Sukses

Olahraga Terbaik untuk Orang di Atas Usia 50 Tahun

Anda yang berusia lanjut harus tetap berolahraga. Tapi ingat ya, lakukan olahraga yang tepat untuk orang di atas 50 tahun.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga bagi orang di atas 50 tahun sangat penting untuk memperlambat proses penurunan fungsi organ. Tak cuma itu, penambahan berat badan juga menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi seiring bertambahnya usia. 

Kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, apalagi bila berujung obesitas. Anda lebih berisiko mengalami masalah jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

"Nyeri dan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2, dapat mulai muncul di rentang usia 50-an. Di samping itu, penurunan hormon estrogen pada wanita juga mulai terjadi sehingga risiko penyakit jantung semakin meningkat," kata dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter.

Olahraga yang tepat untuk usia 50 tahun ke atas

Nah, aktivitas fisik dan berolahraga secara teratur bisa menjaga semua fungsi tubuh berjalan baik. Namun, Anda yang berusia di atas 50 tahun tidak boleh sembarangan melakukan gerakan olahraga untuk mencegah potensi cedera.

Berikut olahraga yang disarankan untuk seseorang usia 50-an:

  1. Berjalan

Ini adalah olahraga sederhana, tapi sangat efektif. Berjalan kaki akan membangun stamina Anda, memperkuat otot tubuh bagian bawah, dan membantu memerangi penyakit tulang, seperti osteoporosis. Anda bisa melakukannya sendiri atau bersama teman-teman Anda.

  1. Joging

Jika Anda suka sedikit berkeringat saat berolahraga, cobalah joging untuk meningkatkan detak jantung. 

Selama Anda melakukannya dengan lambat dan mantap, kenakan sepatu yang tepat, serta istirahat sejenak alias tidak memaksakan kondisi, persendian Anda akan baik-baik saja. 

Permukaan lunak, seperti trek atau rumput, juga dapat membantu. Jangan lupa, lakukan peregangan dan pemanasan sebelumnya untuk mengurangi kemungkinan cedera.

  1. Bersepeda

Bersepeda sangat baik ketika Anda memiliki sendi yang kaku atau sakit, karena kaki Anda tidak harus menopang berat badan Anda. Olahraga ini membuat darah Anda bergerak dan membentuk otot di bagian depan dan belakang kaki, serta pinggul Anda. 

  1. Tenis

Olahraga raket, termasuk tenis, squash, dan bulu tangkis, sangat baik untuk jantung Anda. 

Bermain tenis 2-3 kali seminggu juga dikaitkan dengan stamina dan waktu reaksi yang lebih baik, menurunkan lemak tubuh, dan kolesterol HDL ‘baik’ yang lebih tinggi.

Selain itu, bermain tenis juga bisa membangun tulang, terutama di lengan, punggung bagian bawah, dan leher. Untuk yang berusia 50 tahun ke atas, Anda disarankan bermain secara ganda.

  1. Berenang

Orang dengan usia 50 tahun ke atas bisa berolahraga lebih lama di air daripada di darat. 

Tidak ada beban yang memberi tekanan pada persendian Anda yang membuatnya sakit. Di samping itu, Air juga menawarkan ketahanan untuk membangun otot dan tulang.

Berenang juga bisa membakar kalori dan membuat jantung Anda seperti joging dan bersepeda, tetapi kondisi tubuh Anda tidak terlalu panas. Kelembapan juga membantu penderita asma untuk bernapas.

  1. Yoga

Melakukan serangkaian pose dalam yoga secara aktif akan meregangkan dan memperkuat otot-otot Anda. Gerakan-gerakan dalam yoga sekaligus menguatkan tendon dan ligamen yang akhirnya bisa menyatukan tulang. 

Yoga berinti pada pernapasan yang penuh perhatian membuatnya menjadi semacam meditasi juga. Melakukan yoga secara teratur dapat membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah serta mengurangi kecemasan dan depresi. 

  1. Tai chi

Kesenian bela diri asal Tiongkok ini sering juga disebut dengan ‘meditasi bergerak’. Anda menggerakkan tubuh secara perlahan dan lembut, mengalir dari satu posisi ke posisi lain, sementara Anda menarik napas dalam-dalam. 

Tidak hanya baik untuk keseimbangan, tai chi juga dapat meningkatkan kesehatan tulang dan jantung. Ini dapat membantu meringankan rasa sakit dan kekakuan akibat radang sendi. Bahkan bisa membantu Anda tidur lebih baik.

Itu adalah deretan olahraga yang cocok untuk orang di atas 50 tahun. Untuk memulainya, Anda tidak perlu terlalu ngoyo. Mulailah dengan durasi yang singkat, misalnya 20-30 menit beberapa kali seminggu. Namun begitu, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter terkait jenis latihan dan durasi yang cocok dengan kondisi fisik Anda. 

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar