Sukses

Keluhan saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya

Beragam keluhan saat hamil tua bisa saja muncul dan mengganggu. Kenali cara mengatasinya agar kehamilan berjalan lancar hingga persalinan.

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki trimester tiga kehamilan tidak serta-merta membuat ibu hamil terbebas dari beragam masalah kesehatan. Ada saja keluhan saat hamil tua yang mungkin terjadi dan mengganggu persiapan untuk menunjang kelancaran proses persalinan.

Tenang, ibu hamil tidak perlu panik. Terjadinya keluhan saat hamil tua adalah kondisi yang lumrah, mengingat adanya perubahan fisik dan hormonal yang signifikan pada ibu. Meski begitu, keluhan-keluhan ini mesti segera diatasi agar tidak sampai mengganggu proses persalinan.

Tips mengatasi keluhan saat hamil tua

Berikut adalah beberapa keluhan yang terjadi saat hamil tua beserta cara terbaik untuk mengatasinya:

  • Kontraksi Braxton hicks

Memasuki trimester akhir, ibu hamil umumnya akan lebih sering mengalami kontraksi. Digambarkan, kontraksi ini berupa rasa kencang di sekitar perut yang terjadi beberapa saat. 

Ibu hamil tidak perlu panik. Selama kontraksi hanya terjadi sementara atau tidak sampai mengganggu aktivitas dan tidak disertai dengan keluarnya darah, maka kontraksi tersebut adalah suatu yang normal. 

Kontraksi yang terjadi tanpa gejala penyerta dinamakan Braxton hicks. Memiliki nama lain kontraksi palsu, Braxton hicks umumnya lebih sering terjadi saat sore hari setelah beraktivitas fisik atau sesudah melakukan hubungan seksual. 

Untuk mengatasi Braxton hicks, ibu hamil hanya perlu beristirahat sejenak dan mengatur napas panjang. Bila perlu, ambil posisi berbaring dan miring ke kiri. Posisi ini akan membuat aliran darah ke rahim dan janin lebih lancar, sehingga kontraksi diharapkan lebih cepat berlalu.

  • Kaki bengkak 

Besarnya ukuran rahim saat hamil tua bisa membentuk ‘bendungan’ pembuluh darah di pangkal paha. 

Bendungan ini menyebabkan aliran darah balik dari kaki ke jantung sedikit terhambat, sehingga menyebabkan kaki bengkak. Tidak hanya terasa pegal saat berjalan, kaki bengkak juga bisa membuat ibu hamil kesulitan mencari ukuran alas kaki yang tepat. 

Untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil tua, salah satu yang dapat dilakukan adalah menyanggah kaki saat duduk. Ibu hamil perlu memosisikan kaki lebih tinggi dari jantung ketika berbaring. 

Posisi ini akan membantu memperbaiki aliran darah balik ke jantung, sehingga bengkak dapat berkurang. Selain itu, gunakan pula alas kaki yang terbuka dan tidak memiliki hak guna menghindari tekanan berlebih pada kaki yang bengkak. 

Meski umumnya terjadi secara normal, kaki bengkak saat hamil juga dapat menjadi tanda bahaya. 

Hal ini khususnya jika keluhan disertai dengan gejala lain, seperti peningkatan tekanan darah, hasil analisa urine yang mendeteksi adanya protein, mata berkunang atau kejang, dan lainnya. 

Bila hal itu yang terjadi, ibu hamil wajib segera memeriksakan diri ke dokter atau klinik dengan fasilitas penunjang yang lengkap.

  • Kram otot

Tidak hanya bengkak, kram otot juga bisa terjadi pada ibu yang sedang hamil tua. Kondisi ini utamanya terjadi di pagi hari, saat ibu baru saja bangun tidur. 

Kram saat hamil tua terjadi akibat aliran darah yang terhambat karena penekanan oleh rahim. Selain itu, keluhan ini juga dilatari oleh stres otot akibat membawa beban berat (janin). 

Untuk membantu mengurangi kram otot saat hamil tua, ibu harus minum air putih setidaknya 8 gelas dalam sehari. 

Ibu hamil juga perlu melakukan olahraga ringan secara rutin dan gerakan peregangan di area kaki, agar otot-otot yang tegang bisa kembali relaks sehingga kram tidak akan terjadi.

  • Nyeri tulang belakang

Janin yang terus membesar membuat berat badan ibu bertambah. Kondisi ini bisa membuat tulang belakang kewalahan dalam memberi topangan. Akibatnya, ibu hamil akan merasa pegal dan terkadang nyeri. 

Wajar terjadi, namun pasti akan sangat mengganggu keseharian. Untuk membantu meredakannya, ibu hamil dapat menggunakan bantal hangat yang ditempelkan di area punggung yang terasa nyeri. 

Selain itu, usahakan juga memilih tempat duduk yang bisa menyanggah tulang belakang dengan baik.

  • Rasa terbakar di dada

Saat trimester tiga kehamilan, sensasi terbakar di dada alias heart burn juga bisa terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya aliran balik asam lambung ke kerongkongan. 

Selain karena lambung yang tertekan oleh rahim, heart burn juga bisa terjadi akibat pengaruh hormon kehamilan. 

Hormon yang diproduksi saat hamil akan membuat sekat antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih lemah. Akibatnya, aliran balik asam lambung lebih mudah terjadi. 

Risiko terjadinya heart burn lebih tinggi bila ibu gemar mengonsumsi makanan yang digoreng, pedas, asam, sering terlambat makan, atau hobi minum kopi maupun teh.

Untuk mencegah heart burn, ibu hamil wajib menghindari makanan maupun minuman yang bisa jadi pemicu keluhan ini. Selain itu, ibu hamil juga perlu makan tepat waktu, dengan porsi lebih kecil namun sering.

Jangan biarkan keluhan saat hamil tua terjadi berkelanjutan dan mengganggu persiapan Anda menuju persalinan. Apabila kesulitan atau benar-benar merasa terganggu dengan terjadinya keluhan tersebut, jangan sungkan untuk berobat ke dokter. 

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar