Sukses

Inilah 5 Faktor Risiko Kanker Prostat pada Pria

Pria lebih mungkin terkena kanker prostat jika dirinya “hidup berdampingan” dengan faktor risiko penyakit terkait.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker prostat terus menjadi momok bagi pria di segala usia. Penyakit ini bahkan dinobatkan sebagai pembunuh pria paling banyak nomor dua setelah kanker paru. Karenanya, pria sangat dianjurkan untuk mengetahui faktor risiko kanker prostat agar penyakit ini tidak sampai terjadi di kemudian hari.

Dikatakan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kanker prostat adalah penyakit yang terjadi ketika sel kelenjar prostat menjadi ganas dan terus-menerus membesar secara tidak terkendali. Prostat itu merupakan kelenjar yang memproduksi air mani sebagai nutrisi untuk sperma.

Gejala kanker prostat berkaitan dengan masalah buang air kecil. Orang yang mengalami penyakit ini memiliki aliran urine yang lambat atau lemah. Selain itu, orang dengan kanker prostat juga menjadi lebih sering buang air kecil terutama di malam hari, muncul darah dalam urine, dan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.

Faktor risiko kanker prostat

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang pria untuk mengalami kanker prostat:

  1. Usia

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, pria berusia di atas 50 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker prostat. Sekitar 6 dari 10 kasus kanker prostat ditemukan terjadi pada pria yang berusia lebih dari 65 tahun.

Adanya fakta tersebut membuat American Urological Association menganjurkan pria berusia 55–69 tahun untuk rutin memeriksakan kondisi prostat guna mengetahui ada/tidaknya kanker yang terbentuk di organ tersebut.

  1. Ras atau etnis

Pria kulit hitam memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker prostat dibandingkan pria kulit putih. Bahkan, pria kulit hitam dua kali lebih mungkin untuk meninggal akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, Pria Asia–Amerika dan Hispanik memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah daripada pria kulit putih.

  1. Riwayat keluarga

Memiliki ayah atau saudara laki-laki yang pernah mengalami kanker prostat membuat pria dalam keluarga yang sama memiliki risiko dua kali lipat untuk berakhir pada kondisi serupa. 

"Meski demikian, kanker jenis ini juga bisa dan lebih sering terjadi pada pria yang tidak memiliki riwayat kanker prostat di keluarganya,” tutur dr. Alvin.

  1. Perubahan atau mutasi gen

Perubahan atau mutasi gen juga dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk mengalami kanker prostat. Kendati begitu, keadaan ini diduga hanya bertanggung jawab atas sebagian kecil kasus kanker prostat yang pernah ditemukan.

"Contoh dari perubahan gen yang berhubungan dengan kanker prostat adalah mutasi dari gen BRCA 2. Seseorang yang memiliki perubahan gen ini dapat mengalami peningkatan risiko terkena kanker prostat," jelas dr. Alvin.

  1. Pola makan

Walaupun masih belum pasti, dr. Alvin berpendapat bahwa pria yang makan banyak daging merah atau produk susu tinggi lemak memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terkena kanker prostat.

"Kelompok pria dengan kebiasaan tersebut juga cenderung makan lebih sedikit buah dan sayuran. Alhasil, bukan tidak mungkin jika nantinya prostat mengalami gangguan,” ungkap dr. Alvin.

“Supaya tidak mengalami keadaan mengerikan itu, pria mesti menerapkan pola makan yang sehat, mengurangi asupan lemak jenuh atau trans, dan meningkatkan porsi buah maupun sayur. Selain menurunkan risiko kanker, pola makan ini juga baik untuk kesehatan jantung Anda," saran dr. Alvin.

Hidup berdampingan dengan faktor risiko tersebut memang tidak serta-merta membuat Anda mengalami kanker prostat. Namun, Anda sebaiknya tetap waspada dan berusaha menjauhkan diri dari kanker prostat maupun segala faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar