Sukses

Kenali 5 Jenis Transfusi Darah

Ada lima jenis transfusi darah yang bisa diberikan kepada pasien yang butuh donor darah. Yuk, ketahui selengkapnya!

Klikdokter.com, Jakarta Transfusi darah adalah pemindahan darah dari satu orang – yaitu donor - ke dalam pembuluh darah si penerima atau resipien. Ada lima jenis transfusi darah yang perlu Anda ketahui.

Transfusi darah biasanya dilakukan sebagai tindakan penyelamatan nyawa untuk menggantikan darah yang hilang. Bisa karena perdarahan hebat, saat operasi terjadi kehilangan darah, atau meningkatkan jumlah darah pada pasien anemia.

Dari penampakan luarnya, darah hanya terlihat seperti cairan berwarna merah. Namun sebenarnya, darah memiliki berbagai komponen yang berbeda-beda fungsinya. Beberapa komponen yang penting di dalam darah adalah sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma darah yang mengandung faktor pembekuan.

Mengenal beberapa jenis transfusi darah

Sebelum darah diberikan kepada pasien, komponen-komponen darah tersebut akan dipisahkan dulu di laboratorium, hingga akhirnya terbentuk beberapa kantong darah yang memiliki komponen yang berbeda. Dalam rangka Hari Palang merah Indonesia, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis transfusi darah:

  1. Sel darah merah (packed red blood cell)

Jenis transfusi ini adalah yang paling sering dilakukan. Transfusi sel darah merah dibutuhkan pada kasus anemia yang berat. Pada kondisi tersebut, suplementasi vitamin dan mineral tidak cukup cepat untuk bisa membantu tubuh membentuk sel darah merah yang baru, sehingga diperlukan penambahan sel darah merah melalui transfusi.

Kondisi anemia berat yang umumnya membutuhkan transfusi sel darah merah di antaranya adalah anemia akibat perdarahan, kelainan bentuk sel darah merah (misalnya pada penyakit thalassemia), dan anemia pada penyakit kanker atau gagal ginjal kronis.

  1. Konsentrat trombosit

Setelah seseorang mendonorkan darah, akan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan proses pada darah. Salah satunya adalah proses pemutaran darah secara cepat, yang disebut sentrifugasi. Dari proses tersebut, trombosit dapat dipisahkan dari sel darah lainnya, sehingga didapat konsentrat trombosit.

Secara medis, trombosit berperan penting dalam menghentikan perdarahan. Oleh sebab itu, konsentrat trombosit umumnya dibutuhkan jika kadar trombosit sangat rendah, disertai dengan adanya perdarahan misalnya mimisan, perdarahan gusi, atau perdarahan saluran pencernaan. 

Beberapa penyakit yang sering membutuhkan konsentrat trombosit adalah leukemia dengan kadar trombosit yang rendah, anemia aplastik (kelainan produksi sel darah akibat sumsum tulang tak mampu memproduksi sel darah), atau demam berdarah dengue yang sangat berat.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Plasma beku segar (fresh frozen plasma  atau FFP)

FFP merupakan komponen darah yang terdiri dari semua faktor pembekuan darah. Umumnya, jenis transfusi ini dibutuhkan oleh penderita kelainan pembekuan darah yang sedang mengalami perdarahan. 

Selain kondisi tersebut, sering kali transfusi FFP dibutuhkan dalam operasi besar, misalnya operasi coronary artery by-pass graft pada jantung.

  1. Cryoprecipitate

Seperti halnya FFP, cryoprecipitate juga digunakan untuk mengatasi gangguan pembekuan darah. Namun, cryoprecipitate mengandung faktor pembekuan yang berbeda dengan FFP. Cryoprecipitate kaya akan fibrinogen dan tiga jenis faktor pembekuan, yaitu faktor VIII, faktor XIII, dan faktor von Willebrand.

Salah satu manfaat cryoprecipitate adalah untuk mengatasi perdarahan pada kondisi hemofilia. Hemofilia adalah penyakit genetik yang hanya dialami oleh laki-laki, ditandai dengan kekurangan faktor VIII atau faktor IX. Selain itu, cryoprecipitate juga terkadang diperlukan pada kondisi perdarahan yang masif.

  1. Whole blood

Transfusi whole blood artinya seluruh komponen di darah tak dipisahkan, melainkan semuanya langsung diberikan melalui proses transfusi darah. Jenis transfusi darah ini dulu sering diberikan pada kasus perdarahan hebat, misalnya pasca kecelakaan atau saat operasi besar. 

Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya ilmu pengetahuan, jenis transfusi whole blood bukan hal yang rutin dilakukan. Salah satu alasannya adalah karena jenis transfusi ini memiliki risiko paling tinggi untuk terjadinya reaksi alergi.

Yuk, donor darah!

Hari ini, 74 tahun yang lalu, tepatnya 17 September 1945, badan sosial kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) lahir. PMI berdiri dan bergerak tanpa memandang politik, ras, suku, atau agama tertentu. Semenjak saat itu, 17 September tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia.

Setelah membaca penjelasan di atas tentang jenis-jenis transfusi darah, selanjutnya lakukan aksi nyata dengan donor darah, yuk! Setiap tahunnya, PMI menargetkan hingga 4,5 juta kantong darah sesuai dengan kebutuhan darah nasional, disesuaikan dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 2 persen dari jumlah penduduk untuk setiap harinya.

Saat Anda melakukan donor darah, darah tersebut akan diproses menjadi jenis transfusi darah yang berbeda-beda. Sehingga, penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi pasien yang membutuhkan, dengan kondisi penyakit yang berbeda-beda.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar