Sukses

Jangan Lakukan 6 Olahraga Ini saat Hamil

Ibu hamil tetap harus olahraga, tetapi pilihannya jangan sembarangan. Ini olahraga yang sebaiknya tidak dilakukan saat hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga adalah salah satu syarat tubuh sehat untuk orang, tak terkecuali ibu hamil. Namun, memilih olahraga yang dilakukan jangan sembarangan karena bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin. Apa saja olahraga yang sebaiknya dihindari ibu hamil? Baca terus artikel ini.

Pada wanita hamil, biasanya dokter spesialis kebidanan dan kandungan akan menyarankan untuk tetap berolahraga asalkan bukan olahraga berat. Ini dimaksudkan untuk menjaga dan menunjang kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Menurut penjelasan dari dr. Valda Garcia dari KlikDokter, ada beberapa jenis olahraga yang sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil, yaitu:

  1. Menyelam

Menyelam seperti free diving, scuba diving, atau snorkeling harus dihindari selama masa kehamilan. Karena, olahraga jenis ini bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami dekompresi. Gejalanya adalah badan lemas, pusing, hingga kesulitan untuk bernapas. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko keguguran. Bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami cacat lahir. Gelembung gas nitrogen juga dapat terbentuk dalam aliran darah bayi Anda ketika Anda muncul ke permukaan.

  1. Seluncur es

Meski mengasyikkan, tetapi seluncur es atau ice skating bisa membahayakan ibu hamil, terutama saat sedang hamil tua (trimester ketiga).

Permukaan es yang licin bisa meningkatkan risiko ibu hamil terjatuh dan membuat perut berisiko terbentur lantai es. Kata dr. Valda, benturan keras yang terjadi di perut bisa membuat ibu hamil mengalami syok, perdarahan, bahkan kasus terburuknya adalah keguguran.

“Meski ibu hamil jago bermain ice skating, sebaiknya hindari olahrga tersebut agar terhindar dari potensi risiko tadi. ‘Libur’ ice skating dulu selama masa kehamilan tak ada apa-apanya dibandingkan dengan keselamatan ibu dan bayi,” kata dr. Valda.

  1. Basket dan sepak bola

Sama halnya dengan seluncur es, bermain basket dan sepak bola juga bisa meningkatkan risiko keguguran. Hal ini dikarenakan ibu hamil lebih banyak berlari dengan tenaga kencang, dan risiko terlempar atau tertendang bola pun juga tinggi. 

“Akan ada guncangan-guncangan yang terjadi selama Anda bermain bola. Inilah yang nantinya buat perut ibu jadi sakit, bayi dalam kandungan jadi tidak nyaman, dan akhirnya menimbulkan risiko kesehatan tertentu,” ujar dr. Valda.

Selain bola basket dan sepak bola, olahraga seperti bulu tangkis, bermain tenis, hoki, dan voli juga tidak diperbolehkan selama hamil. 

  1. Kickboxing 

“Olahraga yang satu ini jelas tak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Tidak hanya berbahaya bagi kondisi janin, ibu pun juga bisa terkena dampaknya. Kickboxing butuh tenaga lebih sehingga bisa bikin ibu hamil kelelahan. Ibu hamil yang kelelahan bisa menyebabkan pingsan, sulit bernapas, pusing berlebih, dan dehidrasi,” kata dr. Valda menjelaskan.

  1. Lari

Meski ada yang beranggapan bahwa lari tergolong olahraga yang aman untuk ibu hamil, tetapi nyatanya lari bisa menyebabkan guncangan hebat pada janin. Goncangan ini kemudian akan menimbulkan ketidaknyamanan dan meningkatkan risiko ibu hamil terjatuh.

Jika dari sebelum hamil suka lari, sebaiknya lari diganti dengan jalan santai keliling komplek sambil mendengarkan musik. Nanti lari boleh dilanjutkan setelah dokter mengatakan Anda kembali fit untuk melakukannya lagi setelah persalinan.

  1. Mendaki gunung

Ibu hamil yang termasuk “anak gunung” disarankan untuk berhenti sementara waktu dari aktivitas mendaki selama masa kehamilan. Selain bisa menimbulkan kelelahan, risiko kekurangan oksigen makin besar di ketinggian. Tak hanya itu, ada pula risiko tergelincir akibat medan yang berbatu, licin, dan curam.

Jangan lantas bersedih hati karena jenis-jenis olahraga di atas tak boleh dilakukan. Masih ada olahraga lainnya yang sama-sama menyehatkan dan jauh lebih aman, seperti yoga, berenang, joging, meditasi, senam ibu hamil, dan olahraga lainnya yang dinyatakan aman dan lebih baik lagi memiliki instruktur khusus untuk ibu hamil.

Untuk lebih amannya, lakukan konsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan olahraga yang diinginkan. Jangan lakukan olahraga ekstrem, apalagi jika kehamilan tergolong bermasalah atau punya kondisi medis tertentu. Ingat, kesehatan ibu hamil dan janin adalah prioritas.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar