Sukses

Penyebab Diabetes Insipidus yang Harus Anda Tahu

Jika Anda mengalami gejala sering haus dan buang air kecil, bisa jadi Anda mengalami gangguan diabetes insipidus. Ketahui penyebabnya!

Klikdokter.com, Jakarta Anda sering mengalami haus dan terus-menerus buang air kecil? Waspadai kondisi tersebut. Bisa jadi Anda tengah mengalami diabetes insipidus. Meski memiliki nama yang mirip, diabetes insipidus tidaklah sama dengan diabetes mellitus.

Seperti Anda tahu, diabetes mellitus disebabkan oleh masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi. Sementara itu, diabetes insipidus terjadi karena adanya ketidakseimbangan kerja hormon dan ginjal terhadap urine.

Penyebab diabetes insipidus

Seperti sudah disinggung sebelumnya, diabetes insipidus terjadi akibat ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini menyebabkan timbulnya rasa haus yang berlebihan, meskipun Anda sudah mengonsumsi cairan yang cukup.

Ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh ini terjadi karena terdapat penurunan produksi hormon vasopressin. Pada keadaan normal, cairan di dalam tubuh disimpan sementara di dalam kandung kemih sebelum diatur pengeluarannya oleh ginjal.

Nah, pada penderita diabetes insipidus, ginjal mereka tidak dapat menahan air di dalam tubuh karena produksi hormon vasopressin atau disebut juga hormon anti-diuretik (ADH) berkurang. Hal ini mengakibatkan produksi urine akan menjadi meningkat.

Jenis diabetes insipidus

Penyebabnya diabetes insipidus tergantung pada jenis yang Anda miliki. Jenis-jenis diabetes insipidus adalah:

  1. Diabetes insipidus sentral. Pada jenis ini, terjadi kerusakan pada salah satu kelenjar di otak, yaitu kelenjar hipofisis atau hipotalamus akibat pembedahan, tumor, cedera kepala, atau penyakit genetik. Akibatnya, produksi, penyimpanan, dan pelepasan ADH akan terpengaruh.
  2. Diabetes insipidus nefrogenik. Diabetes insipidus nefrogenik terjadi ketika ada kerusakan pada saluran ginjal beserta struktur di ginjal, yang menyebabkan air diserap kembali.
  3. Diabetes insipidus gestasional. Diabetes insipidus gestasional jarang terjadi, tapi dapat muncul ketika enzim yang dibuat oleh plasenta menghancurkan ADH pada ibu hamil.
  4. Diabetes dipsogenik. Juga dikenal sebagai diabetes insipidus dipsogenik. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi urine dalam jumlah besar. Penyebab utamanya adalah karena minum cairan yang terlalu banyak.
  5. Penyebab tidak jelas. Penyebab diabetes insipidus bisa saja tidak jelas. Kemungkinan pada beberapa penderitanya, kelainan ini merupakan hasil dari reaksi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel yang memproduksi hormon vasopresin.

Gejala diabetes insipidus

Agar Anda bisa lebih waspada, kenali beragam gejala yang sering muncul ketika diabetes indipidus mulai menyerang.

Beberapa gejala khas yang berkaitan dengan diabetes insipidus, antara lain:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Sering terbangun di malam hari.

Jika Anda memiliki salah satu gejala di atas, segera konsultasi lanjut dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis dan tipe dari diabetes insipidus adalah:

  • Tes deprivasi air. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis dan juga penyebab dari diabetes insipidus. Pasien akan diminta berhenti mengonsumsi air untuk periode waktu tertentu agar dokter dapat menilai adanya perubahan pada berat badan, produksi urine, dan konsentrasi urine dan darah.
  • Pengukuran kadar hormon vasopressin. Dokter mengukur kadar vasopressin dalam darah atau melakukan pemberian vasopressin buatan selama berlangsungnya tes ini.
  • Pemeriksaan analisis urine. Analisis urine merupakan pemeriksaan fisik dan kimiawi dari kondisi urine.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk melihat adanya kelainan pada atau di sekitar kelenjar pituitari.

Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi dokter. Bila hasilnya menunjukkan adanya diabetes insipidus, dokter akan memberikan terapi tergantung dari jenis yang Anda alami. Selain itu, Anda harus menghindari dehidrasi dengan konsumsi cukup air saat haus. Bila Anda mengalami demam tinggi, diare, keringat berlebih, atau lebih sering buang air kecil selama terapi, segera kunjungi rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar