Sukses

Ini 7 Kiat Mengatasi Sakit Kepala Saat Demo

Mengikuti demo mahasiswa selama beberapa jam membuat rentan mengalami sakit kepala. Untuk mengatasi hal tersebut, ini kiat mudahnya!

Klikdokter.com, Jakarta Kiat mengatasi sakit kepala sepertinya perlu diketahui oleh mereka yang sedang melakukan demo mahasiswa untuk menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Pasalnya, jika tak segera diatasi, bukan tak mungkin mereka bisa kehilangan kesadaran!

Sakit kepala yang dialami mahasiswa yang sedang berdemo bisa disebabkan beberapa faktor. Mulai dari terkena serangan panas (heatstroke), dehidrasi, kelelahan, hingga karena terlalu lama berteriak akibat emosi yang tak terbendung.

Untuk mengatasi sakit kepala tersebut, adapun beberapa cara mudah yang bisa dilakukan, antara lain:

Berhenti dulu dari aktivitas yang berat

Sakit kepala merupakan sinyal dari tubuh untuk memberitahu Anda bahwa aktivitas yang sedang dilakukan terlalu berat. Jadi, segera beristirahatlah!

Jika gejala sudah membaik, barulah Anda dapat kembali melanjutkan aktivitas. Coba juga untuk melakukan peregangan sejenak agar darah bisa mengalir lebih lancar.

Kompres hangat atau dingin

Jika Anda mengalami sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan otot, kompres dengan air hangat atau dingin dapat membantu mengurangi keluhan.

Apabila Anda mengalami migrain, cobalah mengaplikasikan kompres dingin di dahi Anda selama tidak lebih dari 15 menit. Sedangkan jika Anda mengalami tension type headache, cobalah untuk memberikan kompres hangat di daerah leher atau belakang kepala.

Minum obat sakit kepala atau pereda nyeri

Saat mengalami sakit kepala, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi obat pereda sakit kepala atau pereda nyeri yang dijual bebas di apotek. Contoh obat-obatan tersebut adalah parasetamol, ibuprofen dan, jenis Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) lainnya.

Hindari penggunaan obat pereda nyeri, termasuk yang dapat dibeli secara bebas, lebih dari 2 kali seminggu. Sebab, hal tersebut justru dapat meningkatkan keparahan dan frekuensi sakit kepala yang Anda rasakan.

Penuhi kebutuhan cairan dan segera isi perut

Cukupi kebutuhan cairan harian Anda agar terhindar dari sakit kepala. Sebab, salah satu penyebab sakit kepala adalah kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi. Konsumsilah air minimal 8 gelas atau 2 liter per harinya.

Selain itu, terlambat makan juga dapat memicu timbulnya jenis sakit kepala tegang. Sakit kepala tersebut disertai dengan rasa kaku pada leher yang menjalar ke pundak. Tak cuma itu, tekanan pada belakang mata pun ikut timbul. Jika sakit kepala seperti itu sedang dirasakan, segera konsumsi makanan, ya.

Jangan makan makanan pemicu sakit kepala!

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang justru dapat memicu timbulnya sakit kepala. Hindari makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), makanan mengandung nitrat (seperti hotdog, sosis, peperoni), dan makanan yang mengandung tyramine (seperti piza dan keju tertentu). Minuman beralkohol juga bisa memicu sakit kepala.

Kurangi stres, jangan terlampau emosional

Sakit kepala kronis sering disebabkan oleh stres. Oleh karena itu, coba stabilkan emosi dan pikiran Anda.

Tarik napas dalam-dalam dan cobalah buang secara perlahan. Perpaduan antara emosi yang tak terkontrol, dehidrasi, serta kelelahan sangat bisa mencetuskan nyeri pada kepala, sehingga itu dapat merugikan diri Anda sendiri.

Berikan pijatan pada kepala

Pijat pada kepala bisa membantu mengatasi nyeri atau sakit kepala akibat ketegangan otot tubuh bagian atas. Beruntung bila ada teman yang dapat melakukannya pada Anda.

Tapi, jika kondisinya tak memungkinkan, Anda dapat melakukan ‘terapi pijat kilat’ secara mandiri dengan memaksimalkan kekuatan ibu jari.

Itulah beberapa kiat mengatasi sakit kepala saat mengikuti demo mahasiswa. Apabila sakit kepala sudah tak tertahankan, jangan paksakan diri untuk melanjutkan aktivitas. Keluarlah dari kerumunan dan pergilah menuju klinik terdekat agar sakit kepala bisa segera diobati oleh petugas medis.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar