Sukses

Mengintip Tren Wisata Kesehatan yang Sedang Naik Daun

Kini berwisata sekaligus cek kesehatan sedang tren. Intip hal-hal seputar tren wisata kesehatan yang sedang naik daun ini.

Klikdokter.com, Jakarta Dahulu, berwisata berarti melancong ke tempat-tempat baru dan menikmati kuliner lokal sambil berkegiatan yang untuk menyegarkan pikiran. Namun, beberapa tahun belakangan ada tren wisata kesehatan alias medical tourism. Apa itu?

Berkenalan dengan tren wisata kesehatan

Secara definisi, wisata kesehatan adalah wisata atau perjalanan yang dilakukan seseorang ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Di kawasan Asia sendiri, beberapa rumah sakit sudah memiliki reputasi yang baik dalam pelayanan wisata kesehatan.

Di beberapa negara seperti Singapura dan Thailand, bahkan pemerintah setempat telah memiliki agensi yang secara khusus melayani wisata kesehatan. Untuk kawasan Asia Tenggara, negara-negara yang paling diminati sebagai tujuan wisata kesehatan antara lain Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Alasan mengapa tren wisata kesehatan diminati

Kurangnya pelayanan kesehatan di negara sendiri dianggap menjadi salah satu alasan pelancong wisata kesehatan berbondong-bondong pergi ke negara lain. Selain itu, biaya pengobatan yang lebih murah dibandingkan negara sendiri hingga teknologi yang lebih canggih juga adalah alasan lainnya. Meski begitu, ada pula pelancong yang memilih untuk melakukan pemeriksaan atau mendapatkan pengobatan di luar negeri karena gengsi semata.

Menurut data pada tahun 2017, terdapat peningkatan populasi masyarakat yang bepergian untuk wisata kesehatan ke Thailand dan Malaysia, yaitu dari 8 persen menjadi 12 persen.

Di Thailand sendiri, penduduk Cina menduduki peringkat pertama yang paling banyak melakukan wisata kesehatan. Sedangkan di negara Malaysia, Indonesia menjadi "kontributor" utama penyumbang devisa wisata kesehatan.

Negara tujuan tren wisata di Asia berdasarkan kebutuhan

Selain masyarakat Indonesia, warga Singapura pun turut menjadi konsumen wisata di Malaysia. Pada umumnya warga Singapura memilih melakukan terapi jangka panjang yang membutuhkan biaya tinggi di Malaysia, seperti kemoterapi pada pasien kanker ataupun cuci darah (dialisis). 

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2017, disebutkan bahwa tindakan medis yang paling diminati di Asia berdasarkan peringkatnya adalah prosedur bayi tabung (IVF), penanganan kanker, ortopedi, mata (operasi katarak, lasik, dan sebagainya), jantung (prosedur kateterisasi, by pass jantung, saraf, anak, perawatan gigi, dan transplantasi organ. 

Dari survei yang sama disebutkan bahwa alasan para konsumen melakukan wisata kesehatan adalah biaya yang lebih terjangkau, sistem kesehatan yang lebih berkualitas, staf medis (dokter, perawat, dsb) yang lebih berpengalaman dan memiliki reputasi baik, serta sekaligus pergi berlibur. 

Negara Singapura menjadi tujuan utama wisata medis di Asia dan paling diminati oleh pasien internasional. Berdasarkan data dari Singapore Tourism Board (STB), pasien internasional yang datang ke Singapura setiap tahunnya bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan hingga melakukan prosedur bedah canggih seperti prosedur jantung, saraf, onkologi, mata, transplantasi organ, hingga anak. Bahkan pada tahun 2013, total devisa dari wisata kesehatan di Singapura mencapai angka $618,4 juta.

Berbeda dari Singapura, prosedur yang lebih diminati sebagai tujuan wisata kesehatan di Thailand adalah tindakan kosmetik, kulit, dan bedah plastik. Beberapa rumah sakit swasta di Thailand pun menjadi tujuan utama para konsumen. 

Selain Singapura dan Thailand, Malaysia juga mendapatkan banyak keuntungan dari wisata kesehatan. Berdasarkan data pada tahun 2016, total pendapatan yang berasal dari wisata kesehatan menginjak angka $238,8 juta dari 900.000 turis wisata kesehatan.

Di Indonesia, peminat dan pelaku wisata kesehatan tak sedikit dan ini pada dasarnya adalah hak setiap orang untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Meski sekarang wisata kesehatan lebih mudah didapat, apalagi sudah banyak biro perjalanan yang menawarkan layanan ini, Anda sebagai konsumen tetap harus bersikap kritis. Jangan sampai tergiur iming-iming iklan dan harga murah padahal kualitas pelayanan medisnya meragukan.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar