Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Mitos dan Fakta Alat Kontrasepsi

Banyak beredar informasi tentang alat kontrasepsi yang simpang siur. Simak artikel ini untuk tahu mana yang mitos dan mana yang fakta.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, jika Anda dan pasangan ingin menggunakan alat kontrasepsi, sudah ada cukup banyak pilihan yang tersedia. Namun sayangnya, masih ada banyak juga informasi tentang alat kontrasepsi yang simpang, sehingga penggunaannya pun jadi kurang tepat. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu mitos dan fakta di balik informasi-informasi yang beredar tersebut.

Mana yang mitos dan mana yang fakta?

Memiliki keturunan adalah idaman sebagian besar pasangan yang sudah menikah. Namun, hal itu tentu harus direncanakan dengan matang. Mulai dari jumlah anak, waktu yang tepat untuk hamil, hingga jarak antar kehamilan. 

Nah, penggunaan alat kontrasepsi akan sangat membantu dalam mengatur dan merencanakan keluarga yang ideal menurut Anda. Dengan demikian, tentu Anda akan sangat membutuhkan informasi yang benar mengenai alat kontrasepsi dan berbagai hal yang berhubungan dengannya.

Berikut ini adalah mitos dan fakta mengenai alat kontrasepsi yang perlu Anda tahu.

Fakta: Menyusui adalah metode kontrasepsi alami

Menyusui secara eksklusif pada 6 bulan pertama usia bayi ternyata bisa menjadi alat kontrasepsi alami untuk sang ibu. Metode ini dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL). 

Menurut beberapa jurnal, MAL disebut memiliki efektivitas dalam mencegah kehamilan hingga 98 persen. Namun, metode ini baru bisa efektif apabila menyusui dilakukan dengan frekuensi yang tinggi dan sang ibu belum kembali mengalami menstruasi. 

Perlu diingat juga bahwa metode ini tidak 100 persen efektif. Artinya, masih ada kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efektif dalam menunda kehamilan. 

Mitos: Penggunaan alat kontrasepsi bisa pengaruhi kesuburan Anda di masa depan

Banyak yang beranggapan bahwa penggunaan alat kontrasepsi akan membuat Anda jadi susah hamil di masa depan. Hal ini yang kemudian membuat banyak ibu enggan menggunakan alat kontrasepsi.

Padahal, anggapan itu tidak benar. Alat kontrasepsi memang akan mengatur kesuburan Anda agar tidak terjadi kehamilan, namun apabila penggunaan dihentikan, maka kesuburan akan kembali seperti sedia kala. 

Waktu kembalinya kesuburan ini akan bergantung pada jenis alat kontrasepsi yang Anda gunakan. Misalnya, pada penggunaan alat kontrasepsi pil dan spiral, kesuburan dapat langsung kembali setelah Anda menghentikan penggunaannya. 

Akan tetapi, pada alat kontrasepsi suntik, membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengembalikan kesuburan.

Mitos: Kontrasepsi hanya dibutuhkan perempuan hingga berusia 35 tahun

Faktanya, perempuan masih bisa mengalami kehamilan hingga berusia lebih dari 40 tahun, selama ia belum memasuki masa menopause. Menopause sendiri adalah suatu periode di mana siklus menstruasi telah berhenti (amenorea) selama lebih dari 12 bulan. 

Umumnya, menopause dialami perempuan ketika berusia 40 tahun ke atas. Oleh sebab itu, berhati-hatilah jika Anda belum menopause, sebaiknya Anda tetap menggunakan alat kontrasepsi.

Mitos: Alat kontrasepsi bisa membuat gemuk

Alat kontrasepsi terdiri dari dua jenis, yaitu hormonal dan non-hormonal. Di antaranya keduanya, hanya hormonal saja yang dapat meningkatkan berat badan. Sedangkan yang non-hormonal, sama sekali tidak memengaruhi berat badan Anda.

Alat kontrasepsi hormonal mengandung estrogen yang bisa berperan pada peningkatan nafsu makan serta retensi cairan dalam tubuh. Namun, hal ini tidak selalu terjadi pada setiap pengguna. Terbukti, ada banyak juga pengguna alat kontrasepsi hormonal yang tidak mengalami perubahan berat badan secara signifikan.

Mitos: Morning pill bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan

Morning pill atau kontrasepsi darurat adalah metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pasca hubungan seksual yang dilakukan tanpa pengaman. Jenis kontrasepsi ini dapat mencegah lebih dari 95 persen kehamilan bila digunakan dalam waktu 3-5 hari setelah hubungan seksual berisiko.

Morning pill bekerja dengan mencegah proses ovulasi dan pembuahan. Namun, apabila proses pembuahan telah terjadi, maka morning pill tidak akan efektif lagi dan kehamilan tetap akan terjadi.

Pada dasarnya alat kontrasepsi telah teruji secara klinis, sehingga aman untuk digunakan –baik secara jangka pendek ataupun jangka panjang. Untuk menentukan jenis yang sesuai untuk Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan ataupun bidan terdekat.

Meskipun banyak mitos yang beredar mengenai alat kontrasepsi, Anda tak perlu khawatir menggunakannya. Apalagi kini Anda sudah semakin tahu fakta di balik mitos tersebut melalui tulisan ini.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar