Sukses

Sandra Dewi Melahirkan Anak Kedua, Ini Nutrisi agar Cepat Pulih

Apakah Anda adalah ibu yang baru melahirkan seperti Sandra Dewi dan ingin cepat kembali fit? Ikuti panduan nutrisi ini!

Klikdokter.com, Jakarta Kabar bahagia datang dari Sandra Dewi. Dilansir dari Liputan6.com, istri Harvey Moeis itu telah melahirkan anak kedua pada Senin 2 September di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Meski baru saja melewati proses melahirkan yang tidak sebentar, Sandra tetap terlihat sangat segar dan bugar.

Nah, bagi Anda yang juga ingin cepat pulih setelah melahirkan seperti Sandra Dewi, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah nutrisi.

Nutrisi agar cepat pulih usai melahirkan

Dikutip dari WebMD, pada bulan-bulan pertama setelah melahirkan, kebanyakan ibu membutuhkan 1.800–2.200 kalori setiap hari. Jika Anda termasuk ibu yang rutin berolahraga atau mesti menyusui lebih dari satu bayi, total kalori yang dibutuhkan lebih dari jumlah tersebut. 

Supaya tidak kurang atau lebih, cobalah untuk berkonsultasi pada dokter dan ahli gizi. Pasalnya, kegiatan dan kondisi fisik setiap ibu yang baru melahirkan sangat bervariasi. Sehingga, jumlah kalori yang dibutuhkan juga akan berbeda. Hal yang jelas, berapa pun kalori yang dibutuhkan (umumnya tidak kurang dari 1.800 kalori), menu yang tersaji di piring mesti mengandung jumlah gizi yang seimbang.

Setiap kali makan, isi setengah piring Anda dengan sayur dan buah-buahan. Setengah lagi diisi dengan karbohidrat kompleks dan lauk, seperti protein rendah lemak. Hindari sumber protein yang berasal dari makanan olahan mengnadung pengawet, karena tidak sehat dan mengandung kadar garam yang tinggi. 

Perlu diketahui, ibu yang baru melahirkan sangat membutuhkan asupan protein yang cukup, terutama jika melahirkan dengan metode operasi Caesar. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, protein seperti daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan telur sangat mempercepat proses penyembuhan luka. 

Sedangkan, untuk ibu yang melahirkan secara normal, asupan kalsium tidak boleh dilupakan. Jumlah kalsium yang dibutuhkan adalah 1.000 miligram atau sekitar 3 gelas susu rendah lemak setiap harinya.

Tak cukup dengan itu, ibu yang baru saja melahirkan juga butuh asupan zat besi yang memadai. Dikatakan dr. Anita Amalia Sari kepada KlikDokter, ibu yang baru saja melahirkan membutuhkan setidaknya 15 miligram zat besi setiap hari. Beberapa makanan yang mengandung zat besi, misalnya kacang-kacangan dan daging merah.

“Seorang wanita yang mengalami perdarahan setelah melahirkan dapat menderita kurang darah atau anemia derajat berat dan mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan. Supaya keadaan itu tidak terjadi, memenuhi asupan zat besi setiap hari sangat dianjurkan,” kata dr. Anita.

Perhatikan jenis asupan

Ada asupan yang sangat perlu dikonsumsi, ada pula yang wajib dihindari. Salah satu yang paling tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang baru saja melahirkan adalah minuman beralkohol. Tak hanya itu, ibu yang baru melahirkan juga sebaiknya membatasi asupan kafein sehari-hari.

Ketika mengonsumsi ASI dari ibu yang kebanyakan minum kafein, bayi akan menjadi ikut-ikutan tidak bisa tidur. Padahal, kecukupan waktu tidur pada bayi adalah salah satu faktor penunjang tumbuh kembang yang optimal.

Tak berhenti di situ, Anda juga perlu memperhatikan segala asupan yang dikonsumsi setiap hari, tak terkecuali sumber protein yang dipilih. Apabila Anda memutuskan untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama, pastikan ikan yang dipilih tidak memiliki kadar merkuri yang tinggi. Jenis ikan yang diduga mengandung merkuri tinggi, misalnya makarel dan tuna. Karena itu, jangan makan kedua ikan tersebut lebih dari 6 ons per minggu. 

Cepat segar dan pulih setelah melahirkan seperti Sandra Dewi memang bukan perkara mudah. Anda perlu mengatur asupan nutrisi sedemikian rupa dan berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi agar semuanya bisa benar-benar terlaksana. Hal yang paling penting untuk diperhatikan, jangan tergoda untuk melakukan diet-diet ekstrem apapun alasannya. Dengan menjalankan pola makan sehat yang benar, Anda akan menghasilkan ASI berkualitas yang berguna bagi tumbuh kembang si Kecil.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar