Sukses

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan

Sebagai salah satu organ paling sensitif, area kewanitaan harus dijaga agar tetap bersih dan sehat. Ini cara mudah menjaganya.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar wanita sangat memperhatikan penampilan fisiknya, seperti pada kulit wajah dan tubuh, rambut, serta kuku. Hal ini tentu tidak salah. Sayangnya tanpa sadar, banyak yang justru sering abai dalam menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan. 

Meski termasuk bagian paling sensitif di tubuh wanita, organ intim wanita memang sering luput dari perhatian. Organ ini tersusun atas bagian luar yang disebut vulva dan vagina. 

Vulva tersusun atas bibir vagina (labia) dan klitoris. Sementara, vagina merupakan saluran pendek yang terhubung dengan organ reproduksi bagian dalam, yakni leher rahim dan rahim. Keduanya sering juga disebut sebagai vulvovagina. 

Vulvovagina memiliki struktur yang begitu unik, sehingga membuatnya rawan terkena berbagai penyakit. Mulai dari infeksi saluran kemih, iritasi, hingga keputihan akibat jamur, bakteri, atau parasit. Oleh karena itu, para wanita harus tahu bagaimana cara merawat organ intimnya dengan benar. 

Ini cara mudahnya

Berikut ini adalah cara yang benar dan mudah dalam merawat vagina agar senantiasa bersih dan sehat:

  1. Bersihkan dengan teratur 

Sebenarnya, Anda tidak perlu membersihkan vagina karena tubuh sudah memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkannya. Hormon estrogen akan membuat dinding vagina menjadi tebal dan memicu pertumbuhan bakteri Lactobacilli

Bakteri baik tersebut akan menciptakan suasana yang asam di dalam vagina, sehingga dapat mencegah bakteri dari luar tubuh masuk dan berkembang di dalam vagina, yang dapat menyebabkan keputihan

Mekanisme ini yang membuat Anda tidak perlu mencuci vagina, kecuali pada beberapa kondisi di mana dokter menyarankannya. 

Sementara untuk bagian luar atau vulva, Anda harus tetap membersihkannya secara teratur. Bersihkan vulva setidaknya dua kali sehari pada saat mandi dan dengan menggunakan air bersih.

  1. Bijak memiliki produk pembersih kewanitaan

Saat ini, Anda dihadapkan dengan berbagai pilihan sabun pembersih kewanitaan. Padahal, sabun tersebut tidak diperlukan. Anda cukup membersihkan vulva dengan air bersih saja,

Kalaupun Anda ingin menggunakannya, pilihlah sabun yang lembut, tanpa pewangi, dan tanpa pewarna. Sabun yang mengandung pewangi akan membuat vulva dan vagina jadi rentan teriritasi dan memudahkan bakteri untuk tumbuh.

  1. Jangan gunakan pantyliner atau pembalut dalam waktu lama

Pada masa tertentu, seperti saat menjelang haid dan setelah haid, Anda mungkin akan mengalami keputihan. Ini hal yang wajar. Namun, bila Anda menggunakan pantyliner saat keputihan, jangan gunakan dalam waktu lama, apalagi sampai seharian.

Demikian pula dengan pembalut. Saat sedang menstruasi, jangan gunakan satu pembalut untuk satu hari penuh. 

Gantilah pantyliner maupun pembalut setiap 3 jam sekali. Penggunaan pantyliner atau pembalut dalam waktu yang terlalu lama akan meningkatkan kelembapan vagina, sehingga mempermudah kuman untuk tumbuh dan berkembang biak.

  1. Basuh area kewanitaan dari depan ke belakang

Usai buang air kecil atau besar, maupun saat membersihkan area kewanitaan, basuhlah dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Hal ini penting untuk mencegah bakteri dari lubang anus masuk ke dalam vagina. 

Selain itu, saat mengeringkan vagina, hindari menggosoknya dengan terlalu keras. Cukup tepuk lembut menggunakan tisu.

  1. Pilih pakaian dalam yang nyaman

Memakai celana dalam yang terlampau ketat dan dengan bahan yang tidak menyerap keringat akan membuat jamur mudah tumbuh di area kewanitaan. Sehingga, daerah vulvovagina akan terasa gatal, perih, hingga muncul keputihan. 

Oleh sebab itu, gunakan celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan hindari yang terlalu ketat. 

Area kewanitaan sangat sensitif dan mudah terkena beragam penyakit infeksi dan iritasi. Jadi, Anda pun harus selalu merawat dan menjaga kesehatan. Anda bisa memulainya dengan mengikuti cara-cara di atas, yang cukup mudah untuk dipraktikkan sehari-hari. 

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar