Sukses

Detak Jantung Sering Tak Beraturan, Haruskah Khawatir?

Detak jantung bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Kalau sering tak beraturan, perlukah khawatir?

Klikdokter.com, Jakarta Detak jantung bisa menggambarkan kondisi kesehatan. Bila beraturan, tandanya jantung dalam keadaan sehat. Apabila sering tak beraturan, apakah ini pertanda penyakit serius?

Detak jantung atau denyut nadi terjadi karena adanya darah yang kembali ke jantung dan di pompa ke seluruh tubuh. Pada dewasa normal, kecepatan denyut nadi adalah sekitar 60-100 kali per menit. Jika di bawah atau di atas rentang tersebut, maka perlu evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

Detak jantung yang tidak beraturan (istilah medisnya adalah aritmia), adalah gangguan perjalanan listrik di jantung, yang mana akan mengakibatkan detak jantung abnormal. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor genetik, penyakit jantung, diabetes, gangguan hormon tiroid, ketidakseimbangan elektrolit, proses pemulihan operasi jantung, atau adanya perubahan otot-otot jantung.

Mengenal beberapa tipe aritmia

Ada beberapa jenis aritmia yang umum terjadi, antara lain:

  • Fibrilasi atrium

Fibirilasi atrium (FA) adalah jenis aritmia yang paling sering terjadi. Pada tipe ini, yang terjadi adalah denyut di serambi atrium jantung tidak beraturan dan lebih cepat dibandingkan normalnya.

Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, maka risiko penggumpalan darah akan meningkat dan menyebabkan banyak komplikasi. 

Angka kejadian FA sendiri mencapai 1-2 persen dari keseluruhan penyakit jantung. Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat setiap tahunnya. FA banyak dialami pria ketimbang wanita.

Umumnya, FA berhubungan dengan penyakit lainnya seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, obesitas, penyakit jantung bawaan, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). 

  • Fibrilasi ventrikel

Fibrilasi ventrikel (FV) tergolong kondisi yang mengancam nyawa—bisa mengakibatkan henti jantung sewaktu-waktu dan kematian mendadak. Ini terjadi akibat listrik di serambi ventrikel tidak beraturan, sehingga jantung tidak dapat memompa darah ke organ-organ vital tubuh.  

  • Kontraksi prematur

Kontraksi prematur pada jantung digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kontraksi atrial prematur dan kontraksi ventrikel prematur. Kontraksi prematur adakah kondisi adanya denyut jantung tambahan yang disebabkan oleh kontraksi serambi sebelum waktunya.

Gejala aritmia yang tak boleh disepelekan

Aritmia terkadang tidak menunjukkan gejala. Tak jarang, ada yang tahu detak jantungnya tak beraturan karena ketidaksengajaan, misalnya saat melakukan medical check-up

Meski demikian, ada beberapa tanda dan gejala yang patut diwaspadai karena bisa mengarah pada kelainan detak jantung. Di antaranya adalah:

  • Sering merasa berdebar-debar atau merasa detak jantung ada yang hilang
  • Keringat dingin
  • Rasa melayang, berkunang-kunang
  • Sesak napas
  • Dada terasa berat, tak jarang ada nyeri dada
  • Pingsan 
  • Mudah merasa lelah
1 dari 2 halaman

Bahaya detak jantung yang sering tidak beraturan

Mengingat jantung adalah salah satu organ vital tubuh, mengalami detak jantung yang tak beraturan tak boleh dipandang sebelah mata. Meski memang ada jenis aritmia yang tidak berbahaya dan tak membutuhkan tindakan khusus, tetapi tetap saja detak jantung yang tidak biasa harus diwaspadai.

Beberapa bahaya jika memiliki detak jantung yang tak beraturan adalah meningkatnya risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, ada pula risiko kematian mendadak akibat kontraksi jantung yang terlalu cepat.

Mari MENARI: memeriksa nadi sendiri!

Langkah sederhana untuk mendeteksi apakah denyut nadi beraturan atau tidak, Anda bisa melakukan MENARI (memeriksa nadi sendiri).

Anda dapat memeriksa denyut nadi di beberapa area seperti pergelangan tangan, bagian siku dalam, maupun di leher. 

Apabila ingin memeriksa denyut nadi di  area pergelangan tangan, Anda bisa meletakkan kedua jari (ujung jari telunjuk dan jari tengah) ke telapak tangan yang akan diperiksa, tepatnya di pangkal bawah jempol. Jika sudah teraba jelas denyutnya, hitung selama 1 menit untuk mendapatkan jumlah denyut nadi Anda. 

Apabila saat pemeriksaan Anda merasakan denyut nadi tidak beraturan—bisa teraba sangat cepat atau lambat, ada denyut tambahan maupun ada yang hilang—sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis jantung.

Dokter akan melakukan evaluasi yang menyeluruh dan akan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi. Untuk menetapkan diagnosis, butuh wawancara medis, pemeriksaan fisik yang menyeluruh, dan pemeriksaan penunjang. 

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan seperti rekam jantung (EKG), pemeriksaan ekokardiogram, uji latih atau uji berjalan 6 menit, studi elektrofisiologi, CT-scan atau MRI, monitor Holter, maupun elektrofisiologi.

Memang detak jantung tak beraturan bisa tak berbahaya. Namun, mengingat jantung perannya vital, jika mendapati gejala yang tidak biasa, jangan diremehkan. 

Detak jantung yang tidak beraturan bisa berujung pada stroke, serangan jantung, bahkan kematian. Oleh sebab itu, lakukan cek kesehatan rutin. Jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Makin cepat keluhan terdeteksi penyebabnya, maka akan semakin cepat ditangani dan risiko berbahaya juga bisa diminimalkan.

(RN/RH)

1 Komentar