, sayuran, berbagai jenis kacang tanah, ikan, dan daging (terutama binatang pemakan rumput, seperti sapi, kambing, dan domba).

Pada diet paleo, daging dari binatang yang biasanya diburulah yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Misalnya daging rusa.

Sebaliknya, makanan yang diperoleh dari proses industri pengolahan makanan seperti beras, serealia, sayuran legum, susu, yoghurt, keju, garam, gula, dan processed food tak boleh dikonsumsi.

Dasar dari diet paleo adalah untuk mengembalikan pola makan ke zaman purbakala. Diyakini, pola makan tersebut adalah pola makan terbaik dan tidak tercemar oleh pengaruh industri.

Kelebihan dan kekurangan diet paleo

Diet paleo sebenarnya sudah dikenal sejak lama, tapi kembali menjadi populer belakangan ini. Penyebabnya, banyak media yang memberitakan bahwa diet paleo efektif untuk menurunkan berat badan.

Secara ilmiah, diet paleo memiliki kelebihan dan kekurangan. Ya, memang ada beberapa studi ilmiah yang membuktikan bahwa diet paleo dapat menurunkan berat badan. Tapi studi tersebut hanya dilakukan dalam jangka pendek dan tidak melibatkan banyak subjek dalam penelitiannya.

Oleh karena itu, efek sesungguhnya dari diet paleo masih dipertanyakan –khususnya mengenai efek jangka panjangnya.

Meski begitu, sisi positif dari diet paleo adalah menghindarkan seseorang dari konsumsi gula dan processed food yang dapat merugikan kesehatan. Tetapi ada pula kekurangan diet paleo yang perlu diketahui.

Serealia yang dihindari pelaku diet paleo seharusnya dapat menjadi sumber serat dan energi yang baik bagi tubuh. Sayuran legum juga tak dianjurkan dikonsumsi pada diet ini, padahal sayuran ini tinggi proteinnya.

Garam juga tak boleh digunakan sama sekali dalam diet paleo. Hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan elektrolit dan kekurangan yodium.

Diet paleo dan kesehatan mental

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa diet paleo bermanfaat baik untuk kesehatan mental. Studi yang ada menunjukkan bahwa diet paleo tidak memiliki efek yang bermakna untuk kesehatan mental.

Namun demikian, dari antara berbagai jenis diet yang beredar di masyarakat, ada jenis diet yang memiliki bukti ilmiah kuat dalam mengurangi risiko depresi. Salah satunya adalah diet Mediterania.

Beberapa studi meneliti tentang kepatuhan subjek penelitian dalam menerapkan diet Mediterania dan melihat risiko depresi yang terjadi. Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang menerapkan diet Mediterania dengan baik memiliki risiko depresi 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tak menerapkan diet tersebut.

Jenis diet Mediterania ditandai dengan mengonsumsi sayuran, buah, serealia, dan lemak baik setiap hari, serta mengonsumsi ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan setiap minggu.

Susu dan produk susu, seperti keju dan yoghurt, boleh dikonsumsi secukupnya. Makanan yang perlu dihindari dalam diet ini adalah daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba.

Manfaat diet paleo untuk kesehatan mental sejauh ini memang belum bisa dibuktikan. Tapi, bukan berarti diet paleo tak punya efek baik. Diet ini bisa menghindarkan Anda dari konsumsi berlebih gula dan makanan olahan. Namun, agar nutrisi dari beberapa sumber makanan sehat tetap didapat, Anda bisa sedikit memodifikasi diet dengan memasukkan serealia, sayuran legum, dan garam secukupnya dalam menu harian.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar