Sukses

7 Cara Mengajari Anak Laki-Laki untuk Menghargai Perempuan

Dengan maraknya kasus kekerasan dan pelecehan, orang tua perlu mengajari anak laki-laki untuk menghargai perempuan. Ini caranya.

Klikdokter.com, Jakarta Dengan maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual, orang tua perlu tahu cara mengajari anak – baik laki-laki maupun perempuan – untuk menghargai sesamanya sedini mungkin.

Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2019, pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2018 meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kasus kekerasan yang dimaksud antara lain kekerasan di ranah privat (keluarga, kerabat, relasi intim), pemerkosaan dalam perkawinan (marital rape), inses (pada kasus ini pemerkosaan oleh seseorang yang punya hubungan darah), dan lain sebagainya.

Peran orang tua begitu besar untuk membentuk karakter dan kepribadian anak, yang lantas akan membentuk jati dirinya ketika ia dewasa kelak. Merujuk pada data di atas, sudahkah Anda sebagai orang tua untuk mengajari anak laki-laki untuk menghargai perempuan?

Mengapa perlu diajarkan?

Mengajari anak laki-laki untuk menghormati perempuan sejak dini dapat mengurangi tindakan kekerasan dan pelecehan di kemudian hari. Kalau Anda sering membaca berita, kasus kejahatan dan pelecehan terhadap wanita seperti tak habis-habis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman pelaku untuk menghargai kaum Hawa.

Salah satu kunci penting menumbuhkan pola pikir tersebut adalah membangun rasa empatinya. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, seorang anak baru dapat memahami konsep menghormati dan berempati saat usianya 8-9 tahun.

“Tak perlu menunggu anak sebesar itu. Sebab, saat anak berusia 5 tahun, ia mulai bisa memahami konsep ‘kalau saya ingin diperlakukan dengan baik, maka saya juga harus memperlakukan orang dengan baik’,” jelas dr. Karin.

Masih bingung bagaimana cara mengajari anak laki-laki tentang konsep menghargai perempuan? Langkah-langkah di bawah ini bisa menjadi panduan.

  1. Tunjukkan tokoh-tokoh perempuan yang hebat 

Hingga saat ini, memang masih lebih banyak tokoh pahlawan, pemimpin negara, superhero berjenis kelamin laki-laki. Belum lagi urusan gaji. Kendati demikian, bukan berarti perempuan lebih lemah, kurang berprestasi, atau memiliki derajat atau nilai lebih rendah.

Sebagai permulaan, Anda bisa mengenalkan tokoh-tokoh wanita kepada si Kecil. Anda bisa membelikannya buku atau menyaksikan tayangan yang memperlihatkan prestasi wanita. Ini bisa menunjukkan bahwa dunia ini bukanlah hanya dominasi pria.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Membiarkannya bermain dengan anak perempuan

Biasanya, anak laki-laki yang sejak lama bersahabat dengan anak perempuan akan lebih mudah untuk menghargai, menghormati, dan berempati. Ini karena ia mengerti tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Ini adalah awal mula yang baik untuk menanamkan konsep kesetaraan gender. 

Keinginan untuk menyakiti perempuan, hewan, ataupun makhluk hidup lainnya niscaya akan lebih rendah ketimbang mereka yang hanya bermain dengan anak laki-laki saja. Sebab, komunitas “eksklusif” anak laki-laki biasanya lebih “berani” dan “penasaran”.

  1. Ajarkan secara verbal dan ayah mesti mencontohkannya

Ucapan yang diajarkan sejak dini akan lebih terpatri di pikiran si Kecil. Jadi, tak ada salahnya di momen-momen tertentu, Anda langsung mengatakan hal yang bisa dijadikan pelajaran.

Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak naik transportasi umum, misalnya kereta api. Apabila ada ibu hamil, lansia, ibu dengan anak-anak, atau penyandang disabilitas yang naik, Anda bisa memberikan tempat duduk anak sekaligus memberi pemahaman kepada anak tentang apa yang baru saja Anda lakukan.

Selain itu, seorang ayah juga perlu memberi contoh dalam hal menghargai perempuan. Misalnya menunjukkan rasa cinta kepada istri, bagaimana seharusnya memperlakukan ibu, nenek, atau saudara perempuannya, dan lain-lain. Bisa juga dengan mendengarkan apa yang dikatakan oleh wanita dan menghargai segala pendapatnya. Kemungkinan ia akan melakukan hal yang sama di kemudian hari.

  1. Ciptakan lingkungan yang aman agar anak bisa leluasa mengekspresikan perasaannya

Jangan sekali-kali melarang anak lelaki untuk menangis, apalagi hanya karena anggapan tak pantas. Menangis adalah salah satu ungkapan kesedihannya.

Yang bisa orang tua lakukan adalah memberikan respons baik dan tidak meremehkan perasannya. Ini penting supaya anak tahu bahwa orang tuanya akan selalu ada untuk mengatasi perasaan negatif, frustrasi, dan kecemasan yang ia rasakan. Anak pun jadi sehat secara emosional untuk bicara tentang perasaan, serta membuatnya lebih menghargai wanita.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Memonitor apa yang anak tonton dan baca

Konten yang menayangkan kekerasan banyak sekali. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain gim dengan konten kekerasan atau menggambarkan kekerasan sebagai sebuah hiburan, ia akan kurang bisa menunjukkan empati atau kebaikan. Meminimalkan paparan terhadap gim, TV, video, ataupun media lainnya dengan konten sejenis bisa membantu.

  1. Libatkan anak dalam pekerjaan atau keterampilan rumah tangga

Tunjukkan bahwa tugas-tugas rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, bersih-bersih rumah dan pekerjaan lainnya bukan hanya tugas wanita. Keterampilan tersebut juga perlu dikuasai anak laki-laki dan ia pun harus berkontribusi. Ajari ia secara perlahan dan beri penjelasan bahwa hal itu merupakan tanggung jawab bersama, tak peduli apakah dia perempuan atau laki-laki.

  1. Ajari anak mengenai persetujuan (konsensual)

Untuk anak yang lebih besar, ia perlu tahu batasan-batasan terhadap lawan jenis. Ia tak boleh atau harus berhenti menyentuh, dalam bentuk apa pun, jika tidak disetujui oleh pihak lain. Ajarkan anak bahwa “no means no—kalau tidak boleh, ya tidak boleh dilakukan”. Dan ini merupakan pelajaran yang tak hanya dilakukan sekali, tetapi harus berkali-kali dalam berbagai kesempatan.

Apa yang disebutkan di atas hanya sebagian kecil contoh tentang cara mengajari anak laki-laki untuk menghargai perempuan. Jangan hanya fokus mengajarinya, Anda sebagai orang juga perlu menunjukkan rasa hormat dan menghargai kepada anak. Ajari ia nilai-nilai baik dalam kehidupan, tunjukkan kasih sayang, dengarkan segala cerita dan keluh-kesahnya, serta hargai pendapatnya. 

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar