Sukses

Manakah Obat Mata yang Lebih Efektif, Salep atau Tetes Mata?

Saat sakit mata dan berobat ke dokter, ada kalanya Anda diberi obat mata berupa salep atau tetes mata. Antara keduanya, mana yang lebih baik?

Klikdokter.com, Jakarta Obat mata berupa salep atau tetes mata kerap diberikan saat Anda sakit mata dan memeriksakannya ke dokter spesialis mata. Di antara jenis obat mata tersebut, mana yang bekerja lebih efektif untuk meringankan gejala pada mata?

Penyakit mata dan terapi yang tepat

Umumnya, seseorang mengeluhkan gangguan pada mata ketika menyadari mata tampak merah, gatal, bengkak, atau penglihatan buram. Bukannya ke dokter, banyak yang mencoba mengatasinya sendiri dengan membeli obat yang dijual bebas, menggunakan obat herbal rekomendasi teman, atau berinisiatif ke apotek untuk membeli obat tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Padahal, kebiasaan mengobati tanpa berkonsultasi dengan dokter dapat berdampak buruk pada kesehatan mata. Misalnya ketika menangani mata merah, penyebabnya bisa berbagai hal dan pengobatan harus sesuai penyebabnya tersebut. Kalau diobati asal-asalan, keluhan mata bisa tak hilang, bahkan tak menutup kemungkinan keluhan makin parah hingga terjadi komplikasi.

Salep mata vs tetes mata, mana yang lebih baik?

Pada dasarnya, terapi yang diberikan sangat dipengaruhi oleh penyakit mata yang mendasari keluhan pada mata yang dirasakan.

Ketika mengalami gangguan pada bola mata, seperti mata merah atau penglihatan buram, dokter akan cenderung memberikan obat berupa tetes mata. Ini karena jenis obat tersebut lebih sesuai dengan target pengobatan, yaitu permukaan bola mata. Misalnya pada kasus peradangan di konjungtiva (konjungtivitis) atau luka di kornea.

Meski demikian, dokter juga bisa meresepkan obat dalam bentuk salep mata, khususnya jika bertujuan untuk mempertahankan obat tersebut lebih lama di permukaan mata. Misalnya adalah penanganan penyakit mata yang melibatkan kelopak masa, seperti bintitan, karena obat salep akan lebih mudah diserap kelopak mata.

Terkadang, dokter juga mungkin akan memberikan kombinasi antara salep mata dan tetes mata. Bila ini yang Anda alami, Anda disarankan untuk menggunakan obat tetes mata terlebih dulu sebelum menggunakan salep mata. Jarak waktunya adalah sekitar 3-5 menit supaya tidak menghalangi proses penyerapan obat.

Hal-hal yang diperhatikan sebelum menggunakan obat mata

Selain jenis obat serta kandungannya, cara penggunaannya juga akan memengaruhi efektivitas obat. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah menggunakan obat mata jenis apa pun.
  • Bila kesulitan menggunakan salep mata atau obat tetes mata, minta bantuan orang lain.
  • Jika menggunakan obat mata sendiri, tarik kelopak mata bagian bawah lalu teteskan obat di lokasi tersebut. Ya, meneteskan atau mengoleskan obat mata tak harus tepat di permukaan bola mata. Jika tetesan atau olesan tepat, obat akan tersebar ke seluruh permukaan bola mata saat berkedip. Meneteskan obat di permukaan bola mata akan merangsang mata untuk berkedip, sehingga obat akan lebih sulit untuk masuk.
  • Hindari meneteskan obat di sudut mata bagian dalam karena obat akan cenderung mengalir menuju saluran hidung dan tenggorokan, sehingga tak bisa terserap dengan baik.
  • Bila diminta dokter untuk mengoleskan salep mata di kelopak mata bagian luar, Anda bisa melakukannya dengan jari. Namun untuk bagian dalam mata, tetap gunakan cara yang sama dengan tetes mata, yaitu dengan menekan tube salep mata, sehingga obat tetap dalam kondisi steril.

Baik salep mata maupun tetes mata, keduanya memiliki efektivitas masing-masing untuk mengatasi keluhan pada mata berdasarkan penyebabnya. Karenanya, jika mengalami sakit mata atau merasakan ketidaknyamanan yang membuat Anda khawatir, segera periksakan ke dokter spesialis mata sehingga bisa dicari tahu penyebab dan cara tepat penanganannya.

(NP/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar