Sukses

Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum

Perilaku anak tantrum sering bikin sakit kepala? Jangan buru-buru terpancing emosi, lakukan cara ini untuk menghadapi anak tantrum.

Klikdokter.com, Jakarta Anak tantrum, pernahkah Anda mendengar istilah tersebut? Tantrum adalah kondisi anak yang menangis secara ‘brutal’, mengamuk, membanting barang, bahkan memukul tanpa peduli keadaan. 

Tantrum adalah bagian dari proses tumbuh kembang dan merupakan suatu hal yang biasa terjadi pada anak. Dikatakan dr. Irma Rismayanty kepada KlikDokter, perilaku tantrum umumnya terjadi pada usia 1–4, di mana pada rentang usia tersebut si Kecil masih belajar cara untuk berkomunikasi dengan baik dan efektif.

Kendati demikian, orang tua tidak bisa menganggap sepele perilaku tantrum. Anda, sebagai orang tua, wajib melakukan tindakan yang tepat agar sikap tantrum anak tidak terjadi berkelanjutan dan menimbulkan beban besar di pikiran.

Cara cerdas hadapi anak tantrum

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, orang tua tidak perlu khawatir berlebihan saat berhadapan dengan anak tantrum. 

“Percayalah pada diri sendiri bahwa Anda memegang kendali ketika anak sedang tantrum. Jangan terpancing emosi, apalagi langsung menuruti segala pinta anak yang sedang tantrum,” kata dr. Astrid.

Lebih lanjut, dr. Astrid mengatakan bahwa langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak tantrum adalah dengan membiarkannya saja. 

“Tunggu hingga anak tenang dan capek sendiri, baru Anda melakukan langkah-langkah selanjutnya,” jelas dr. Astrid. 

Setelah anak selesai dengan sikap tantrum yang dilakukannya, langkah-langkah selanjutnya yang perlu dilakukan orang tua adalah:

  • Berkomunikasi dengan nada lembut 

Hindari memarahi dan memaki anak ketika anak sedang marah atau menangis. Hal ini justru bisa membuat anak semakin marah dan mengamuk pada orang tuanya.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya menghadapi situasi anak tantrum dengan kepala dingin. Usahakan untuk mengajak anak bicara dengan nada yang lembut dan penuh sabar. 

Saat anak mendengar suara Anda yang lembut, ia akan merasa lebih disayang, dicintai dan didengar kemauannya. Supaya perhatian si Kecil teralihkan, Anda bisa memuji sikap baik anak yang dilakukannya saat tidak tantrum.

Ketika anak mendengar hal tersebut, ia mungkin akan langsung berhenti bersikap tantrum dan berusaha untuk mendapat pujian dari orang tuanya dengan cara bersikap baik.

  • Kendalikan emosi

“Separah apa pun kondisi tantrum pada anak, pastikan Anda menahan diri dan mengendalikan emosi. Jangan terpancing, apalagi hingga ingin memukul anak,” kata dr. Astrid.

“Melakukan tindakan kekerasan bukanlah solusi dari masalah tantrum pada anak. Justru, bersikap kasar pada anak yang tantrum bisa memperparah keadaan,” lanjutnya.

Jika Anda mulai terpancing emosi, coba tarik napas dalam-dalam dan embuskan secara perlahan beberapa kali. Ketika emosi Anda mulai stabil, cobalah untuk menenangkan anak dengan sikap yang tegas namun tetap dibalut dengan kasih sayang. 

  • Berikan sentuhan kasih sayang

Kunci utama menghadapi anak tantrum adalah dengan tetap menunjukan kasih sayang sepenuh hati. 

Selain berbicara dengan nada yang lembut, berikan juga sentuhan fisik seperti pelukan, elusan lembut di rambut, dan ciuman kasih sayang di pipi maupun kepala anak. Dengan menunjukkan sikap kasih sayang seperti ini, kemungkinan anak langsung luluh bisa saja terjadi. 

Biarkan anak menangis di pelukan Anda. Pastikan Anda tetap memeluk si Kecil hingga tenang dan berhenti menangis. Setelah itu, berikan anak air putih agar jauh lebih tenang dan emosinya jadi stabil. 

Anak tantrum paling sering dipicu oleh rasa lelah dan lapar berlebihan. Karenanya, penting bagi orang tua untuk memastikan si Kecil mendapatkan asupan dan istirahat yang cukup setiap harinya. Namun, apabila tantrum pada anak bukan disebabkan oleh kondisi tersebut dan Anda merasa kesulitan mengatasinya, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada dokter atau orang yang ahli.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar