Sukses

Kenali Gejala Penyakit Autoimun seperti yang Diderita Ashanty

Baru-baru ini, Ashanty diberitakan mengidap penyakit autoimun. Yuk, kenali gejala apa saja yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi Ashanty baru saja dikabarkan mengidap penyakit autoimun, penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh. Ia didiagnosis mengidap penyakit tersebut setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Seperti apa gejalanya?

Ashanty pertama kali mengungkap kondisinya lewat akun Instagram pribadinya. Awalnya, istri dari musisi dan anggota DPR periode 2014-2019, Anang Hermansyah ini mengeluh susah tidur, sering sakit kepala, serta gampang stres dan cemas. 

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, barulah diketahui jika Ashanty mengidap penyakit autoimun.

Apa itu penyakit autoimun?

Sistem kekebalan tubuh berguna untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi. Namun, pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat secara tidak sengaja.

Biasanya, sistem kekebalan tubuh dapat membedakan mana sel asing dan mana sel yang berasal dari tubuh sendiri. 

Sayangnya, penyakit autoimun membuat sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel-sel yang berasal dari dalam tubuh dan menganggapnya sebagai sel asing. Sehingga, sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang disebut autoantibodi dan menyerang sel-sel yang sehat di dalam tubuh. 

Penyebabnya belum dapat dipastikan

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang bisa memastikan penyebab penyakit autoimun. Akan tetapi, telah diketahui bahwa perempuan lebih rentan terserang penyakit ini dibandingkan dengan laki-laki. 

Sering kali, penyakit autoimun menyerang perempuan dalam usia yang cukup muda, yaitu berkisar pada usia 15-40 tahun. Beberapa etnis tertentu juga diketahui lebih rentan terkena penyakit autoimun, seperti lupus yang lebih sering terjadi pada orang Afrika-Amerika dan Hispanik, dibandingkan pada orang Kaukasia.

Diet tertentu telah dicurigai dapat menjadi penyebab penyakit autoimun. Tapi sampai saat ini, faktor-faktor seperti genetik, infeksi, dan paparan bahan kimia tertentu masih yang paling dicurigai sebagai penyebabnya.

1 dari 2 halaman

Gejala-gejala penyakit autoimun

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun dan beberapa di antaranya memiliki gejala yang sama. Hal inilah yang menyulitkan penderita dan petugas kesehatan untuk mengetahui apakah Anda benar-benar memiliki salah satu dari penyakit autoimun. 

Akan tetapi, meski memperoleh diagnosisnya bisa sangat sulit, ada beberapa gejala umum penyakit autoimun yang dapat timbul, yaitu:

  • Mudah merasa lelah
  • Nyeri otot
  • Bengkak dan kemerahan 
  • Demam ringan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan pada tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Timbul ruam kulit

Pada beberapa penyakit autoimun, ada juga beberapa gejala khas yang akan muncul. Misalnya pada penderita Diabetes Tipe 1, gejala yang muncul biasanya berupa kelelahan, rasa haus yang ekstrem, dan penurunan berat badan. 

Sementara itu pada Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau kolitis, gejala yang muncul biasanya berupa nyeri perut, kembung, dan diare.

Gejala awal pada penyakit autoimun merupakan gejala yang cukup ringan dan sifatnya pun bisa hilang timbul. Inilah yang sering kali membuat penyakit autoimun sulit dan terlambat didiagnosis.

Mendiagnosis dan mengobati penyakit autoimun

Untuk mendiagnosis suatu penyakit autoimun, biasanya pemeriksaan akan dimulai berdasarkan keluhan yang dilontarkan pasien. Jika keluhan mencurigakan, maka diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter dan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya.

Tes ANA (Antibodi Antinuklear) merupakan salah satu tes yang biasa digunakan dokter ketika mencurigai adanya penyakit autoimun. Hasil positif dari tes ini dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki penyakit autoimun, namun tetap tidak dapat mengonfirmasi secara pasti jenis penyakit autoimun mana yang Anda derita. 

Umumnya, pengobatan penyakit autoimun bukan untuk menyembuhkannya, tapi lebih untuk mengontrol respons imun yang terlalu aktif dan meredakan peradangan yang terjadi. Obat yang biasa diberikan adalah obat NSAID (Non Steroid Anti-inflammatory Drugs) dan obat yang dapat menekan sistem imun. 

Obat lain juga bisa diberikan sesuai gejala yang muncul. Selain itu, kondisi penderita penyakit autoimun juga dapar menjadi lebih baik dengan pola makan yang seimbang dan berolahraga secara teratur. 

Gejala penyakit autoimun yang timbul bisa ringan maupun berat. Gejalanya pun mirip dengan penyakit-penyakit lain. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, apalagi jika cukup sering terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter seperti yang dilakukan Ashanty. Dengan demikian, penyakit autoimun pun dapat dideteksi sedini mungkin.

[MS/ RH] 

0 Komentar

Belum ada komentar