Sukses

5 Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik

Berat badan anak susah naik atau bahkan terancam stunting? Jangan tinggal diam, cari tahu penyebab dan cara mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Berat badan anak susah naik menjadi topik yang tidak kunjung usai dibicarakan oleh para ibu. Hal itu wajar, karena berat badan merupakan salah satu tolok ukur proses tumbuh kembang anak yang harus selalu diperhatikan. Jika abai atau tidak acuh dengan kondisi berat badan anak yang susah naik, bukan tidak mungkin si Kecil malah berakhir mengalami stunting.

Berangkat dari alasan tersebut, setiap orang tua mesti benar-benar peka terhadap keadaan yang dialami si Kecil dalam proses tumbuh kembangnya. Nah, dalam hal berat badan anak susah naik, orang tua mesti mencari tahu penyebab yang mendasari agar bisa segera melakukan upaya yang tepat untuk mengatasinya.

Penyebab berat badan anak susah naik

Beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab berat badan anak susah naik, yaitu:

  1. Kekurangan kalori

Salah satu yang dapat menyebabkan berat badan anak susah naik adalah kesalahan dalam memilih menu makanan. Keadaan ini membuat anak kekurangan pasokan kalori. Padahal, anak usia 1–3 tahun membutuhkan rata-rata 1200–1400 kkal (kilokalori). Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, laju tumbuh kembang si Kecil bisa saja mengalami gangguan. 

Lantas, adakah solusi dari masalah ini? Ada! Orang tua perlu memilih menu tinggi kalori yang tepat untuk diberikan sebagai konsumsi si Kecil sehari-hari. Beberapa menu yang dimaksud, misalnya daging merah, keju, yoghurt dan alpukat. 

Selain itu, si Kecil juga memerlukan lemak tambahan dalam menu makannya. Contoh, Anda bisa menambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalam menu makan si Kecil, agar kebutuhan kalori hariannya senantiasa terpenuhi.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Pola pemberian makan yang tidak tepat

Apakah si Kecil makan sambil bermain atau menonton tayangan favorit? Atau, makan berdekatan dengan waktu konsumsi camilan? Jika Anda menjawab “ya” untuk semua pertanyaan tersebut, bisa jadi hal-hal itulah yang jadi penyebab berat badan anak susah naik. Faktanya, pola makan tidak tepat atau cenderung dilakukan sembarangan turut memainkan dalam menghalangi anak untuk mengalami kenaikan berat badan.

Sebagai solusi dari masalah itu, Anda harus segera mengubah pola makan anak. Dalam hal ini, Anda mesti mengatur jadwal makan anak yang konsisten dari hari ke hari dan makan hanya di meja makan tanpa ada gangguan lain. 

Selain itu, kosongkan perut anak dengan tidak memberikan camilan apa pun pada 2–3 jam sebelum waktu makan utama. Dengan ini, nafsu makan anak akan tetap terjaga sehingga asupan yang masuk ke dalam tubuhnya dapat mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari.

  1. Alergi

Alergi juga bisa menjadi penyebab di balik berat badan anak susah naik. Alergi susu sapi adalah salah satu contohnya. Sebab, pada alergi susu sapi, segala bahan makanan yang mengandung susu sapi dapat menyebabkan iritasi pada saluran cerna si Kecil. Alhasil, saluran cerna tidak akan bekerja dengan optimal dalam mencerna makanan. Selanjutnya, saluran cerna yang tidak bisa bekerja optimal akan menganggu proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh. 

Kondisi tersebut harus segera diatasi, dengan menghindari pemberian bahan makanan atau minuman yang dapat memicu reaksi alergi. Misal, pada kasus alergi susu sapi, orang tua wajib menghindari untuk memberikan segala asupan yang mengandung susu sapi pada si Kecil. 

Jangan anggap sepele dan membiarkan si Kecil terus menerus berkontak dengan pemicu alergi. Sebab, kekurangan nutrisi gara-gara fungsi saluran cerna yang terganggu sangat mungkin berujung pada gangguan tumbuh kembang yang akhirnya meningkatkan risiko stunting pada anak.

  1. Penyakit infeksi

Penyebab lain yang juga mungkin menyebabkan berat badan anak susah naik adalah penyakit infeksi. Di Indonesia, penyakit tuberkulosis (TB) adalah salah satu yang dapat menyebabkan berat badan anak susah naik.

Jika ada kecurigaan bahwa si Kecil mengalami tuberkulosis, orang tua sebaiknya segera membawanya periksa ke dokter untuk dilakukan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut. Lebih cepat dideteksi dan diobati, kemungkinan sembuh akan semakin tinggi. 

  1. Kelainan bawaan

Kelainan bawaan juga dapat menjadi penyebab di balik berat badan anak susah naik. Beberapa kelainan yang dimaksud, yaitu kelainan jantung bawaan, kelainan ginjal, gangguan produksi enzim, dan sejenisnya.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan bawaan, orang tua perlu memeriksakan si Kecil ke dokter. Dengan ini, anak akan mendapatkan pemeriksaan fisik langsung, ultrasonografi (USG), pemeriksaan darah, dan beragam uji spesifik lain untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi yang paling tepat untuk anak.

Jangan tinggal diam saat mengetahui bahwa berat badan anak susah naik. Segera lakukan tindakan agar penyebabnya bisa terdeteksi, sehingga tindak lanjut yang tepat juga bisa cepat dilakukan. Dengan deteksi dan pengobatan sejak dini, risiko si Kecil mengalami gangguan tumbuh kembang atau stunting bisa dicegah.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar