Sukses

Obat Asam Lambung Ranitidin Tercemar NDMA, Amankah Dikonsumsi?

Gangguan asam lambung sering dialami sebagian orang. Sayangnya obat asam lambung ranitidin dikatakan tercemar NDMA. Apa efeknya?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang punya masalah asam lambung, pasti sudah akrab dengan obat ranitidin. Namun, baru-baru ini ditemukan bahwa obat tersebut tercemar oleh senyawa N-nitrosodimethylamine (NDMA). Apakah obat tersebut masih aman untuk dikonsumsi?

Badan Pengawas Obat Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) lah yang menemukan NDMA kadar rendah dalam beberapa sediaan obat ranitidin. 

Untuk Anda yang belum tahu, NDMA masuk dalam kategori senyawa karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker pada orang-orang yang terpapar senyawa tersebut. NDMA juga dikenal sebagai pencemar lingkungan dan sering ditemukan dalam air dan makanan, termasuk daging, produk susu, dan sayuran.

EMA dikabarkan tengah mengevaluasi data untuk menilai apakah pasien yang menggunakan ranitidin berisiko terhadap paparan NDMA, dan akan memberikan informasi lanjutan jika ada.

FDA sendiri juga diketahui tengah mengevaluasi kadar NDMA dalam ranitidin dan mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin dialami pasien. Baik EMA maupun FDA tidak menginstruksikan pasien untuk stop mengonsumsi ranitidin, tetapi mengatakan jika ada pasien yang masih bingung, tanyakan langsung kepada dokter atau apoteker Anda.

Keamanan obat asam lambung ranitidin di Indonesia

Ranitidin adalah jenis obat penekan asam lambung yang berasal dari golongan antagonis reseptor H-2. Obat ini dapat menekan produksi asam lambung dan mengurangi gejala terkait peningkatan asam lambung.

Mengenai temuan NDMA dalam ranitidin oleh FDA dan EMA (spesifiknya bernama dagang Zantac), di Indonesia sendiri belum ada anjuran penghentian atau penggantian obat tersebut bagi pengguna ranitidin.

Apabila dokter Anda meresepkan obat tersebut untuk mengatasi gangguan asam lambung, gunakan sesuai anjuran. Jika hendak menghentikan atau mengganti obat, konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

Hindarilah menggunakan obat tanpa resep atau anjuran dari dokter. Sebelum menggunakan suatu obat tertentu dalam jangka waktu panjang, pemeriksaan oleh dokter mutlak diperlukan. Obat yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang dan tanpa pemantauan dokter berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

1 dari 2 halaman

Alternatif obat penekan asam lambung

Selain ranitidin, ada beberapa pilihan obat yang umum digunakan untuk membantu meringankan keluhan asam lambung. Tergantung jenis dari gangguan lambung yang dialami, pilihan obat bisa berbeda-beda pada setiap pasien.

Jika Anda mengalami luka di dinding lambung, kondisi tersebut bisa diatasi dengan obat anti asam lambung.  Namun jika timbul kecurigaan adanya infeksi di lambung, maka antibiotik bisa diberikan. Apabila dokter mencurigai bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi menyebabkan gangguan asam lambung, maka akan diberikan obat alternatif lainnya.

Dalam kasus gangguan pencernaan terkait asam lambung, berikut ini adalah beberapa pilihan obat yang dapat menjadi pilihan:

  1. Penghambat pompa proton (proton-pump inhibitor atau PPI)

Obat golongan PPI sangat efektif untuk orang-orang yang menderita penyakit terkait asam lambung dan gangguan refluks gastroesofageal (gastroesophageal reflux disease atau GERD).

Jenis obat ini tergolong punya kemampuan penurunan asam lambung yang kuat. Contohnya adalah: omeprazol, lansoprazol, dan pantoprazol.

  1. Antasida 

Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam yang ada di dalam lambung. Penggunaan antasida biasanya merupakan penanganan pertama bagi orang-orang dengan keluhan dispepsia (mag).

  1. Prokinetik

Jenis obat ini bermanfaat untuk perut yang mengalami gangguan pergerakan (motilitas). Seseorang dengan gangguan pergerakan lambung akan mengeluhkan perut terasa begah, cepat kenyang, banyak serdawa, dan mual.

  1. Antidepresan

Apabila dokter tidak menemukan penyebab gangguan pencernaan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, pemberian antidepresan bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, beberapa gangguan terkait lambung juga berhubungan dengan keadaan psikis seseorang.

FDA dan EMA menemukan bahwa obat asam lambung ranitidin tercemar NDMA kadar rendah. Jika Anda kebetulan adalah pasien asam lambung dan mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai temuan tersebut dan tanyakan alternatifnya. Selian itu, hindari konsumsi obat terus-menerus tanpa pemantauan berkala dari dokter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar