Sukses

Ini 5 Gejala Tubuh Anda Mengalami Mononukleosis

Tubuh yang mengalami mononukleosis akibat infeksi virus Epstein-Barr akan menunjukkan gejala yang tidak biasa. Kenali dan segera atasi!

Klikdokter.com, Jakarta Virus tersebar di mana-mana. Karena memiliki ukuran mikroskopis, makhluk tersebut bisa saja melekat pada diri Anda tanpa disadari sebelumnya. Jika di saat bersamaan sistem kekebalan tubuh sedang tidak prima, salah satu kondisi yang mungkin Anda alami adalah mononukleosis. Untuk itu, Anda perlu mengenali gejala gangguan kesehatan ini.

Berdasarkan penuturan dr. Anita Amalia Sari kepada KlikDokter, mononukleosis adalah penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi virus Epstein-Barr (EBV).  Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan air liur yang berasal dari mulut penderita atau cairan tubuh lain seperti darah.

Gejala akibat mononukleosis

Beberapa gejala yang terjadi pada tubuh saat mengalami mononukleosis akibat adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV) adalah:

1. Demam

Layaknya infeksi virus pada umumnya, mononukleosis juga bisa menyebabkan terjadinya keluhan demam. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang sedang melawan virus akan menghasilkan senyawa kimia yang disebut pirogen.

“Pirogen akan terdeteksi oleh bagian otak yang bertugas mengatur suhu tubuh dan menyebabkan tubuh menahan panas lebih banyak. Hal ini membuat tubuh terasa hangat saat diraba meski Anda merasa kedinginan atau mengigil,” ungkap dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

2. Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan, pembengkakan amandel, atau pembesaran kelenjar getah bening di sisi leher bisa menjadi gejala dari adanya mononukleosis. Kehadiran penyakit tersebut baru bisa terdeteksi saat penderita melakukan tes darah di rumah sakit.

“Untuk memastikan adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV), yang merupakan penyebab utama mononukleosis, penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut perlu melakukan tes darah,” kata dokter sekaligus direktur program Family Medicine / Emergency Medicine Residency di Aria-Jefferson Health di Philadelphia, Robert I. Danoff.

3. Ruam merah di kulit

Ruam merah di kulit tak melulu terjadi akibat infeksi virus varicella-zoster. Pada kenyataannya, gejala ini juga bisa Anda alami saat terjangkit virus Epstein-Barr yang menyebabkan mononukleosis.

“Ruam merah utamanya muncul setelah penderita minum antibiotik jenis amoksilin atau ampisilin, yang dimaksudkan untuk mengobati gejala sakit tenggorokan. Ruam ini bukan reaksi alergi,” kata Dr. Danoff.

4. Mudah lelah

Mudah lelah meski hanya melakukan sedikit aktivitas dapat mengindikasikan adanya infeksi virus. Kelelahan biasanya terjadi dalam waktu beberapa minggu tanpa sebab yang jelas.

“Seseorang yang terkena infeksi virus bahkan bisa tetap merasa kelelahan walau hanya berada di atas tempat tidur selama sehari penuh,” ujar Dr. Danoff.

5. Sakit perut

Nyeri di perut atas sebelah kiri bisa menandakan adanya pembesaran limpa akibat adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Penderita mononukleosis yang mengalami penyakit ini wajib menghindari aktivitas fisik berat selama sekitar tiga minggu.

“Jangan melakukan olahraga intensitas tinggi, khususnya yang memacu kerja perut. Hal yang ditakutkan, olahraga tersebut bisa menyebabkan kerusakan limpa lebih lanjut,” kata dokter penyakit dalam di Westchester Medical Center di Valhalla, dr. Adam Horblitt.

Apakah Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas? Jika ya, jangan buru-buru berprasangka bahwa gejala tersebut terjadi akibat mononukleosis atau infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Akan lebih baik jika Anda memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter, agar diagnosis pasti bisa ditentukan. Alih-alih menyembuhkan, perkiraan yang tidak tepat terhadap penyakit justru berpotensi memperburuk keluhan yang terjadi.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar