Sukses

Sering Mengantuk di Ruangan Ber-AC? Ini Alasannya

Ruangan ber-AC yang sejuk sering kali membuat Anda mengantuk. Apa, ya, penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Harusnya bekerja, tetapi dinginnya ruangan ber-AC di kantor malah bikin mengantuk. Apakah Anda sering mengalaminya? Jika ya, yuk, ketahui penyebabnya lewat artikel ini.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, sering merasa mengantuk saat berada di ruangan ber-AC merupakan kondisi yang normal dan wajar terjadi. Penyebabnya adalah, ketika tubuh berada di ruangan ber-AC, maka secara otomatis metabolik tubuh akan menurun dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitar.

“Ketika metabolik dalam tubuh menurun, maka tubuh akan terasa lebih lemas, mengantuk, dan rasanya ingin bersiap untuk tidur di kasur. Itulah alasan mengapa setiap malam Anda tertidur pulas jika tidur di kamar yang berpendingin. Selain karena nyaman, sistem di dalam otak juga akan ‘mengatur’ tubuh Anda untuk beristirahat,” kata dr. Sepriani menjelaskan.

Cara mengatasi rasa kantuk di ruangan ber-AC

Kalau mengantuk karena udara sejuk di rumah, sih, tidak apa-apa. Akan tetapi kalau di kantor, ini bisa mengganggu produktivitas. Adakah cara untuk mengatasinya?

Untuk menyiasatinya, dr. Sepriani menyarankan Anda untuk bergerak setidaknya satu jam sekali. Ini ditujukan agar suhu tubuh meningkat, sehingga pasokan oksigen akan kembali mengalir ke seluruh tubuh.

Apabila Anda kerja kantoran yang mengharuskan Anda duduk selama berjam-jam, pastikan untuk bergerak tiap satu atau dua jam sekali agar tubuh lebih hangat. Berjalan ke kamar mandi atau hanya menyapa teman kerja di mejanya sudah cukup, sehingga bisa meredakan kantuk. Demikian dituturkan oleh dr. Sepriani.

Waspada jika rasa mengantuk frekuensinya sering

Meski mengantuk ketika berada di ruangan ber-AC umumnya wajar, tetapi jika rasa kantuk berlebihan, ini bisa menjadi tanda ada yang salah dengan tubuh.

Sebagai contoh, orang yang sering mengalami kantuk berlebih ada kemungkinan mengalami kelelahan kronis.

“Orang-orang dengan kelelahan kronis faktanya sangat sering mengantuk, apalagi kalau keluhan tersebut sudah dialami selama lebih dari 6 bulan tanpa adanya penyebab yang jelas,” ujar dr. Sepriani.

Selain ngantuk berlebih, gejala kelelahan kronis lainnya adalah penderita mungkin mengalami kesulitan secara kognitif, seperti sulit untuk berpikir dan konsentrasi. Selain itu, ada juga gejala lainnya seperti mudah lupa atau gangguan memori jangka pendek.

Selain kelelahan kronis, mengantuk berlebihan juga bisa merupakan tanda kekurangan oksigen atau hipoksia. Biasanya, hipoksia lebih sering dialami oleh mereka yang sebagian besar aktivitasnya dihabiskan di dalam ruangan, bekerja di gedung tinggi, dan bekerja di suhu ruangan yang cukup dingin.

Tak hanya itu, sering mengantuk juga dikaitkan dengan gangguan tidur hipersomnia.

“Kebalikan dari insomnia, hipersomia adalah gangguan tidur yang penderitanya kesulitan saat bangun tidur atau tetap terjaga. Pada kondisi hipersomnia, keinginan untuk tidur bisa terjadi kapan saja, termasuk saat berkendara atau di tengah-tengah aktivitas,” jelas dr. Sepriani.

Makan terlalu banyak juga bisa menjadi dalang di balik sulitnya terjaga saat berada di ruangan ber-AC, apalagi jika menu makan didominasi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan. Jenis makanan ini bisa menyebabkan naiknya kadar gula darah secara cepat, yang lalu juga cepat menurun sehingga mengakibatkan turunnya energi.

Menu yang tinggi protein juga bisa bikin mengantuk karena adanya kandungan triptofan asam amino, yang lalu digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin. Serotonin ini dapat menyebabkan badan lemas dan mengantuk.

Apabila Anda sering mengantuk saat berada di ruangan ber-AC, akali dengan lebih aktif bergerak dan lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi, misalnya saat makan siang. Jika rasa kantuk yang dirasakan berlebihan, sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, serta dialami dalam jangka waktu lama, sebaiknya periksakan diri ke dokter supaya bisa diketahui penyebabnya.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar