Sukses

4 Mitos tentang Tidur Bayi yang Perlu Bunda Tahu

Ketahui mitos seputar bayi berikut ini agar Anda bisa lebih waspada dalam menjaga si Kecil, termasuk soal kebiasaan tidur si Kecil.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap bayi lahir memang memiliki durasi tidur yang panjang. Urusan tidur bayi ini memang sering kali dapat membuat orang tua bingung. Ada beberapa mitos yang beredar dan membuat galau orang tua. Yuk, kenali mana yang mitos dan mana yang fakta tentang tidur si Kecil.

Mitos penting seputar tidur bayi

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang bayi yang berkaitan dengan kebiasaan tidur. Beberapa di antaranya mungkin pernah Anda dengar.

1. Tidur bayi yang baik adalah tidur yang pulas

Faktanya, tidur bayi biasanya jarang pulas. Karena meskipun bayi baru lahir tidur cukup lama, namun bayi juga akan sering terbangun. Hal ini diakibatkan karena fase tidur mereka adalah fase tidur REM (Rapid Eye Movement).

Fase tidur ini biasanya ditandai si Kecil gelisah, terkadang seperti kaget, dan banyak suara. Ketika hal ini terjadi, maka sangat mungkin bayi sedang dalam fase tidur REM. Dengan mengangkat atau menggendong si Kecil, kemungkinan malah mengganggu tidurnya dan menyebabkan ia terbangun.

Cobalah untuk menunggu sebentar apakah si Kecil akan tertidur kembali atau kemudian menangis dengan konstan. Biasanya bayi menangis menunjukkan bahwa ia lapar atau butuh ditenangkan.

2. Tidur tengkurap atau menyamping adalah yang terbaik

Faktanya, posisi tidur yang terbaik berdasarkan rekomendasi para ahli adalah dengan tidur terlentang untuk mencegah terjadinya Sudden Death Infant Syndrome (SDIS) atau terjadinya henti napas pada saat tidur tengkurap.

Hal ini dapat terjadi karena pada bayi masih terdapat fase ketika napas bayi memang terhenti sesaat ketika tidur. Tidur terlentang dapat menghambat pengembangan rongga dada untuk memulai bernapas kembali.

Untuk itu, rekomendasi terbaik dari para ahli adalah untuk tidur terlentang, dan tengkurap pada saat bermain untuk menstimulasi gerak motorik.

Selain itu, untuk mencegah kepala yang rata karena tidur telentang, maka orang tua perlu mengganti-ganti posisi kepala si Kecil saat tidur, mengarah ke kiri dan ke kanan. Tidur terlentang seperti ini berlaku selama 1 tahun pertama untuk keamanan si Kecil.

3. Memotong tidur siang diperlukan agar tidur malam lebih baik

Faktanya, bayi yang dipaksa untuk tidak tidur siang dengan cukup dan terus dibangunkan akan menjadi terlalu lelah pada malam hari. Akibatnya bayi makin sulit untuk tenang dan sulit untuk tidur di malam hari.

Jadi, tidur pada siang hari tidak menjadi masalah. Terlebih pada saat bayi baru lahir, jumlah tidur siangnya sama dengan tidurnya di malam hari. Ketika orang tua ingin melatih si Kecil untuk tidur lebih lama pada malam hari, sedikit demi sedikit batasi durasi tidur si Kecil di siang hari bantu.

Namun, membuat si Kecil tidak tidur siang sama sekali atau hanya tidur sebentar saja justru dapat membuat si Kecil menjadi terlalu lelah.

4. Tidur harus di tempat tidur

Faktanya, bayi dapat tertidur di mana saja, termasuk dalam gendongan dan pelukan orang tuanya. Bahkan, karena bayi terbiasa berada di dalam rahim ibu dengan segala gerakan dan goyangannya, maka setelah lahir, bayi dapat merasa lebih tenang ketika digendong, dibedong, atau diayun-ayun. Dengan merasa lebih tenang, maka bayi dapat menjadi lebih cepat tidur.

Selain beberapa fakta yang disebutkan di atas, ditemukan juga bahwa bayi yang terpapar dengan sinar matahari sore ternyata dapat tidur dengan lebih baik di malam hari.

Kini Anda telah mengetahui mitos apa saja yang berkembang di masyarakat seputar kebiasaan tidur bayi. Agar perkembangan otak bayi optimal, biasakan untuk memenuhi kebutuhan istirahat si Kecil, dengan melakukan tips yang disarakankan di atas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar