Sukses

Ikut Demo Mahasiswa, Antisipasi Gas Air Mata dengan 4 Cara Ini

Demo mahasiswa rentan dengan gas air mata. Jika Anda turut terlibat atau berada di sekitar lokasi, antisipasi dengan cara-cara berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Aksi demo beberapa hari terakhir sempat memanas. Salah satu cara yang cukup sering dilakukan aparat keamanan untuk meredam aksi demo yang mulai tak kondusif adalah dengan menembakkan gas air mata. Oleh sebab itu, jika Anda yang turut terlibat atau kebetulan berada di sekitar lokasi demo, sebaiknya Anda tahu cara-cara mengantisipasi efek gas air mata. 

Penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan memang diperbolehkan, selama masih sesuai dengan aturan. Meski begitu, penggunaan gas air mata tentu bisa menimbulkan dampak-dampak yang merugikan pada orang-orang yang terpapar.

Apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi gas air mata?

Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, hal pertama yang sebaiknya dilakukan agar terhindar dari gas air mata adalah dengan menjauhi tempat terjadinya demo atau kericuhan.

“Hal ini jelas harus dilakukan jika ingin mengantisipasi gas air mata. Selain terhindar dari gas air mata, menjauhi tempat kericuhan juga bisa menurunkan risiko terpukul, luka-luka, atau iritasi pada bagian tubuh tertentu karena asap ban atau mobil yang dibakar,” ujar dr. Sara. 

Lalu, antisipasi kedua yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kacamata hitam. Meski cara ini tidak bisa menurunkan risiko gas air mata pada mata Anda, tapi penggunaannya bisa mencegah asap masuk langsung ke dalam mata.

Ketiga, jika gas air mata sudah terlanjur masuk ke dalam mata, dr. Sara menyarankan agar Anda langsung mencuci mata dengan air mengalir. 

“Sama seperti dengan namanya, gas air mata memang sengaja menyerang mata sebagai organ yang paling terkena dampaknya. Gas tersebut akan menimbulkan efek perih, gatal, dan panas pada mata,” jelas dr. Sara. 

“Jika mata Anda sampai mengalami tiga hal tersebut, segera cari air bersih, lalu bilas mata Anda selama beberapa detik. Jika masih terasa perih, pejamkan selama 5-10 detik, lalu bilas lagi dengan air bersih,” lanjutnya.

Terakhir, hindari mengucek mata jika terasa gatal atau panas. Menurut dr. Sara, mengucek mata yang terkena gas air mata justru akan membuat kondisi mata semakin perih dan parah. Jika tidak bisa menemukan air bersih di sekitar Anda, segera cari tempat berlindung yang jauh dari paparan gas, dan pejamkan mata untuk beberapa menit. 

Bahaya gas air mata untuk kesehatan

Sementara menurut dr. Dyah Novita Anggraini, gas air mata tidak hanya berdampak pada mata, tapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti sesak napas. 

“Selain mata, pernapasan Anda juga bisa terganggu akibat tembakan gas air mata. Biasanya, gejala yang ditimbulkan berupa batuk, sesak napas, rasa sakit di dada, dan banyak dahak yang keluar,” kata dr. Dyah Novita.

Tidak hanya itu, gas air mata juga bisa menimbulkan masalah pada kulit. Gejala yang dapat dirasakan kulit adalah nyeri, gatal, reaksi alergi, dan luka bakar kimia.

Meski demikian, dr. Dyah mengatakan bahwa gas air mata tidak memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan. Setelah terkena paparan gas, efeknya akan perlahan hilang beberapa menit setelahnya.

Agar terhindar dari dampak-dampak di atas dan sebagai bentuk antisipasi dari gas air mata, ada baiknya Anda menjauhi tempat demo dan mencari tempat yang lebih aman untuk berlindung. Tapi jika Anda sudah terkena gas air mata, segera cuci mata dan kulit agar zat kimia dari gas air mata tidak memberikan efek yang merugikan pada kesehatan Anda.

[MS/RH]

0 Komentar

Belum ada komentar