Sukses

Penyebab Keputihan Menggumpal yang Jarang Disadari

Keputihan menggumpal bisa terjadi akibat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Kenali penyebabnya dan cegah sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita yang ada di rentang usia subur pasti mengalami keputihan. Kondisi ini umumnya terjadi secara normal dan merupakan bagian dari kehidupan wanita. Meski demikian, Anda tetap harus waspada dan berhati-hati. Anda wajib memperhatikan cairan keputihan yang keluar dari vagina. Pasalnya, apabila yang keluar adalah keputihan menggumpal, itu tandanya Anda telah mengalami suatu gangguan kesehatan.

Dijelaskan oleh dr. Ellen Theodora kepada KliKDokter dalam salah satu artikelnya, keputihan menggumpal adalah tanda dari keputihan patologis alias terjadi akibat adanya infeksi. Pada kondisi ini, keluhan keputihan menggumpal biasanya juga akan disertai dengan adanya perubahan warna pada cairan yang keluar dari vagina dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Penyebab keputihan menggumpal

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, beberapa jenis infeksi yang dapat mencetuskan terjadinya keputihan menggumpal adalah:

1. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri Gardnerella vaginalis. Berdasarkan penuturan dr. Resthie, bakteri ini sejatinya ada di vagina.

“Apabila jumlah bakteri tersebut terlalu banyak di vagina, infeksi yang menyebabkan keputihan menggumpal bisa saja terjadi,” jelasnya.

Di samping keputihan menggumpal, adanya infeksi bakteri Gardnerella vaginalis juga menyebabkan munculnya bau amis yang menyengat di vagina. Bau tersebut akan semakin terasa saat Anda berhubungan intim dengan pasangan.

“Keputihan menggumpal pada kasus vaginosis bakteri perlu segera diobati. Jika tidak, terjadinya peradangan organ dalam panggul tak bisa dihindari lagi. Jika sudah sampai ke tahap ini, wanita akan mengalami gangguan kesuburan sehingga lebih sulit hamil,” tutur dr. Resthie.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

2. Kandidosis vagina

Jamur Candida sp bisa saja menyebar dan menyusup masuk ke dalam organ reproduksi wanita. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kandidosis vagina, yang beberapa gejalanya adalah keputihan menggumpal berwarna putih seperti remah-remah keju dan disertai rasa gatal yang sangat mengganggu di sekitar vagina.

Kandidosis vagina perlu segera diobati dengan cara yang tepat. Jika terlambat atau diobati sembarangan, jamur bisa menyebar dan menyebabkan gangguan kesuburan.

Selain itu, penderita akan mengalami rasa gatal yang semakin menjadi-jadi. Parahnya lagi, jamur yang menjadi penyebab kandidosis vagina juga bisa dengan mudah menyebar ke pasangan seksual.

“Pemberian obat antijamur dapat membatu mengatasi keluhan ini. Pada beberapa kasus, obat antijamur yang diberikan pada pasien kandidosis vagina berbentuk tablet yang dimasukkan langsung ke dalam vagina,” dr. Resthie memberikan penjelasan.

Selain akibat infeksi, keputihan menggumpal ternyata juga bisa terjadi akibat kondisi alami. Disebutkan oleh dr. Resthie, keputihan menggumpal bisa menjadi tanda dari berakhirnya masa haid.

“Keputihan menggumpal juga bisa terjadi setelah haid berakhir. Pada kondisi ini, keputihan berwarna bening atau putih tanpa disertai rasa gatan dan tidak berbau. Kondisi ini wajar terjadi dan tidak membutuhkan pengobatan apapun,” ungkap dr. Resthie.

Mencegah keputihan menggumpal

Pada kasus keputihan menggumpal yang terjadi secara alami, Anda tak perlu khawatir. Anda tidak perlu melakukan cara khusus untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut. Karena, yang sebenarnya perlu dicegah adalah keputihan menggumpal akibat infeksi bakteri ataupun jamur.

Cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah keputihan menggumpal akibat infeksi bakteri atau jamur, yaitu:

  • Bersihkan vagina secara berkala menggunakan air mengalir. Siram dari arah depan ke belakang, gunakan sabun yang lembut dengan pH netral dan tidak mengandung pewangi.
  • Hindari penggunakan cairan khusus pembersih vagina secara berkelanjutan tanpa ada anjuran dari dokter.
  • Gunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat dan mudah menyerap keringat.
  • Ganti celana dalam yang sudah basah, baik oleh keringat maupun percikan air.
  • Jika Anda menggunakan pantyliner, pilih produk yang efektif menyerap air dan tidak mengandung pewangi. Ganti pantyliner setiap 2 atau 3 jam sekali.

Setiap wanita patut waspada akan kemungkinan terjadinya keputihan menggumpal. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keputihan menggumpal yang disertai rasa nyeri, bau menyengat, atau gatal-gatal. Jangan dibiarkan dan didiamkan tanpa pengobatan, karena keputihan menggumpal dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan Anda.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar