Sukses

Wanita, Inilah Tanda bahwa Suami Anda Mengalami Depresi

Beban dan tekanan yang datang silih berganti bisa membuat suami Anda mengalami depresi. Kenali tanda dan cara mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Kata depresi mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Ini adalah kondisi di mana suasana hati berubah dan menyebabkan perasaan sedih, cemas, serta takut berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada suami Anda. Ketahui tanda depresi agar Anda bisa mengenalinya.

Banyak hal yang bisa membuat suami Anda mengalami depresi. Misalnya beban pekerjaan, kemacetan, hubungan dengan relasi, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, pria cenderung lebih bisa menutupi perasaan depresi yang dialaminya, baik karena malu atau gengsi. Untuk itu, Anda sebagai istri harus peka terhadap kondisi suami.

Tanda depresi pada suami

Seseorang yang merasa depresi dapat mengalami masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, tak sedikit yang berpikiran bahwa hidup mereka sudah tak lagi berarti.

Dilihat dari sudut pandang berbeda, dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter mengatakan bahwa seseorang yang depresi juga cenderung melakukan perilaku berikut ini:

  • Menyendiri dan tidak bersosialisasi

Apakah suami Anda terlihat menarik diri dari pergaulan, baik pada lingkungan kantor ataupun rumah? Jika ya, mungkin saja ia sedang tertekan sehingga memilih menarik diri dari perilaku sosial.

Dugaan tersebut akan semakin kuat apabila perilaku suami Anda juga berubah menjadi lebih pendiam atau tidak banyak berbicara. Atau memilih untuk sendiri dalam setiap keadaan dan menutup diri dari Anda yang merupakan orang terdekatnya.

  • Mudah tersinggung

Mudah tersinggung dan mudah marah adalah gejala lain yang sering muncul pada orang depresi. Biasanya, mereka yang mengalami depresi akan lebih mudah marah, menangis, dan selalu terlihat lebih murung dari biasanya. 

Jadi, apakah akhir-akhir ini suami Anda sering terlihat murung bahkan menangis tanpa sebab? Jika ya, coba tanyakan padanya tentang apa yang sedang terjadi.

Jika suami Anda tetap diam atau justru marah, jangan paksa untuk bercerita. Memaksa orang yang sedang depresi justru akan membuat keadaan semakin runyam.

  • Selalu mencari alasan untuk tidak bekerja 

Bukan karena sakit, tapi malas bekerja atau malas melakukan aktivitas sehari-hari memang sengaja dilakukan oleh siapa pun yang mengalami depresi.

Biasanya, suami Anda akan bermalas-malasan dan memilih untuk tidur seharian, baik itu di hari kerja maupun hari libur. Jika waktu tidur yang ditempuh lebih dari 12–16 jam, maka bisa jadi suami Anda positif mengalami depresi. 

Di sisi lain, dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter mengatakan bahwa orang yang depresi juga bisa kesulitan tidur. Mereka akan cenderung terjaga meski tubuh telah kelelahan.

“Menurut penelitian yang diterbitkan dalam National Institute of Mental Health di Amerika Serikat, insomnia juga masuk dalam gejala depresi yang perlu diwaspadai. Gangguan tidur ini biasanya akan berlangsung selama sepekan bahkan lebih,” ujarnya. 

  • Tidak nafsu makan 

Jangan langsung tersinggung dan marah ketika suami tidak mau menyentuh atau menghabiskan makanan yang Anda buat. Bisa jadi, ini adalah gejala lain dari depresi yang dialaminya.

Kalau sudah demikian, coba ajak suami Anda untuk bicara empat mata. Lakukan pendekatan yang lembut agar ia mau terbuka dan menceritakan kondisi yang sedang dialaminya.

Tawarkan juga beberapa alternatif bantuan, seperti saran yang membangun atau waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya. Bila memungkinkan, Anda juga bisa menawarkan bantuan dari psikiater. 

Tak hanya itu, Anda juga bisa mengajak suami melakukan aktivitas yang menyenangkan –seperti pergi liburan, olahraga bersama, jalan-jalan ke tempat favoritnya, kuliner di tempat baru dan sebagainya. Hal-hal kecil seperti ini bisa memberikan perubahan positif yang besar pada kondisi psikis suami. 

Depresi bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali pada suami yang selama ini Anda kenal sebagai sosok yang tegar. Segera kenali tandanya agar ia segera mendapat bantuan. Jika Anda memerlukan bantuan profesional, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter atau psikiater. Jangan tinggal diam dan membiarkan suami Anda tenggelam dalam gelapnya jurang depresi!

(NB/ RH)

1 Komentar