Sukses

Kesuburan Meningkat dengan Pola Makan Sehat

Ingin segera hamil dan punya momongan? Terapkan gaya hidup dan pola makan sehat agar kesuburan bisa meningkat.

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran buah hati terkadang menjadi satu hal yang dinanti-nanti oleh pasangan suami istri. Sayangnya, tak sedikit pasangan yang justru merasakan penantian tiada henti. Salah satu alasannya alasannya adalah gangguan kesuburan.

Pasangan dikatakan mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas apabila sudah melakukan hubungan intim secara teratur (satu atau dua kali seminggu) tanpa kontrasepsi selama lebih dari satu tahun. Kondisi ini adalah tanggung jawab kedua belah pihak yang terlibat. Dengan kata lain, apabila mengalami gangguan kesuburan, pasangan suami istri perlu melakukan pemeriksaan bersama-sama.

Jika dokter sudah memastikan bahwa gangguan kesuburan bukan disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi wanita atau pria, pasangan tersebut dapat segera memulai program hamil. Caranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya adalah menjalankan pola makan yang baik. 

Pola makan sehat agar kesuburan meningkat

Berbagai bukti yang didapat dari penelitian menunjukkan bahwa nutrisi memegang peranan yang penting dalam hal kesuburan. Para ahli menemukan bahwa nutrisi dapat meningkatkan kesuburan pasangan yang memiliki kesulitan dalam memiliki momongan.

Berangkat dari temuan tersebut, pasangan suami istri yang ingin meningkatkan kesuburan mesti mengonsumsi makanan berikut ini:

  • Gandum utuh, seperti nasi merah, nasi cokelat, roti gandum, pasta gandum, oatmeal
  • MUFA (monounsaturated fatty acid) atau asam lemak tak jenuh rantai tunggal yang Terdapat di minyak zaitun, minyak kanola, minyak wijen, kacang almond, kacang mede, dan alpukat
  • PUFA (polyunsaturated fatty acid) atau asam lemak tak jenuh rantai ganda yang terdapat di ikan salmon, tuna, kembung, teri, dan telur omega-3, sayur-sayuran, buah-buahan, tahu, tempe, susu kacang kedelai, makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah rendah lemak dan hati.
  • Makanan mengandung asam folat, seperti brokoli, bayam, jeruk, dan kacang-kacangan.

Penelitian mengatakan, makanan-makanan tersebut dapat meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma pada pria. Juga, dapat meningkatkan kemungkinan ovulasi (pelepasan sel telur) pada wanita. Menurut penelitian, wanita yang mendapatkan asupan asam folat sebesar 400 mikrogram setiap hari selama 3 bulan dapat meningkatkan kesuburan sebesar 26 persen.

Perlu menghindari makanan tertentu

Penelitian mengungkap bahwa pasangan suami istri yang ingin meningkatkan kesuburan juga perlu menghindari jenis makanan tertentu. Makanan-makanan yang dimaksud meliputi lemak jenuh yang terdapat dalam daging sapi, daging kambing, kulit ayam, krim, mentega, keju, dan susu full cream. Studi menemukan bahwa terlalu banyak mengonsumsi asupan mengandung lemak jenuh dapat menurunkan keberhasilan pembentukan embrio (bakal janin) di dalam rahim. 

Tak hanya itu, minuman yang mengandung tinggi gula, kafein dan alkohol juga sebaiknya dihindari. Studi menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 3 porsi minuman tinggi gula atau lebih per hari memiliki kemungkinan hamil 52 persen lebih rendah. Sementara itu, pria yang mengonsumsi kafein lebih besar dari 272 miligram per hari dan alkohol lebih besar dari 22 gram per hari juga ditemukan memiliki kesuburan yang lebih rendah. 

Supaya tingkat kesuburan makin tinggi, pria dan wanita juga dianjurkan untuk memiliki massa tubuh ideal, yang dihitung dengan rumus: berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter). Para peneliti menemukan bahwa wanita akan lebih mudah hamil apabila massa tubuhnya berkisar antara 20–25 kg/m2. Wanita akan mengalami penurunan kesuburan apabila terlalu kurus (massa tubuh kurang dari 20 kg/m2) atau terlalu gemuk atau obesitas, di mana massa tubuh lebih dari atau sama dengan 30 kg/m2. 

Mulai saat ini, pasangan suami istri yang ingin meningkatkan kesuburan agar bisa memiliki momongan mesti segera menerapkan gaya hidup sehat dan pola makan teratur. Konsumsi makanan yang dianjurkan dan hindari segala yang dapat menurunkan kesuburan. Selain itu Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter agar program kehamilan Anda bisa berjalan lancar. 

(NB/ RVS)

1 Komentar