Sukses

Jangan Khawatir, Ini 5 Cara agar Tifus Cepat Sembuh

Ingin buru-buru kembali beraktivitas dan makan ‘normal’? Lakukan tujuh cara ini agar tifus cepat sembuh.

Klikdokter.com, Jakarta Masa pemulihan sakit tifus – atau sering disebut tipes atau demam tifoid – tidak bisa dibilang waktu yang singkat. Dalam masa tersebut Anda harus menjaga hidup “steril” agar tifus cepat sembuh. Jika lalai, bukan tak mungkin masa pemulihan akan semakin lama. 

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, masa penyembuhan tifus berbeda pada masing-masing orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas dan pola makan yang dilakukan. “Namun secara umum, penderita tifus baru merasa pulih betul setelah 2-4 minggu kemudian,” tutur dr. Astrid.

Waktu 2-4 minggu mungkin cukup lama bagi Anda. Sudah terbayang, berapa hari Anda harus terbaring di tempat tidur dan berdiam diri dalam kamar hanya untuk menunggu tubuh kembali fit dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini. 

Agar bisa memangkas waktu pemulihan, lakukanlah lima cara di bawah ini agar tifus cepat sembuh.

  1. Minum antibiotik secara teratur

Semakin cepat diobati, makin cepat pula penyembuhannya. Agar pengobatan maksimal tanpa efek yang merugikan, hindari untuk mengonsumsi obat-obatan tradisional yang efektivitasnya masih diragukan dan tidak cocok untuk semua penderita tifus.

Konsumsi antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter secara teratur beserta obat-obatan pendamping lainnya (penurun demam, penghilang mual, obat antinyeri, atau obat diare). Khusus antibiotik, obat tersebut harus dikonsumsi sampai habis agar tidak terjadi resistensi antibiotik.

  1. Perhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi 

Penderita tifus yang di rumah sakit mungkin akan lebih mudah mematuhi pantangan ini karena menu makannya diatur ketat oleh pihak rumah sakit. Akan tetapi, hal tersebut kurang berlaku buat penderita tifus yang rawat jalan alias dirawat di rumah.

Ketika kondisinya baru “enakan” sedikit, terkadang penderita tifus mudah tergoda untuk konsumsi makanan lezat, tetapi kurang baik untuknya. Sebut saja makanan berminyak, makanan pedas, makanan asam, makanan berbumbu tajam, makanan yang terlalu berserat, hingga makanan bertekstur kasar. 

Tak cuma itu, telur setengah matang, ayam bakar, satai, atau sushi dan sashimi juga sangat menggoda. Namun ingat, makanan tersebut rentan terkena bakteri karena proses memasaknya tidak sampai matang betul, bahkan mentah! Minuman dingin yang memanfaatkan es batu dari air mentah juga rentan mengandung bakteri.

Jadi, hindari dulu makanan-makanan dan minuman yang sudah disebutkan agar gejala tifus tidak kambuh dan Anda pun jadi cepat sembuh.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Jangan beraktivitas terlalu berat 

Mungkin Anda berpikir bahwa infeksi saluran pencernaan akibat bakteri tak ada hubungannya dengan aktivitas yang terlalu berat. Padahal, dua hal tersebut berkaitan! Ketika kondisi Anda membaik setelah mengonsumsi obat-obatan dari dokter, tapi Anda langsung beraktivitas berat, daya tahan tubuh akan semakin menurun dan energi juga hilang banyak. 

Daya tahan tubuh dan energi yang cukup sangat diperlukan untuk melawan bakteri Salmonella typhi. Lebih baik bila Anda beristirahat dulu sementara waktu dan tidak melakukan aktivitas berat agar tubuh punya waktu yang cukup untuk memperbaiki sel dan jaringannya. 

  1. Konsumsi suplemen probiotik atau minuman probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang tinggal di usus dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menjaga kesehatan manusia. Adapun bakteri yang termasuk probiotik, antara lain Bifidobacteria dan Lactobacillus.  

Agar jumlah bakteri baik di usus Anda meningkat dan dapat membantu melawan bakteri jahat penyebab sakit tifus, konsumsilah minuman probiotik seperti yoghurt. Namun, apabila lambung Anda juga teriritasi, sehingga Anda tak bisa mengonsumsi minuman yang asam seperti yoghurt, suplemen probiotik (biasanya berupa tablet kunyah) juga dapat dijadikan alternatif.

  1. Jaga selalu kebersihan tangan 

Disampaikan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, tifus sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai. Karena itu dia menyarankan Anda untuk mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, serta setelah buang air di toilet. 

“Gunakan air bersih yang mengalir dan sabun saat mencuci tangan,” dia mengingatkan.

Jika malas bolak-balik ke wastafel hanya untuk mencuci tangan, Anda bisa membawa hand sanitizer dengan tingkat alkohol minimal 60 persen untuk membersihkan tangan. Hand sanitizer yang tingkat alkoholnya lebih rendah dari 60 persen kurang efektif untuk membunuh kuman.

Taati lima cara di atas agar tifus cepat sembuh. Jika Anda melalaikannya, bisa jadi pemulihan Anda akan semakin lama atau – kemungkinan terburuknya – Anda harus kembali terbaring di ranjang rumah sakit. Anda tentu tidak mau hal ini terjadi, bukan?

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar