Sukses

5 Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Dialami Anak

Tak hanya di usia dewasa, masalah kesehatan gigi juga mengintai anak-anak. Kenali macam-macamnya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kebersihan gigi harus dibudayakan sejak usia anak-anak. Pasalnya, sejumlah masalah kesehatan gigi dan mulut juga mengintai anak-anak bahkan bayi. Jika Anda menganggap remeh pertumbuhan gigi di masa ini, bersiaplah, masalah gigi dapat mengganggu tumbuh kembang anak Anda.

Pertumbuhan gigi selama masa kanak-kanak dikenal juga dengan istilah gigi susu. Umumnya, gigi susu mulai tumbuh pada usia 6 bulan dan akan lengkap pada usia 2-3 tahun. Namun, masih banyak orang tua menyepelekan dalam merawat gigi susu ini. 

Mereka berpikir, gigi susu nantinya akan digantikan dengan gigi permanen. Padahal, gigi susu harus tetap dijaga kesehatannya agar tidak menimbulkan kerusakan dan mengganggu fungsi pengunyahan.

Masalah kesehatan gigi pada anak

Jadi, apa saja sih masalah kesehatan gigi yang rentan terjadi pada anak? Simak ulasannya di bawah ini:

  1. Karies botol

Karies botol merupakan kerusakan pada gigi bayi karena sering berkontak dengan gula dari minuman seperti susu, jus buah, susu formula dan menggunakan botol dot. Kondisi ini juga dikenal dengan nursing bottle caries atau baby bottle tooth decay. 

Karies botol terjadi pada bayi yang punya kebiasaan tertidur dengan minuman yang tidak tertelan dan mengambang di dalam mulut. Si bayi pun akan berisiko mengalami kerusakan gigi karena adanya kandungan gula di dalam susu.

Bakteri di mulut akan memakan gula sehingga membuat gigi rusak. Jika tidak segera dirawat, gigi akan membusuk dan dapat menimbulkan rasa sakit serta kesulitan saat mengunyah makan. Selain itu, fungsi gigi susu sebagai penunjuk arah bagi gigi permanennya akan terganggu yang dapat mengakibatkan gigi tumbuh miring dan tidak rapi.

  1. Gigi sensitif

Setiap gigi ditutupi oleh lapisan tipis enamel gigi yang melindungi bakterinya. Jika enamel itu terlalu tipis atau aus, gigi akan rentan rusak. Ini juga membuatnya peka terhadap dingin dan panas.

Sensitivitas gigi dapat terjadi pada siapa saja. Namun, gigi susu memiliki enamel yang lebih tipis dari gigi permanen, sehingga anak-anak sangat rentan terhadap sensitivitas.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Gigi tonggos

Mengisap ibu jari, dot, atau mainan lainnya adalah refleks alami yang membuat bayi merasa nyaman dan bahagia. Refleks ini biasanya akan berhenti saat anak menginjak usia 4 tahun. Namun, jika kebiasaan ini dibiarkan hingga gigi permanen mulai tumbuh, masalah dapat terjadi. 

Salah satunya adalah gigi menjadi lebih maju dari batas normal. Namun, kondisi ini tergantung dari frekuensi, intensitas, dan durasi anak mengisap jempol. 

Selain itu, kebiasaan ini juga berpotensi menyebabkan gigitan menjadi tidak selaras, dan anak mungkin saja mengalami kesulitan saat mengucapkan kata.

  1. Kehilangan gigi 

Kehilangan gigi sedini mungkin pada anak-anak biasanya terjadi karena kerusakan gigi dan cedera. Jika gigi susu hilang sebelum gigi permanen tumbuh, gigi dapat bergeser ke arah daerah yang kosong. Ketika gigi permanen mulai tumbuh, mungkin tidak ada lagi ruang yang cukup sehingga gigi tumbuh miring. 

Gigi yang tumbuh tidak seharusnya atau miring dapat menyebabkan berbagai masalah. Antara lain kesulitan saat mengunyah makanan hingga munculnya masalah pada persendian temporomandibular.

  1. Gigi berjejal

Gigi berjejal adalah suatu kondisi di mana gigi tumbuh berdesak dan tidak rapi sehingga gigitan menjadi tidak selaras. Ini bisa terlihat saat anak berusia 6-12 tahun atau ketika gigi susu sudah berganti dengan gigi permanennya.

Jika tidak segera diatasi, gigitan yang tidak selaras ini dapat membuat anak sulit untuk merawat dan menjaga kebersihan gigi. Risiko gigi berlubang pun akan meningkat. Tidak hanya itu, gigi yang berjejal juga dapat memengaruhi saat berbicara atau makan dan perkembangan rahang.

Agar masalah kesehatan gigi tidak menimpa anak, Anda harus memberikan perhatian ekstra pada gigi dan mulut anak. Bersihkan rongga mulut si Kecil setelah usai makan atau menyusu. Setelah gigi tumbuh, gunakan sikat gigi khusus bayi, atau Anda dapat mengunakan kain kasa dengan air hangat untuk membersihkan giginya dengan lembut. Jika si Kecil sudah beranjak besar dan dapat menyikat gigi, teruskan kebiasaan menyikat gigi 2 kali sehari setelah makan dengan sikat gigi dan pasta gigi khusus untuk anak. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar