Sukses

Tanda-tanda Delusional seperti yang Dialami Tokoh Joker

Anda sudah nonton film Joker? Bila sudah, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata delusional. Yuk, kenali tanda dan jenis-jenisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian penikmat film mungkin sudah menonton Joker yang telah tayang sejak minggu lalu. Saat menikmati alur film, Anda juga mungkin mengamati latar belakang keluarga Arthur Fleck alias Joker –yang dibintangi Joaquin Phoenix, yang dirundung banyak masalah. Salah satunya adalah ibunya yang memiliki gangguan delusional. 

Adakah tanda-tanda orang yang mengalami delusional yang bisa dikenali? Simak artikel ini untuk mengenalinya lebih jauh, termasuk jenis-jenisnya.

Apa itu delusional?

Di Indonesia, penyakit mental atau apa pun yang sejenisnya memang masih belum dianggap serius oleh banyak orang. Padahal, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan, ada sekitar 400.000 orang menderita gangguan mental yang disebut dengan skizofrenia. 

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat, di mana orang yang mengalaminya akan menginterpretasikan realitas secara abnormal. Gangguan ini bisa menyebabkan terjadinya beberapa gejala, dan gejala-gejala inilah yang akhirnya menyebabkan seseorang menjadi delusional atau dalam bahasa medis disebut waham. 

Waham sendiri bisa diartikan sebagai suatu keyakinan yang salah atau tidak sesuai kenyataan. Orang yang memiliki waham akan cenderung mempertahankan keyakinannya dengan kuat, meskipun sudah dijelaskan mengenai realitas yang terjadi.

Jenis-jenis delusional

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, untuk melihat tanda-tanda seseorang mengalami delusional atau tidak, harus dilihat terlebih dahulu jenis delusional apa yang dialaminya. Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa ada empat jenis delusional yang bisa diderita seseorang, yaitu:

  • Waham Kejar 

Waham kejar atau waham persekusi merupakan delusi yang diyakini penderitanya bahwa ada orang lain yang ingin membahayakan ada mencelakai dirinya. 

Jika seseorang mengalami waham ini, maka ia akan selalu berkata pada orang di sekitarnya bahwa di saat-saat tertentu, ada orang yang mengejar, melakukan tindak kriminal, bahkan berusaha membunuh dirinya. 

Biasanya, orang dengan waham kejar juga lebih tertutup dan memiliki rasa takut yang berlebih. Ketakutan ini terutama jika berada di luar ruangan, tempat umum, atau tempat baru yang belum pernah dikunjunginya. 

  • Waham Rujukan

Waham rujukan merupakan delusi yang terjadi ketika penderita meyakini bahwa orang di sekitarnya dan seluruh alam semesta memiliki hubungan dengan dirinya. 

Biasanya, orang yang mengalami waham ini akan merasa kenal dengan semua orang dan merasa memiliki hubungan dengan semua orang yang ditemuinya.

Menurut dr. Sepriani, Penny Fleck –ibu dari Joker, bisa masuk dalam kategori waham rujukan. Sebab, dirinya merasa punya hubungan spesial dengan seseorang, hingga ia terobsesi dan terus mengirimkan surat kepada orang tersebut.

  • Waham Kebesaran

Pada waham kebesaran, penderitanya akan meyakini bahwa dirinya adalah orang yang sangat hebat dan memiliki kekuasaan paling besar di dunia. Sifatnya sangat mirip dengan orang sombong yang selalu memamerkan harta kekayaan dan jabatan yang dimiliki. 

Padahal, sebagian besar yang dibicarakan penderita waham ini merupakan sesuatu yang tidak dimilikinya, tapi ia merasa memiliki kekuasaan atau harta tersebut. 

  • Waham Kendali

Kebalikan dari waham kebesaran, waham kendali merupakan suatu keyakinan di mana penderitanya merasa dikendalikan oleh seseorang atau pihak lainnya. 

Dirinya akan selalu merasa berada di bawah kendali dan kontrol seseorang. Dengan kata lain, orang dengan waham kendali akan merasa tidak bebas dan takut untuk menyuarakan pendapatnya. 

1 dari 2 halaman

Apakah seseorang dengan delusional bisa sembuh?

Dijelaskan lagi oleh dr. Sepriani, seseorang dengan masalah delusional tidak bisa disembuhkan. Tapi jangan khawatir, masalah kesehatan mental yang satu ini masih bisa dikontrol agar tidak kambuh dan memburuk kondisinya.

“Biasanya, setelah didiagnosis mengidap delusional, pasien akan ditangani langsung oleh psikiater atau dokter kejiwaan untuk mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat,” kata dr. Sepriani. 

“Memang bukan untuk menyembuhkan secara total, tapi metode pengobatan yang diberikan bisa menurunkan risiko dari delusional dan mencegah masalah kesehatan mental ini jadi semakin memburuk,” jelasnya.

Gangguan delusional seperti yang ditampilkan film Joker mungkin bisa dijadikan pelajaran. Jika ada orang di sekitar atau bahkan diri Anda sendiri mengalami gejala-gejala di atas, jangan sungkan untuk segera berkonsultasi pada ahlinya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar