Sukses

Kapan Vaksin Rabies Perlu Diberikan?

Untuk dapat mencegah rabies dengan efektif, kapan Anda perlu diberikan vaksin rabies? Ini penjelasannya lengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Rabies atau anjing gila, adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan pembawa virus rabies di antaranya adalah anjing, kucing, kera, dan kelelawar. Manusia bisa tertular rabies akibat air liur hewan jika hewan tersebut menggigit. Karenanya, vaksin rabies amat dibutuhkan. Kapan vaksin perlu diberikan?

Gejala rabies dan penanganannya

Baik pada manusia maupun hewan, rabies menyerang sistem saraf dan menyebabkan kematian dalam waktu beberapa hari. Gejalanya bisa didahului dengan perubahan perilaku menjadi lebih agresif, terjadi halusinasi, hingga kekakuan otot.

Lalu, dalam waktu tak lama akan terjadi kejang dan gangguan kesadaran. Jika kondisi seperti ini sudah terjadi, umumnya sangat sulit penderitanya untuk bisa sembuh.

Oleh karena itu, jika seseorang digigit anjing atau hewan lain yang berpotensi menularkan rabies, maka tindakan penanganan dan pencegahan rabies yang cepat perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin anti rabies. Terdapat dua jenis vaksin anti rabies, yaitu:

  • Vaksin anti rabies (VAR)

VAR merupakan obat anti rabies yang bekerja dengan cara merangsang sistem daya tahan tubuh untuk membentuk imunitas terhadap virus rabies.

Pada orang yang membutuhkan VAR, dokter akan menyuntikkan vaksin ini sebanyak dua suntikan; satu suntikan di lengan kanan dan satu suntikan di lengan kiri. Kemudian, suntikan VAR tersebut akan diulangi lagi satu dan dua minggu kemudian.

  • Serum anti rabies (SAR)

Berbeda cara kerjanya dengan VAR, SAR berguna untuk menetralisir toksin rabies yang masuk segera setelah seseorang digigit anjing. SAR umumnya hanya diberikan satu kali dengan cara disuntikkan di sekitar luka gigitan anjing.

Kapan vaksin rabies harus diberikan?

Tidak semua orang yang mengalami gigitan anjing akan memerlukan dua jenis anti rabies tersebut. Pemberian anti rabies tergantung pada kondisi anjing yang menggigit korban dan kedalaman luka.

Jika anjing bisa ditangkap setelah kejadian dan dipastikan bebas dari rabies, maka korban gigitan anjing tak perlu menerima anti rabies apa pun. Pengobatan yang dilakukan hanyalah perawatan luka seperti biasa.

Namun, jika anjing tak bisa ditangkap atau anjing tak bisa dipastikan bebas dari rabies, maka korban gigitan anjing perlu mendapatkan anti rabies.

Jika lukanya masuk dalam kategori luka risiko tinggi (misalnya luka yang dalam atau lebar di daerah kepala, leher, bahu, jari-jari, kemaluan, atau luka di banyak tempat), maka VAR dan SAR perlu diberikan.

Sementara itu, pada luka yang berisiko rendah (misalnya berupa cakaran, gigitan kecil, atau lecet di daerah yang tidak memiliki banyak saraf), umumnya VAR saja yang diberikan.

1 dari 2 halaman

Mencegah penularan rabies

Selain anti rabies, ada dua hal lain yang juga penting untuk mencegah terjadinya penularan rabies.

Yang pertama adalah, semua pemilik hewan peliharaan yang dapat menularkan rabies, misalnya anjing atau kucing, harus membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksin rabies dengan teratur. Vaksin tersebut umumnya bisa didapatkan di dokter hewan atau pusat kesehatan hewan (puskeswan).

Kedua, jika seseorang digigit anjing atau hewan lain yang berpotensi menularkan rabies, tindakan pertama dan utama yang bisa dilakukan sendiri adalah mencuci luka sesegera mungkin.

Cara pencucian luka yang benar untuk bisa mematikan virus rabies dengan efektif adalah dengan mengaliri luka dengan air bersih. Kemudian, luka digosok lembut dengan sabun. Lakukan tindakan pencucian luka tersebut selama 15 menit.

Baru setelah itu, cari pertolongan tenaga medis untuk perawatan luka lebih lanjut serta untuk mendapatkan anti rabies.

Meski penting, pemberian vaksin rabies juga tak boleh asal. Kapan waktu yang tepat untuk vaksin rabies bisa diberikan bergantung pada pemeriksaan oleh dokter. Bila Anda digigit anjing, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kebutuhkan akan vaksin ini.

[NP/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar