Sukses

Pengaruh Stres pada Libido Pria

Stres tak hanya dapat mengganggu daya tahan tubuh, tetapi juga memiliki pengaruh kuat pada libido pria.

Klikdokter.com, Jakarta Dampak stres pada tubuh, apalagi yang kronis, sangat luas. Salah satu pengaruh yang bisa terjadi pada pria adalah menurunnya libido. Tentu saja kondisi ini bisa memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan.

Stres adalah reaksi fisik dan mental alami terhadap hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mulai dari tanggung jawab pekerjaan, keluarga, finansial, kehilangan orang terdekat, bencana, dan masih banyak lagi.

Saat Anda bereaksi terhadap stres, tubuh mengalami serangkaian perubahan untuk mempersiapkan mekanisme fight-or-flight (disebut juga hyperarousal atau respons stres akut). Mekanisme tersebut mempersiapkan diri untuk “bertahan dan berjuang” atau “melarikan diri”.

Pengaruh seks pada libido pria

Ketika mengalami respons tersebut, Anda akan mengalami peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Sementara itu, fungsi yang dianggap kurang penting seperti dorongan seksual akan berkurang secara tajam. Respons ini juga dapat menyebabkan pelepasan hormon, seperti kortisol dan epinefrin, yang dalam kadar tinggi dapat menyebabkan penurunan gairah seks.

Apabila Anda mengalami stres kronis (stres yang berkepanjangan), perubahan kadar kortisol dapat memengaruhi hormon seks, sehingga minat seks tentu jadi berkurang.

Untuk situasi jangka pendek dan jangka panjang, stres sebetulnya bermanfaat karena dapat membantu mengatasi situasi yang serius, seperti kompetisi, menghadapi ancaman, melindungi, hingga insting berburu. Tubuh merespons stres dengan cara melepaskan hormon yang yang meningkatkan kecepatan laju jantung dan pernapasan, serta menyiapkan otot untuk merespons.

Stres jangka pendek dapat menyebabkan pria memproduksi lebih banyak hormon testosteron, yang mana efek ini tidak bertahan lama. Jika stres terus berlanjut dalam jangka waktu lama, kadar testosteron justru bisa menurun. 

Hal ini tentu saja dapat mengganggu produksi sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Sementara itu, stres kronis dapat meningkatkan risiko infeksi pada prostat dan testis.

Stres juga memengaruhi kondisi psikis, membuat pikiran terus berpacu, kelelahan, serta mengalihkan perhatian dari keinginan seks atau gairah saat berhubungan seks. Stres juga berdampak pada suasana hati, yang mengarah pada kondisi kecemasan dan depresi, sehingga dengan sendirinya libido anjlok.

Terakhir, stres yang tak terkendali dapat membuat Anda melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, makanan berlebihan, atau gaya hidup yang buruk seperti kurangnya perawatan diri atau tidak beraktivitas fisik. Itu semua dapat memengaruhi perasaan Anda tentang diri sendiri sekaligus mengganggu kehidupan seks.

1 dari 2 halaman

Penanganan gangguan seks akibat stres

Ada beberapa cara untuk menangani masalah seks yang diakibatkan stres. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Cermati hubungan Anda dan pasangan

Bekerja sama dalam menghadapi kesulitan dalam sebuah hubungan itu sangat penting. Pastikan Anda menggunakan teknik komunikasi yang adil dan mendukung. 

Cobalah untuk melihat masalah sebagai tantangan yang akan dihadapi bersama, bukan melihat satu sama lain sebagai “musuh”. Duduk bersama, bicarakan baik-baik, lalu temukan strategi untuk mendukung kebutuhan Anda dan pasangan.

Jika Anda dan pasangan mengalami kesulitan dan terus-terusan berkonflik, terapis atau penasihat pernikahan bisa membantu mengembangkan keterampilan dalam hubungan yang lebih efektif, serta mengatasi permasalahan rumit.

  1. Olahraga bersama

Olahraga adalah cara jitu mengusir stres dan meningkatkan suasana hati, yang pada akhirnya bisa meningkatkan libido. Ajak pasangan untuk berolahraga seperti joging, bersepeda, atau jalan-jalan malam.

Anda juga bisa mencoba yoga. Berlatih bersama bisa membantu membawa energi baru di kamar tidur. Anda juga bisa mencari buku atau video yang khusus didedikasikan untuk yoga berpasangan, atau paling amannya mencari tempat yoga atau instruktur yang kompeten.

  1. Buat waktu khusus dengan pasangan

Banyak pasangan yang sama-sama sibuk bekerja, sehingga ini memengaruhi waktu kebersamaan. Sering lembur lalu sampai rumah sudah terlanjur capek, tentu seks membuat seks jadi kehilangan daya tarik. 

Pikiran yang sibuk juga membuat Anda sulit relaks sehingga berpengaruh pada suasana hati. Kalau sudah begini, seks bisa dianggap sebagai sebuah beban.

Rencanakan waktu khusus untuk Anda dengan pasangan, sesuaikan jadwal. Anda bisa pergi menonton bioskop, makan malam romantis, sekadar memasak bersama di rumah, mengunjungi spa, dan masih banyak lagi.

  1. Fokus pada sensasi, bukan pada seksnya

Untuk penghilang stres, sentuhan efeknya bisa lebih kuat ketimbang seks. Anda bisa memegang tangan pasangan, mengelus punggungnya, memijat, atau memeluk. Ketika Anda memeluk seseorang, hormon oksitosin (penghilang stres) dilepaskan.

Fokuslah pada sentuhan, bukan seksnya. Ini bisa membuat Anda relaks dan menemukan kesenangan dan keintiman, sehingga dapat meningkatkan hasrat, dan pada akhirnya seks.

Pengaruh stres pada libido pria cukup banyak, dan ini bisa memengaruhi  berbagai aspek kehidupan. Misalnya tingkat kepercayaan diri atau keharmonisan dengan pasangan. Jika sudah melakukan cara-cara di atas tetapi gangguan seksual masih dirasakan dan stres tak mereda, jangan ragu untuk minta bantuan tenaga profesional, misalnya urolog dan/atau psikolog.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar