Sukses

Implan Koklea, Benarkah Dapat Mengatasi Masalah pada Tunarungu?

Prosedur implan koklea disebut-sebut dapat mengatasi gangguan yang kerap dialami tunarungu. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Kehilangan pendengaran pada tunarungu yang juga dikenal dengan sebutan tuli, adalah kondisi seseorang tidak dapat mendengar suara secara sebagian atau penuh pada salah satu atau kedua telinga. Salah satu prosedur yang dikatakan bisa mengatasinya adalah implan koklea. Memperingati Hari Tunarungu Internasional, yuk mengenal prosedur implan koklea lebih jauh.

Kualitas pendengaran yang semakin berkurang adalah faktor yang berkontribusi pada ketulian. Faktor lainnya, seperti kotoran telinga yang menyumbat, juga dapat menghambat telinga dalam menghantarkan suara dengan secara normal

Klasifikasi tuli

Gangguan pendengaran juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bagian mana dari sistem pendengaran yang terpengaruh. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Ketika sistem saraf terpengaruh, artinya terjadi gangguan pendengaran sensorineural.
  • Ketika bagian-bagian telinga yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan suara ke saraf dipengaruhi, akan terjadi gangguan pendengaran konduktif.
  • Kondisi yang memengaruhi koklea, saraf kranial kedelapan, sumsum tulang belakang, atau otak juga menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural.

Dari berbagai kondisi di atas, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah prosedur implan koklea.

Seputar implan koklea

Implan koklea adalah sebuah pilihan untuk mengatasi masalah pada tunarungu dengan kelainan tuli yang serius, serta keterlibatan rusaknya koklea.

Prosedur ini menggunakan perangkat elektronik implantasi dengan prosedur pembedahan bagi seseorang yang memiliki gangguan pendengaran yang parah atau dalam. Implan koklea tidak menyembuhkan ketulian atau gangguan pendengaran, tetapi secara langsung merangsang koklea. 

Ada lebih dari 250.000 orang di seluruh dunia dan ada sekitar 12.000 orang  di Inggris yang menggunakan implan koklea.

Walaupun demikian, meskipun perangkat tersebut dapat membantu seseorang mendengar lebih baik dan mendeteksi suara lingkungan, hasilnya tidak sebagus kualitas suara yang diproses oleh koklea secara alami. Oleh sebab itu, prosedur ini tidak akan mampu mengembalikan pendengaran ke tingkat normal lagi. Akan tetapi tetap saja, prosedur implan koklea bisa memberikan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan alat bantu dengar yang telah dicoba sebelumnya.

Secara umum, jika orang yang diimplantasi kehilangan pendengarannya setelah mereka belajar bahasa, implan koklea dapat sangat membantu, khususnya bagi orang yang baru saja kehilangan pendengarannya. 

Meskipun perbaikan dalam teknik implantasi sedang berlangsung, tetap masih ada risiko akibat tindakan operasi dan sangat mungkin operasi akan gagal dan tidak akan mengembalikan pendengaran. Implan koklea diklaim sebagai prosedur medis paling sukses di dunia dalam mengatasi masalah tunarungu dengan tingkat kegagalan hanya sekitar 0,5 persen. 

Cara kerja implan koklea

Implan koklea sepenuhnya mengikuti mekanisme pendengaran normal yang tidak berfungsi, dan menstimulasi saraf pendengaran secara langsung melalui perakitan elektroda yang ditanamkan secara internal.

Prosesor akan menangkap suara dan mengubahnya menjadi kode digital. Prosesor suara ini memiliki baterai yang memberi daya ke seluruh sistem, kemudian mentransmisikan suara yang dikodekan secara digital melalui koil ke implan tepat di bawah kulit.

Implan mengubah suara yang dikodekan secara digital menjadi sinyal listrik dan mengirimkannya di sepanjang susunan elektroda yang diposisikan di koklea (telinga bagian dalam).

Elektroda implan menstimulasi serabut saraf pendengaran koklea, yang menyampaikan sinyal suara ke otak untuk menghasilkan sensasi pendengaran.

Pada operasi implan koklea, dokter akan membuat sayatan di belakang telinga untuk mendapatkan akses ke telinga tengah dan koklea. Operasi berlangsung sekitar tiga jam dan biasanya dan selanjutnya pasien akan menghabiskan satu malam rawat inap di rumah sakit.

Operasi ini tergolong rumit, tetapi sebenarnya tidak berbahaya karena tidak ada organ vital yang berisiko terganggu. Usai operasi, biasanya pasien akan diminta untuk tidak mencuci rambut selama tiga minggu untuk mengoptimalkan proses penyembuhan.

Intinya, implan koklea memang dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh tunarungu dalam kesulitan mendengar. Namun perlu diingat kembali, bahwa hasil yang dicapai tidak akan sebaik fungsi pendengaran pada kondisi normal. Selain itu, prosedur ini juga tidak akan mengembalikan fungsi pendengaran normal seutuhnya, hanya membantu pasien tunarungu dalam proses mendengar.

[NP/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar