Sukses

Herpes Simpleks pada Bayi, Bisakah Disembuhkan

Tak hanya dewasa, herpes simpleks juga bisa terjadi pada bayi. Bisakah penyakit tersebut disembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Herpes bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali bayi, bahkan saat ia baru dilahirkan. Apabila sampai menjangkiti bayi Anda, apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan?

Herpes simpleks adalah infeksi akut yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Secara umum, terdapat dua tipe virus, yaitu HSV tipe 1 dan tipe 2.

Bedanya, HSV tipe 1 lebih sering menyerang sekitar mulut dan bibir, sedangkan pada HSV tipe 2 cenderung menyerang area di sekitar genital.

Herpes simpleks umumnya sulit disembuhkan karena sering mengalami kekambuhan. Penularannya pun bisa terjadi pada seseorang yang tidak menunjukkan gejala tertentu.

Herpes simpleks juga menyerang bayi

Banyak yang menduga bahwa herpes simpleks hanya bisa menjangkiti orang dewasa yang punya perilaku seks bebas. Namun nyatanya, penyakit tersebut juga bisa dialami bayi yang baru lahir. Ini dikarenakan adanya penularan dari ibu yang terinfeksi HSV ke janin secara langsung saat ia di masih di dalam kandungan, saat proses persalinan, maupun adanya kontak langsung antara bayi dengan lesi HSV.

Bayi yang terinfeksi virus HSV biasanya terlahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah.

Sekitar 4 persen dari kasus herpes simpleks pada bayi merupakan kasus herpes simpleks kongenital (bawaan). Pada kondisi tersebut, bayi akan terlahir dengan kondisi mikrosefali, hidrosefalus, koroiditis dan muncul lesi vesikel di seluruh tubuhnya. Sisanya, kasus infeksi HSV pada bayi disebabkan oleh virus HSV tipe 2.

Gejala herpes simpleks pada bayi

Infeksi virus herpes pada bayi sering menunjukkan tanda dan gejala yang sedikit berbeda dengan yang muncul pada orang dewasa.

Tanda dan gejala yang tidak khas terkadang membuat diagnosis terlambat, begitu juga pengobatannya, sehingga dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berat.

Biasanya, tanda dan gejala herpes simpleks muncul pada saat bayi berusia 1-3 minggu. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Mudah rewel
  • Tampak lemas
  • Demam
  • Tidak mau minum ASI
  • Ada lesi berupa lentingan di sekitar mata, mulut, maupun bagian kulit lainnya
  • Sesak napas, bahkan muncul kebiruan di sekitar mulut maupun di ujung-ujung ujung jari tangan maupun kaki

Untuk menegakkan diagnosis, selain dilakukan pemeriksaan fisik lengkap, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah lengkap, kultur cairan dari lesi kulit, serta pengambilan sampel di sekitar mata, hidung, maupun membran mukosa. Jika perlu, pemeriksaan cairan serebrospinal dengan PCR juga bisa dilakukan. 

Herpes simpleks pada bayi umumnya bisa disembuhkan dengan menggunakan obat antivirus. Namun, kondisi bisa berbahaya apabila infeksi terlambat ditangani dan sudah menyebar ke organ-organ seperti paru-paru, otak, maupun mata.

Penggunaan antivirus diharapkan dapat menekan sintesis DNA virus, sehingga perkembangan virus dapat dihentikan. Lama pemberian terapi antivirus dapat berlangsung selama 4-21 hari, tergantung kondisi dan tingkat keparahan.

Herpes simpleks juga tak jarang membuat bayi harus dirawat secara intensif, terutama jika virus sudah menyerang sistem saraf pusat.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi apabila infeksi virus HSV terlambat ditangani adalah: infeksi berat atau sepsis, meningitis (ditandai dengan demam dan kejang), kekakuan pada tubuh, retardasi psikomotor (terjadi gangguan perkembangan motorik), kebutaan, bahkan kematian.

1 dari 2 halaman

Mencegah bayi terkena herpes simpleks

Untuk mencegah HSV menyerang bayi Anda, lakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Jika Anda atau pasangan punya riwayat penyakit herpes simpleks, informasikan hal tersebut kepada dokter kandungan atau bidan saat pertama kali melakukan kunjungan pranatal atau antenatal care (ANC). Hal ini perlu disampaikan karena risiko kekambuhan herpes simpleks pada saat kehamilan dapat terjadi sewaktu-waktu.
  • Jika pada saat proses kehamilan sang ibu terinfeksi virus HSV, segera berobat ke dokter dan konsumsi obat antivirus sesuai resep dan instruksi dokter.
  • Hindari seks bebas tanpa menggunakan pengaman. Gunakan kondom apabila Anda tidak tahu status kesehatan pasangan.
  • Persalinan sesar bisa menjadi pilihan apabila ibu hamil memiliki lesi aktif di sekitar jalan lahir.
  • Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan, terutama saat akan menyentuh dan menyusui bayi.
  • Sebisa mungkin batasi kontak bayi dengan banyak orang. Jangan biarkan bayi disentuh maupun dicium sembarangan oleh orang-orang yang tidak dikenal, karena ada risiko tertular infeksi virus HSV.

 simpleks pada bayi dapat disembuhkan apabila dilakukan penanganan dengan tepat dan cepat. Ada banyak bahaya yang mengintai apabila kondisi ini tidak ditangani dengan segera, dan yang paling fatal adalah kematian. Karenanya, jangan ragu untuk berkonsultasi tentang masalah kesehatan Anda, karena penyakit yang Anda miliki bisa saja menulari buah hati.

[NP/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar