Sukses

Waspadai Efek Samping Kopi bagi Kesehatan Bayi

Pernah berpikir untuk memberikan kopi kepada bayi? Awas, jangan sembarangan. Ini efek samping kopi bagi bayi yang mesti Anda waspadai!

Minum kopi kini sudah kian menjadi tren dalam kehidupan sehari-hari. Minuman berkafein ini bahkan telah merambah ke seluruh jenjang usia, termasuk remaja. 

Saking tenarnya kopi, tak sedikit orang tua yang berpikir untuk memberikannya kepada bayi. Bahkan, pemberian kopi pada bayi dianggap dapat mengatasi kejang. 

Apakah hal tersebut dapat dibenarkan? Apa saja dampak yang bisa terjadi akibat bayi minum kopi? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Bolehkah Balita Minum Kopi? Apa dampaknya bagi Kesehatan?

1 dari 3 halaman

Efek Samping Bayi Minum Kopi

Beberapa efek samping yang terjadi akibat bayi minum kopi, antara lain:

  1. Jantung Berdebar 

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat memicu reseptor di jantung. Hal ini dapat menyebabkan jantung berdebar lebih kencang. Akibatnya, bayi akan menjadi gelisah atau overaktif. 

Jika dilakukan berulang kali, dampak buruk tersebut bisa sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil.

  1. Sulit Tidur

Kopi membuat orang dewasa sulit tidur, dan memang efek tersebutlah yang dicari oleh orang dewasa. Hal yang sama juga dapat dirasakan akibat bayi minum kopi.

Padahal, bayi setidaknya membutuhkan waktu tidur sebanyak 12-16 jam per hari. Apabila kekurangan tidur, bayi dapat mengalami masalah tumbuh kembang. Pasalnya, ada hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh tubuh saat bayi tidur terlelap.

  1. Peningkatan Asam Lambung

Kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat meningkatkan asam lambung. Pada bayi, hal ini dapat mencetuskan terjadinya gastro-esofageal reflux disease (GERD) jika diberikan dalam jangka waktu yang lama.

GERD pada bayi nantinya dapat mengganggu pertumbuhan si kecil juga, lho. Untuk itu, sebaiknya hindari memberikan kopi kepada bayi.

  1. Menghambat Penyerapan Makanan 

Kopi mengandung zat bernama phytat. Zat ini merupakan anti-nutrien yang dapat menghambat penyerapan beberapa jenis mikronutrien, seperti vitamin atau mineral. 

Jika dikonsumsi terlalu sering, zat tersebut dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral. Jika kondisi ini dialami bayi, maka akan meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang.

  1. Risiko Mengalami Obesitas

Kopi umumnya ditambahkan gula, sirup, susu, atau krimer. Ada juga kopi yang ditambahkan whip cream, kacang, atau bahan-bahan lainnya. 

Hal-hal tersebut dapat meningkatkan kalori yang terkandung dalam kopi. Apabila sajian seperti ini dikonsumsi bayi, kelak dirinya akan kesulitan untuk melepaskan diri dari makanan manis.

Anda tahu bahwa makanan manis adalah salah satu faktor risiko obesitas dan diabetes, bukan?

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Minum Kopi, Rusak Ginjal Bayi?

2 dari 3 halaman

Kapan Anak Boleh Minum Kopi?

Sebenarnya, tidak ada ketentuan yang menyatakan kapan si kecil boleh minum kopi. Namun, sebaiknya Anda tidak memberikan kopi pada bayi hingga ia berusia 5 tahun atau lebih. Hal ini bertujuan untuk mencegah efek samping kopi bagi bayi. 

Jika hanya bermaksud mengenalkan rasa kopi kepada bayi, Anda dapat memberikannya dalam jumlah sangat sedikit apabila si kecil sudah berusia 1 tahun atau lebih. Jika muncul reaksi atau keluhan yang sekiranya berbahaya, jangan tunda untuk segera membawa anak berobat ke dokter.

Jangan memaksakan bayi minum kopi, meski orang tuanya hobi mengonsumsi minuman berkafein ini. Anda tak ingin si kecil mengalami efek samping yang mengancam tumbuh kembangnya, bukan?

Ketahui lebih dalam mengenai bahaya bayi minum kopi dengan berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

1 Komentar