Sukses

Awas, Orang Tua Perokok Bisa Picu Penyakit Jantung pada Anak

Orang tua perokok harus tahu bahwa kebiasaannya sangat berbahaya bagi anaknya. Bahkan, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Masih banyak orang tua yang merokok walaupun sudah tahu bahayanya, tak hanya pada diri mereka sendiri tapi juga pada anak-anaknya. Kini, sebuah penelitian semakin menegaskan bahwa orang tua yang merokok ternyata bisa memicu risiko penyakit jantung pada anak.

Asap rokok yang dihasilkan dari kebiasaan para orang tua memang cukup berbahaya bagi anak-anak. Bisa dibilang, anak-anak menjadi perokok pasif yang justru akan mendapatkan bahaya lebih besar dari rokok dibanding para perokok aktif.

Orang tua perokok bisa picu penyakit jantung pada anak

Para peneliti kemudian menemukan bahwa seseorang yang tumbuh dengan orang tua perokok lebih mungkin untuk mengembangkan fibrilasi atrial, dibandingkan yang tumbuh dengan orang tua bukan perokok. Fibrilasi atrial sendiri adalah ritme denyut abnormal yang terjadi di jantung.

Fibrilasi atrial adalah aritmia jantung (tanda atau gejala dari gangguan detak jantung atau irama jantung), di mana atrial –ruang atas jantung– secara berkala bergetar, bukan berkontraksi secara normal.

Kondisi yang biasa disebut juga dengan A-fib ini memang tidak langsung mengancam jiwa. Tetapi, seiring waktu dapat menyebabkan stroke atau gagal jantung.

"Kini, sudah cukup diketahui luas bahwa merokok adalah faktor risiko untuk fibrilasi atrial," kata Dr. Gregory Marcus, peneliti senior dalam studi tersebut, seperti dilansir dari WebMD.

Dalam penelitian sebelumnya, Marcus dan timnya menemukan petunjuk bahwa paparan asap rokok pada masa kecil mungkin berkontribusi terhadap A-fib. Sementara, studi baru yang semakin mendukung bukti tersebut diterbitkan di Journal of American College of Cardiology.

Para peneliti menggunakan data dari dua studi kesehatan besar yang mengikuti keluarga selama dua generasi. Para partisipan memberi informasi yang dapat dipercaya tentang kebiasaan merokok para orang tua dan paparan asapnya pada anak-anak mereka.

Dari sekitar 2.800 anak tersebut yang telah dewasa, sekitar 14 persen di antaranya didiagnosis dengan A-fib lebih dari 40 tahun. Risiko itu, menurut penelitian, meningkat seiring dengan paparan masa kecil mereka terhadap kebiasaan merokok orang tua.

Para peneliti kemudian menemukan, untuk setiap bungkus rokok yang dihisap orang tua per hari, risiko anak-anak mereka akan mengalami peningkatan A-fib sebesar 18 persen.

Marcus juga mengungkapkan bahwa orang tua yang merokok, kemungkinan juga akan memiliki anak-anak yang merokok. Para perokok itu, pada gilirannya, memiliki risiko 32 persen lebih tinggi terkait masalah A-fib dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Rokok memang berbahaya bagi anak-anak

Anda juga perlu mengetahui bahwa asap rokok terbagi menjadi asap tangan kedua dan ketiga. Asap tangan kedua adalah asap rokok yang dikeluarkan dari mulut perokok aktif atau asap dari rokok yang menyala.

Untuk asap ketiga, menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BmedSc, Hons dari KlikDokter adalah, "Asap ketiga sendiri merujuk pada sisa-sisa partikel rokok, seperti nikotin, tar, dan racun lainnya. Sisa-sisa partikel ini biasanya menempel di baju, rambut, furnitur, dan benda-benda lainnya yang berada di dalam ruangan."

Masih menurut dr. Alberta, orang tua perokok akan membuat kesehatan anaknya jadi terancam. Apalagi, para anak-anak akan berpikir bahwa merokok itu tidak apa-apa. Tak heran bila anak yang tumbuh dengan orang tua perokok akan lebih mudah untuk menjadi seorang perokok.

"Pada kehidupan dewasanya, anak seorang perokok akan mengalami beberapa masalah pada kesehatan. Misalnya, perkembangan paru yang kurang baik, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan katarak," sebut dr. Alberta.

Sementara itu, saat masih anak-anak, menghirup asap rokok dapat menyebabkan mereka mengalami masalah kesehatan. Mulai dari asma, batuk dan pilek berkepanjangan yang susah sembuh, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, kerusakan gigi, serta sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS).

Jadi jelas, merokok bukan aktivitas yang baik, bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar. Bagi orang tua yang sampai saat ini masih melakukannya, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan itu bisa menyebabkan masalah jantung pada anak. Sebaiknya, hentikan kebiasaan merokok sekarang juga.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar