Sukses

Benarkah Korban Bullying Rentan Bunuh Diri?

Mereka yang menjadi korban perundungan atau bullying rentan mengalami masalah mental, termasuk pikiran bunuh diri.

Klikdokter.com, Jakarta Dampak dari tindak perundungan atau bullying tidak boleh diremehkan. Pasalnya, tindakan tersebut memengaruhi kondisi mental korban, bahkan mereka dikatakan rentan untuk bunuh diri.

Bullying adalah tindakan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu. Misalnya memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak pantas atau tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong.

Bullying atau tindakan perundungan biasanya dilakukan pelaku dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Bullying fisik 

Perilaku penindasan terhadap orang lain yang melibatkan fisik dan berdampak keluhan fisik pada penderita seperti luka, lebam atau patah tulang.

  • Bullying verbal  

Perilaku penindasan yang melibatkan kata-kata, baik secara terucap maupun tertulis. Contohnya adalah mengejek, menghina, merendahkan orang lain, mengancam, menggoda, menyebut kata yang tidak pantas, atau mempermalukan orang lain di depan banyak orang.

  • Bullying sosial 

Perilaku penindasan yang mengakibatkan rusaknya hubungan seseorang, contohnya menyebarkan rumor yang buruk, mempermalukan seseorang, mengucilkan orang lain, pembohongan publik.

  • Cyberbullying 

Perilaku penindasan dengan menggunakan teknologi digital untuk menjatuhkan korbannya, contohnya menyebarkan foto atau video yang bersifat negatif tentang seseorang.

  • Bullying seksual  

Suatu perilaku untuk memalukan atau intimidasi orang lain dengan perbuatan seksual. Intimidasi yang sering dilakukan seperti menyentuh bagian tubuh atau berkata tidak sopan secara seksual. 

1 dari 2 halaman

Benarkah korban bullying rentan untuk bunuh diri?

Apa pun jenisnya, tindak perundungan bisa menimbulkan dampak negatif pada korban. Di antaranya adalah:

  • Mengalami gangguan mental seperti menjadi pemurung, senang menyendiri, depresi, mengalami gangguan cemas, atau timbul keinginan untuk bunuh diri.
  • Melupakan kejadian yang membuat trauma dengan menjadi pengguna obat-obatan terlarang.
  • Prestasi akademik menurun. 
  • Beralih menjadi pelaku perundungan di kemudian hari.
  • Penurunan berat badan karena hilangnya nafsu makan. 

Jika korban bullying adalah anak-anak usia sekolah, mereka 3,5 kali lipat lebih mungkin memiliki pikiran atau percobaan bunuh diri.

Selain itu, menurut sebuah studi dalam “Journal of Medicinal Internet Research” tahun 2018 menyebut, anak-anak dan orang-orang usia di bawah 25 tahun yang menjadi korban cyberbullying dua kali lipat lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri (self-harm) dan melakukan perilaku bunuh diri. Studi ini juga menyebut bahwa pelaku perundungan juga berisiko lebih tinggi mengalami pikiran dan perilaku bunuh diri.

Cara mencegah kejadian bunuh diri

Agar korban tidak mengarah kepada pemikiran untuk bunuh diri, orang-orang terdekat atau di sekitarnya perlu mengidentifikasi gejala intimidasi yang terjadi. Caranya adalah:

  • Pada bullying fisik, identifikasinya diketahui paling mudah, yaitu korban terlihat punya memar dan luka.
  • Pada bullying verbal, korban biasanya tiba-tiba lebih suka menyendiri, merasa rendah diri, mudah sensitif, dan mudah marah.
  • Pada bullying sosial, biasanya korban menjadi penyendiri dan tak mau bersosialisasi dengan teman-temannya.
  • Pada cyberbullying, indentifikasinya cukup sulit. Korban biasanya sering tidur larut malam, atau bahkan tidak tidur sama sekali, dan tak bisa lepas dari gawainya.
  • Pada bullying seksual, korban bisa menunjukkan sikap takut terhadap lawan jenis, mulai menarik diri dari teman-temannya, dan mengalami depresi.

Mengingat korban bullying diketahui rentan untuk bunuh diri, maka jika anak, anggota keluarga, kerabat, atau orang lain yang Anda kenal menunjukkan gejala di atas, segera ulurkan tangan. Jika perlu, temani korban menemui tenaga medis seperti psikolog atau psikiater supaya ia mendapat penanganan dan terapi yang tepat. Sehingga, jika memang sempat terlintas keinginan untuk bunuh diri, Anda dapat segera mencegahnya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar