Sukses

Hamil Anggur, Penyebab dan Cara Menanganinya

Pernahkah Anda mendengar tentang hamil anggur? Kondisi kehamilan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Klikdokter.com, Jakarta Hamil anggur bisa terjadi pada ibu hamil bila kondisi kesehatannya tidak dijaga dengan baik. Bila Anda tengah hamil, ketahui lebih lanjut seputar kondisi kehamilan ini agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang optimal.

Mengenal hamil anggur

Hamil anggur merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat kelainan plasenta karena adanya masalah pada saat terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Alih-alih terjadi pertumbuhan janin yang sehat, tetapi terjadi pertumbuhan jaringan yang mengalami kelainan. Kondisi ini secara medis disebut dengan mola hidatidosa.

Pada kehamilan anggur, terjadi kesalahan genetik yang menyebabkan kelainan pertumbuhan jaringan di dalam rahim. Pada hamil anggur, janin tidak berkembang dan perkembangan jaringan yang mengalami kelainan terjadi dengan lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jaringan yang mengalami kelainan.

Nama ‘hamil anggur’ muncul karena penampilan mola hidatidosa ini tampak seperti susunan anggur yang besar dan acak. Hamil anggur dapat terjadi tanpa adanya janin sepenuhnya atau adanya janin yang mengalami kelainan yang sangat berat.

Kenali gejala hamil anggur

Pada hamil anggur, seorang wanita dapat mengalami gejala-gejala yang umum pada masa kehamilan. Baik itu mual dan muntah, flek atau perdarahan dari vagina, dan peningkatan hormon beta hCG (hormon kehamilan).

Nyeri di daerah panggul juga dapat dirasakan. Beberapa gejala lain yang mungkin muncul adalah adanya tekanan darah tinggi, perut terlihat lebih besar daripada umur kehamilan yang sebenarnya, ditemukannya protein di dalam air seni, dan adanya masalah pada kelenjar tiroid.

Tapi, meskipun seorang wanita mengalami gejala tersebut, saat pemeriksaan dengan USG, ditemukan adanya plasenta yang mengalami kelainan –dengan tampilan seperti anggur dan tidak terdeteksinya ada gerakan janin atau denyut jantung janin. Kondisi ini biasanya baru dapat terdeteksi pada usia 8-14 minggu usia kehamilan.

Penyebab hamil anggur

Hamil anggur atau mola hidatidosa ini terjadi karena proses pembuahan telur mengalami kelainan. Terjadi kelainan karena sel telur yang dibuahi merupakan sel telur yang kosong, sehingga sel sperma hanya membuahi sel telur yang kosong.

Pada sel telur yang kosong, informasi genetika dari ibu tidak ada atau hanya ada sebagian. Akibatnya ketika dibuahi oleh sperma, tidak terjadi perkembangan janin yang normal. Pada sel telur yang tidak mengandung informasi genetika sama sekali, maka akan terjadi hamil anggur tanpa adanya perkembangan janin sama sekali.

Sedangkan, pada pembuahan sel telur yang hanya mengandung sebagian informasi genetika dari ibu, maka bisa terdapat perkembangan janin. Meski demikian, akan terdapat kelainan yang sangat berat sehingga janin tidak dapat bertahan hidup dan mengalami keguguran di masa awal kehamilan.

Hamil anggur ini juga dapat terjadi ketika sel telur yang kosong dibuahi oleh dua sperma sekaligus.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya hamil anggur adalah usia kehamilan ibu yang biasanya lebih muda dari usia 20 tahun atau lebih tua dari 35 tahun. Adanya riwayat pernah hamil anggur sebelumnya juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadi hamil anggur berikutnya.

Lakukan ini bila Anda mengalami hamil anggur

Setelah hamil anggur ditangani secara medis dengan mengangkat jaringan yang mengalami kelainan, sang ibu tetap perlu dipantau. Sebab pada hamil anggur, sel atau jaringan yang mengalami kelainan bisa saja masih tertinggal di rahim ibu dan terus mengalami pertumbuhan.

Pertumbuhan jaringan yang mengalami kelainan ini juga dapat menyebabkan perdarahan. Karena jaringan yang mengalami kelainan dapat menembus dinding rahim. Pertumbuhan jaringan ini juga ada yang dapat berkembang menjadi semakin ganas.

Demikianlah penyebab hamil anggur dan cara menanganinya. Apabila di masa kehamilan Anda mengalami berbagai gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk menghindari kondisi yang semakin parah.

[NP/ RH]

 

0 Komentar

Belum ada komentar