Sukses

Bolehkah Penderita TBC Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?

Penderita TBC memiliki kesempatan yang sama dengan orang normal untuk mendapatkan vaksin hepatitis B. Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit infeksi yang berpotensi serius. Meski umumnya menyerang paru-paru, tapi tak menutup kemungkinan bisa menjangkiti organ lain seperti hati, yang dapat memicu hepatitis B. Karena hepatitis B bisa dicegah dengan vaksin, apakah penderita TBC bisa mendapatkan vaksin tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kenali dulu TBC lebih lanjut. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lain dengan sangat mudah, yakni melalui percikan ludah.

Berikut tanda dan gejala dari TBC aktif:

  • Batuk-batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih
  • Batuk darah
  • Nyeri dada atau nyeri yang timbul saat bernapas atau batuk
  • Kelelahan
  • Demam
  • Keringat malam dan menggigil
  • Penurunan nafsu makan

Setiap orang sebenarnya bisa terinfeksi bakteri tuberkulosis. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penularannya, yaitu:

  • Daya tahan tubuh yang rendah, contohnya penderita HIV/AIDS, diabetes, kanker, sedang menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi, dan gizi buruk
  • Penggunaan obat-obatan terlarang 
  • Perokok aktif 
  • Kurangnya akses kesehatan di sekitar tempat tinggal 
  • Lokasi tempat tinggal yang padat atau kurang ventilasi  
  • Bepergian ke tempat-tempat dengan angka kejadian TBC yang masih tinggi

Pada umumnya, TBC menyerang paru-paru. Namun saat ini, ada beberapa kasus penderita TBC yang juga mengalami gangguan di organ hati. Salah satunya yang berkaitan dengan TBC adalah penyakit hepatitis.

Kaitan antara TBC dan hepatitis 

Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati, yang dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis maupun penyebab lainnya. Salah satu penyebab hepatitis pada pasien TBC adalah hepatitis imbas obat atau dikenal dengan sebutan DILI (drug-induced liver injury).

Pengobatan lini pertama TBC yang dapat memberikan efek samping pada organ hati antara lain isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. Ketiga obat antibiotik ini diproses di dalam organ hati dan akan berdampak pada tubuh apabila obat tidak digunakan dengan tepat. 

Seorang penderita TBC yang terkena hepatitis imbas obat akan memiliki gejala yang hampir sama dengan gejala hepatitis lainnya, yaitu mual, muntah, dan kulit tampak kuning (ikterik). 

Berbeda dengan penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus, hepatitis imbas obat dapat membaik dengan sendirinya setelah penggunaan obat dihentikan. Oleh karena itu, apabila muncul gejala seperti ini, dokter biasanya akan menghentikan pengobatan TBC sementara waktu. Sebaliknya, bila pengobatan tetap dilanjutkan walaupun terdapat kondisi tersebut, hal ini bisa berakibat fatal.

Penderita TBC boleh vaksin hepatitis B?

Seperti disinggung sebelumnya, TBC dapat memengaruhi organ hati dan rentan memicu hepatitis, termasuk hepatitis B. Sementara itu, hepatitis B adalah penyakit berat yang memengaruhi organ hati akibat virus hepatitis B. Penyakit ini sifatnya jangka panjang dan dapat menyebabkan kerusakan hati (sirosis), kanker hati, atau bahkan kematian.

Untuk menghindarinya, penderita TBC diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis B. Efektivitas vaksin hepatitis B akan lebih optimal jika infeksi bakteri tuberkulosis tidak dalam keadaan berat dan sudah dapat diatasi.

Indikasi vaksin hepatitis B adalah untuk pencegahan penyakit hepatitis B, bukan kontraindikasi pemberian vaksin hepatitis B. Kontraindikasi vaksin hepatitis B adalah pada pasien yang memiliki reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya atau terhadap komponen vaksin hepatitis B.

Jadi, pada dasarnya penderita TBC boleh mendapatkan vaksin hepatitis B. Meski begitu, tetap diperlukan konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin tersebut, karena dokter butuh mempertimbangkan kondisi dan riwayat kesehatan pasien untuk bisa menentukan pengobatan yang tepat.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar