Sukses

6 Cara Terbaik Atasi Kram saat Menstruasi

Selain kompres air hangat, ada enam cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kram saat menstruasi.

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri dan kram saat menstruasi atau haid merupakan kondisi yang sangat umum dialami oleh banyak wanita. Bahkan, hampir setiap wanita pasti pernah mengalaminya. Meski tergolong tidak berbahaya, nyeri saat datang bulan bisa mengganggu produktivitas. Itulah kenapa wanita harus tahu berbagai cara untuk mengatasi kram saat haid.

Dalam dunia medis sendiri, sakit atau kram pada perut bisa disebut dengan dismenorea. Biasanya, dismenorea dapat timbul pada hari pertama haid hingga hari ketiga. Intensitas nyeri yang dirasakan dapat berbeda-beda pada tiap wanita. Ada nyeri yang bisa dengan mudah diabaikan, tapi ada juga yang mengakibatkan nyeri yang teramat sangat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jenis dismenorea

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, dismenorea dibagi menjadi dua jenis yakni, dismenorea primer dan dismenorea sekunder.

Dismenorea primer adalah sakit perut yang muncul sejak hari pertama haid dan akan berangsur hilang seiring dengan perubahan hormon yang lebih stabil dalam tubuh. “Dismenorea jenis ini cenderung normal dan tidak berbahaya,” sebut dr. Theresia.

Sementara itu, dismenorea sekunder adalah nyeri perut yang timbul setelah hari pertama menstruasi dan sakitnya bisa menetap hingga 3-4 hari. Keluhan biasanya diikuti dengan gejala lainnya seperti mual, muntah, dan juga diare.

Cara mengatasi kram perut saat menstruasi

Sebenarnya penyembuhan terhadap nyeri menstruasi sendiri tidak memerlukan bantuan medis. Ada cara-cara alami yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah untuk mengatasinya. Apa saja?

  1. Kompres hangat

Mengompres perut dengan air hangat akan membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa nyeri menstruasi. Anda bisa memasukkan air hangat ke dalam botol, lalu gulung botol dengan menggunakan handuk tipis, kemudian letakkan di bagian perut yang terasa nyeri. Lakukan metode ini setiap kali Anda merasakan nyeri agar rasa sakit bisa perlahan hilang.

“Cara ini akan merelaksasi otot rahim, sehingga rasa sakit bisa berkurang” ujar dr. Theresia.

  1. Menghindari makanan yang tinggi garam

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam justru bisa bikin kram perut saat menstruasi makin menjadi-jadi. Oleh karena itu, pilih makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan segar dan banyak mengandung air, untuk menetralkan rasa sakit saat menstruasi.

  1. Tetap olahraga

Saat menstruasi datang, hal pertama yang mungkin paling Anda hindari adalah olahraga. Padahal, tetap bergerak secara aktif justru buat nyeri haid berkurang dan membuat peredaran darah jadi lebih lancar. Ini karena adanya pelepasan hormon endorfin ketika berolahraga, yang mampu menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi.

Anda tidak perlu melakukan olahraga yang berat. Cukup lakukan olahraga yang sederhana, seperti jalan santai di depan kompleks.

  1. Konsumsi minuman hangat

Selain mengompres perut dengan menggunakan air hangat, Anda juga bisa mengonsumsi minuman hangat untuk meredakan nyeri saat menstruasi. Salah satu yang disarankan adalah teh kamomil atau chamomile.

Menurut sebuah studi dalam “Journal of Agriculture and Chemistry” tahun 2005, teh kamomil mengandung hippurate, yaitu senyawa yang punya sifat antiinflamasi alami. Agen antiinflamasi ini dapat membantu mengurangi nyeri haid.

  1. Atur pola makan sehat

Mengonsumsi banyak sayur dan mengurangi makanan berlemak dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan yang berlemak, pilihlah sumber lemak tidak jenuh seperti yang terdapat dalam alpukat dan kacang-kacangan.

  1. Pemijatan

Lakukan pemijatan dengan lembut pada area pinggang maupun perut yang sedang mengalami kram. Pijatan relaksasi ini dapat mengendurkan otot-otot yang tegang saat menstruasi, yang pada akhirnya akan mengurangi rasa nyeri akibat kram.

Apabila cara-cara di atas tak mempan untuk menghilangkan nyeri haid, Anda bisa minum obat antinyeri yang dijual bebas. Misalnya yang mengandung parasetamol, asam mefenamat, ataupun ibuprofen. Namun begitu, dr. Theresia menyarankan untuk mengonsumsi obat nyeri haid sesuai anjuran dokter.

“Bila rasa nyeri sangat mengganggu hingga tak dapat beraktivitas, sebaiknya periksakan kondisi organ reproduksi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dengan melakukan pemeriksaan lebih dini, jika ada masalah dapat ditangani lebih awal, sehingga berbagai komplikasi dapat dihindari,” pungkas dr. Theresia.

Meski kram perut saat menstruasi adalah wajar, Anda tetap diminta untuk waspada jika cara-cara mengatasi nyeri haid yang disebutkan di atas tak mempan, atau jika rasa sakit muncul lebih dari tiga hari. Apalagi jika rasa sakit disertai juga dengan gejala lain seperti mual, diare dan muntah. Jika itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar