Sukses

Penyebab Pusing setelah Makan Kerang, Padahal Tidak Alergi

Pusing setelah makan kerang biasanya dialami orang yang punya alergi. Namun, apa penyebabnya jika itu terjadi pada yang tak punya alergi kerang?

Klikdokter.com, Jakarta Kerang merupakan salah satu boga bahari atau makanan laut favorit banyak orang. Tapi sayangnya, kerang juga bisa memberikan dampak negatif berupa pusing dan gatal-gatal pada mereka yang memiliki alergi dengan makanan laut.

Sialnya lagi, ternyata Anda pun tetap bisa mengalami pusing setelah mengonsumsi kerang, meski tak memiliki alergi. Mengapa bisa begitu? Simak terus artikel ini untuk tahu penyebabnya. 

Faktor kerang yang dikonsumsi

Kerang adalah hewan laut yang dapat menyerap apa saja yang berada di lingkungan sekitarnya, termasuk kotoran, logam berat, atau zat-zat kimia lainnya.

Beruntung jika Anda bisa mengonsumsi kerang yang diambil dari laut bersih. Sementara, sulit untuk mencari laut bersih di sekitar Jakarta, sehingga kemungkinan Anda untuk menyantap kerang berkualitas buruk akan semakin tinggi. 

“Jika Anda tidak alergi kerang, tapi kebetulan daya tahan tubuh sedang menurun dan kerang yang disantap mengandung ‘racun’, meski masih segar atau baru ditangkap, tak heran jika kemudian Anda mengalami keracunan yang ditandai dengan pusing,” jelas dr. Adeline Jaclyn, dari KlikDokter.

“Akan tetapi, tak cuma pusing. Biasanya, gejala yang juga menyertai keracunan kerang adalah mual, muntah, dan diare. Untuk pusingnya sendiri, biasanya berupa vertigo (pusing berputar),” tambahnya.

Kandungan MSG dan kadar kolesterol dalam olahan kerang 

Selain dari faktor kerang itu sendiri, bahan yang dipakai untuk mengolahnya juga dapat menimbulkan pusing bila tak cocok di tubuh Anda. Misalnya saja, monosodium glutamat (MSG). 

Sering kali, warung atau tempat makan hidangan laut akan menambahkan MSG dengan jumlah yang terlalu banyak pada olahan saus kerangnya agar lebih lezat. Pada beberapa orang, hal ini bisa jadi petaka. 

Selain itu, kolesterol juga bisa menimbulkan pusing setelah makan kerang. Sebab, kerang termasuk hidangan laut yang memiliki kadar kolesterol cukup tinggi. Akibatnya, jika sejak awal kadar lemak darah Anda sudah di ambang batas, maka bisa langsung melonjak setelah menyantap satu piring kerang!

Apalagi, selain dihidangkan dengan saus, kerang juga kerap diolah bersama mentega. Memadukan sumber kolesterol dengan sumber lemak jahat lain bisa menjadi kombinasi dahsyat dalam menimbulkan pusing pada kepala Anda.

Gangguan kesehatan penyebab pusing setelah makan

Di sisi lain, pusing setelah makan tak cuma dapat terjadi saat Anda mengonsumsi kerang. Pada dasarnya, makan apa pun bisa memicu pusing jika Anda memiliki sejumlah gangguan kesehatan, seperti:

Glukosa dalam darah diambil dari karbohidrat yang Anda makan. Agar glukosa berubah menjadi sumber energi, organ pankreas menghasilkan insulin. 

Nah, semakin banyak karbohidrat yang dimakan, maka semakin banyak pula insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Dengan semakin banyaknya insulin yang diproduksi, maka gula darah akan semakin rendah. Alhasil, Anda akan mengalami pusing, bahkan bisa kehilangan kesadaran. 

Oleh sebab itu, konsumsi karbohidrat dengan porsi secukupnya dan imbangi dengan protein serta serat.

Orang yang punya masalah hipertensi akan lebih berpotensi untuk mengalami pusing setelah makan. Apalagi jika yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kadar garam.

Ketika tubuh memiliki terlalu banyak kadar garam, maka tubuh akan mengalirkan lebih banyak air ke dalam darah. Dengan demikian, volume akan darah meningkat, sehingga tekanan darah pun ikut meningkat signifikan, dan terjadilah pusing. 

Itulah penjelasan sekilas tentang penyebab pusing setelah makan kerang, meski tak memiliki alergi kerang. Untuk menghindarinya, perhatikan beberapa hal sebelum mengonsumsinya, seperti kadar kolesterol, kualitas kerang (biasanya kerang yang mahal risikonya lebih rendah), dan bisa berpesan kepada tempat makan yang dikunjungi untuk tidak menambahkan terlalu banyak MSG.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar