Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Hati-hati, Body Image Bisa Pengaruhi Kehidupan Seks Wanita

Wanita cenderung lebih negatif memandang body image dibandingkan pria. Namun, apakah ini juga memengaruhi kehidupan seks mereka?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasa tidak puas dengan postur tubuh Anda? Jika iya, artinya Anda punya masalah dengan body image. Konsep body image – alias citra tubuh ini – bahkan sampai memengaruhi bagaimana wanita memandang bagian intimnya sendiri (intimate beauty). Hingga pada akhirnya masalah citra tubuh ini memengaruhi kondisi psikis wanita, bahkan saat berada di atas ranjang bersama pasangan. 

Dikutip dari Psychology Today, cara wanita melihat tubuh memang dapat berdampak besar pada hasrat seksual dan kemampuan mereka untuk terangsang. Saking pentingnya citra tubuh bagi wabita, sekitar  52% wanita sampai sengaja menghindari hubungan seksual walaupun sudah terangsang hanya karena merasa tidak siap dengan tubuhnya. Menurut Sex in The Nation Survey tahun 2011, sebanyak 13% wanita mengaku hanya mau berhubungan seksual dalam keadaan gelap karena merasa minder dengan tubuhnya.

Tubuh gemuk bikin malu?

Kondisi itu pula yang dialami oleh – sebut saja – Vena yang sempat ditemui KlikDokter beberapa waktu lalu. Wanita tiga puluhan tahun yang berprofesi sebagai guru ini mengakui rasa tidak percaya diri pernah dialaminya saat berhubungan seks. Dia berkisah, sebelum dan beberapa saat setelah menikah bobot tubuhnya ideal. Bahkan ia melukiskan dirinya dulu termasuk tipe wanita yang banyak dipuja teman-teman prianya karena figur tubuhnya yang terbilang ideal. 

Kini, setelah 10 tahun berlalu, bobot tubuhnya melesat naik. Bentuk tubuh pun berubah. Vena yang dulu bertubuh ramping, jadi lebih gemuk. Dalam kondisi demikian, ia sempat merasa tidak percaya diri saat berhubungan seks.

“Ketika gemuk rasanya lebih lambat di atas ranjang dibandingkan saat kurus dulu. Saya merasa enggak good looking dibandingkan saat kurus. Dulu juga masih bisa di atas (sex on top), tapi pas sudah gemuk, ya sudah enggak bisa,” Vena menuturkan.

Ia bahkan merasa saat tubuhnya menggemuk, ada perasaan tidak terima oleh lingkungannya. Vena juga mulai enggan bertemu orang, bahkan menghindar saat ada acara kumpul-kumpul. Namun kini, Vena sudah melepaskan citra tubuh negatif itu. 

“Lama-lama ya saya menerima saja kondisi itu. Lewat support suami dan keluarga, lama-lama muncul rasa percaya diri saya. Bahkan, suami mengajak untuk diet sehat dan olahraga,” tutur Vena.

Vena hanya salah satu dari sekian banyak wanita yang bertarung dengan citra diri atau body image. Lalu apa sih sebenarnya body image itu? Mengapa bisa begitu memengaruhi rasa percaya diri hingga kehidupan seks seorang wanita.

1 dari 3 halaman

Body image, apa itu?

Body image alias citra tubuh adalah dua kata yang kini makin sering terdengar di media, baik digunakan secara positif atau negatif. Citra tubuh ideal yang banyak berkembang di masyarakat sering kali “dicetak” oleh beragam hal, yang justru sering bertentangan dengan kondisi riil yang harus dihadapi seorang wanita.

Dihubungi via sambungan telepon, psikolog klinis dewasa, Inez Kristanti, M.Psi., menjelaskan hal tersebut kepada KlikDokter. Menurutnya body image terkait bagaimana seseorang melihat dan mempersepsikan dirinya. Pandangan dan persepsi ini dimiliki secara personal pada masing-masing orang. 

“Namun begitu, orang belum tentu melihat tubuhnya sesuai kenyataan yang ada. Misalnya, orang lain melihat Anda cantik, tapi diri sendiri tetap merasa masih ada saja yang kurang. Jadi, body image itu terkait dengan pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri,” Inez menjelaskan.

Persepsi terhadap diri bisa dalam arti yang positif maupun negatif. Seseorang dengan citra tubuh positif memiliki persepsi yang benar dan jelas tentang bentuk serta penampilan tubuh. Dia juga akan merasakan hal positif tentang postur tubuh dan penampilannya, bahkan jika itu tak sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan media, atau yang dikatakan orang lain. Hasilnya, rasa percaya diri dan bangga atas penampilan dan tubuh pun muncul.

Sebaliknya body image negatif dapat muncul ketika seseorang merasa penampilannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, orang lain, dan media. Dia akan sering membandingkan dirinya dengan orang lain. 

Saat dia melakukan hal itu terhadap dirinya sendiri akibatnya akan muncul rasa malu dan kurang percaya diri atas kondisinya. Mereka juga sering merasa tidak nyaman dan canggung dengan tubuh mereka.

Misalnya, seorang wanita dengan berat tubuh ideal dapat terus-menerus melihat dirinya gemuk. Akibatnya, dia akan terus diet dan mengatakan dirinya tidak cantik karena gemuk. Hal ini bisa berbahaya jika mengarah ke masalah kesehatan mental, seperti depresi.

Wanita sering berpikir negatif tentang body image-nya?

Entah disadari atau tidak, body image atau citra tubuh ini memang cenderung dialami kaum hawa dibandingkan laki-laki. “Kalau secara umum, body image – bukan cuma dalam seks – di  masyarakat memang lebih banyak dikaitkan dengan isu perempuan, bukan laki-laki. Padahal sebenarnya, laki-laki juga mengalami masalah body image,” tutur Inez.  

Mengapa demikian? “Salah satu alasannya adalah standar kecantikan perempuan lebih sering digembar-gemborkan di kalangan masyarakat. Misalnya, ada lebih banyak iklan perawatan kecantikan, perawatan tubuh, dan iklan perawatan diri untuk wanita dibandingkan untuk laki-laki.”

Inez menambahkan, penilaian standar yang terkesan berlaku di masyarakat juga turut “mengukuhkan” pandangan itu. Akibatnya, perempuan akan lebih merasakan adanya tekanan untuk mencapai standar kecantikan tertentu.

Alasan kedua - menurut Inez – di kalangan masyarakat masih ada anggapan bahwa seks adalah untuk memuaskan laki-laki, bukan perempuan. Ada semacam “doktrin” bahwa perempuan harus merawat dan mempercantik diri demi memuaskan suami secara seksual. 

“Nah, di sisi lain, suami jarang diberikan pressure merawat diri untuk memuaskan sang istri. Padahal yang tepat, seks adalah milik kedua belah pihak. Keduanya harus sama-sama terpuaskan,” dia menjelaskan. 

Selanjutnya, body image pada dasarnya terkait dengan rasa percaya diri. Nah, di masyarakat, seksualitas kerap dikaitkan dengan penampilan fisik. “Jadi, jangan heran ketika seorang wanita melihat body image-nya negatif, otomatis itu akan memengaruhinya ke psikologis ketika berhubungan seks,” Inez menjelaskan.

Selanjutnya, orang tersebut berpikir negatif terkait tubuhnya. Efeknya, wanita akan merasa insecure dan tidak percaya diri pada dirinya sendiri. Bahkan tidak jarang kondisi ini bisa sampai menyebabkan stres hingga depresi.

2 dari 3 halaman

Jadi, solusinya apa?

Lalu apa yang harus dilakukan ketika seorang wanita mengatasi masalah ini? Ditemui dalam sebuah acara bincang-bincang bertema “Intimate Beauty” beberapa waktu lalu, dr. Dinda Derdameisya Sp.OG dan dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) menyebutkan tiga poin yang bisa dilakukan wanita untuk menjaga body image positif, termasuk menjaga kesehatan dan kecantikan organ intim, yaitu:

  1. Be Confident: selalu percaya diri pada tubuh Anda, dan ciptakanlah mindset percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Be Talkative: berani lebih terbuka dan tak tabu lagi berbicara tentang kesehatan seksual reproduksi.
  3. Be Prepared: selalu menjaga kesehatan organ kewanitaan. 

Ketiga saran tersebut menunjukkan bahwa seorang wanita harus belajar menghargai dan mencintai diri sendiri apa adanya. Penerimaan diri sendiri dan selalu percaya diri ketika akan berhubungan seks juga sangat penting dimiliki wanita. 

Untuk itu, ubahlah mindset Anda, berpikirlah positif mengenai citra tubuh Anda. Terimalah diri Anda dan tampillah lebih percaya diri. Bahkan menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, Anda perlu membuka komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan, termasuk soal seks. Sebab, dasar hubungan seks yang sehat adalah relationship yang sehat juga antara kedua belah pihak. 

Masalah body image atau citra tubuh memang sensitif bagi wanita. Pengaruhnya sangat luas, bahkan hingga bisa meruntuhkan rasa percaya diri. Di saat yang sama, citra tubuh yang negatif juga bisa menurunkan gairah seks wanita. Jika Anda mengalami hal ini, bangunlah body image yang positif terhadap diri Anda. Jangan biarkan citra negatif memenjara Anda hingga memengaruhi kepercayaan diri dan  kehidupan seksual Anda. Ingat, penghargaan tertinggi bagi tubuh Anda adalah menerima dan mencintainya.

[HNS/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar