Sukses

Jantung Berdebar Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?

Jantung berdebar setelah berolahraga itu wajar. Namun kalau berdebarnya saat bangun tidur, apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Saat bangun tidur, hal yang pasti diharapkan oleh semua orang adalah perasaan relaks dan segar. Namun ternyata ada sebagian orang yang justru mengalami jantung berdebar saat bangun tidur.

Dalam istilah kedokteran, jantung berdebar disebut dengan takikardi. Ini adalah keadaan ketika frekuensi denyut jantung lebih dari 100 kali per menit, di mana frekuensi denyut jantung yang normal adalah 60-100 kali per menit.

Dilansir dari Medical News Today dan sumber lain, ternyata ada banyak sekali, lo, penyebab dari jantung berdebar saat bangun tidur. Berikut beberapa kondisi yang memengaruhi:

1. Stres berat dan gangguan cemas

Peningkatan rasa cemas dan stres dapat memicu pelepasan hormon dalam darah yang meningkatkan denyut jantung seseorang. Menurut American Family Physician, sebanyak 31 persen kasus jantung berdebar disebabkan oleh faktor mental seperti stres, kecemasan, atau konflik internal.

2. Asupan gula sebelum tidur

Mengonsumsi banyak makanan manis sebelum tidur bisa bikin Anda bangun dengan jantung berdebar kencang. Kelebihan gula dalam darah memicu tubuh melepaskan hormon stres. Alhasil, timbul gejala yang mirip dengan stres dan bikin deg-degan saat bangun tidur.

3. Asupan kafein sebelum tidur dan dehidrasi

Selain bisa mengganggu kualitas tidur, asupan kafein sebelum tidur juga bisa menyebabkan jantung berdebar pada beberapa orang. Tak hanya itu, kafein bersifat diuretik (menarik cairan), sehingga bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat memicu detak jantung jadi tidak menentu.

Dehidrasi ringan memunculkan rasa haus, mulut kering, dan penurunan jumlah urine. Jika makin parah, jantung bisa berdetak cepat, pernapasan cepat, dan tekanan darah rendah.

4. Anemia

Penderita anemia tidak memiliki cukup sel darah merah untuk beredar di tubuhnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala, salah satunya adalah jantung berdebar saat bangun tidur. Tak cuma itu, sakit kepala, mudah lelah, sesak napas, dan sulit fokus juga dialami penderita anemia.

5. Habis mimpi buruk

Mimpi buruk mampu memengaruhi kondisi fisik, sehingga bisa membuat jantung berdegup kencang. Bisa juga disertai keringat dan gemetaran. Teror saat tidur tersebut tak jarang membuat Anda terbangun dalam kondisi panik dan berdebar-debar. Kabar baiknya, ini lebih sering dialami anak-anak ketimbang orang dewasa.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

6. Kurang tidur

Radiological Society of North America mencatat bahwa mereka yang punya waktu tidur kurang dari 6 jam biasanya lebih berisiko untuk mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi.

7. Sleep apnea

Sleep apnea terjadi saat seseorang berulang kali berhenti bernapas saat tidur. Jeda napas yang tiba-tiba ini akhirnya menurunkan kadar oksigen dan memberi tekanan ekstra pada jantung.

8. Hipoglikemia

Kondisi ini kerap dialami oleh penderita diabetes. Kadar gula darah yang terlampau rendah membuat seseorang mengalami rasa cemas dan jantung berdebar saat bangun tidur. Sebab, hal tersebut memicu pelepasan epinefrin dalam tubuh. Epinefrin adalah hormon yang terkait dengan respons "fight-or-flight" alias melawan atau melarikan diri.

9. Perubahan hormon pada wanita

Bangun dengan jantung berdebar dapat dikaitkan dengan siklus menstruasi dan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Kadar estrogen juga menurun signifikan pada mereka yang menopause. Sehingga, risiko untuk bangun dengan jantung seperti itu juga tinggi.

10. Demam dan efek samping obat-obatan

Perubahan suhu tubuh, misalnya akibat demam, dapat menyebabkan perubahan denyut jantung. Obat-obatan tertentu, khususnya stimulan, juga bisa bikin seseorang terbangun dengan jantung berdebar.

Kapan harus khawatir?

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, tidak semua kondisi jantung berdebar berbahaya. Jantung berdebar memang bisa dipengaruhi oleh aktivitias sehari-hari, seperti olahraga, stres, cemas, konsumsi kafein, demam, atau efek samping obat. Namun, jantung berdebar juga bisa merupakan tanda penyakit atau kondisi serius.

“Penyakit yang patut dicurigai adalah penyakit jantung koroner yang menyebabkan gangguan aliran listrik jantung, penyakit katup jantung, gagal jantung, gangguan elektrolit, hipertiroid, konsumsi alkohol berlebihan, serta efek samping zat psikoaktif seperti amfetamin, kokain, atau ekstasi,” dr. Resthie menyebut.

Untuk membedakan kondisi takikardia yang normal dan berbahaya, dr. Resthie mengatakan ada tanda bahaya yang harus Anda amati, yaitu:

  • Jantung berdebar lebih cepat terjadi terus-menerus
  • Pusing atau sensasi seperti melayang terjadi berulang kali
  • Pingsan berulang
  • Mudah lelah atau tidak bertenaga
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Berat badan turun drastis
  • Tungkai bawah bengkak.

Jantung berdebar saat bangun tidur tak selalu perlu dikhawatirkan, apalagi kalau hanya terjadi sesekali. Namun, jika terjadi sering dan mengalami tanda bahaya yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah kemungkinan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar