Sukses

Ingin Memakai Mestrual Cup? Kenali Risikonya Terlebih Dahulu

Kini wanita telah memiliki alternatif pengganti pembalut pada saat haid, yaitu menstrual cup. Namun, amankah memakai produk ini?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar wanita Indonesia memang menggunakan pembalut atau tampon saat haid. Tapi, kini beberapa juga sudah mencoba memakai menstrual cup yang dianggap lebih menyehatkan. Tapi, benarkah penggunaannya tanpa risiko?

Menstrual cup sendiri sebetulnya sudah cukup lama ditemukan dan populer di Amerika Serikat. Produk tersebut aat ini sudah bisa didapatkan dengan cukup mudah di Indonesia.

Cara kerja menstrual cup sedikit berbeda jika dibandingkan dengan produk pembalut atau tampon. Menstrual cup bekerja tidak dengan cara menyerap darah haid, melainkan menampungnya pada wadah yang terbuat dari silikon atau karet.

Meski begitu, alat ini mampu menampung jumlah cairan yang lebih banyak hingga dua kali lipat, sehingga menjadi lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.

Risiko dan keamanan menstrual cup

Terkait dengan tingkat keamanan saat digunakan, beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji menstrual cup ini di Eropa, Amerika Utara dan Afrika.

Dari berbagai penelitian, tidak ada peningkatan risiko infeksi pada saluran reproduksi seperti infeksi jamur pada penggunaan menstrual cup jika dibandingkan dengan penggunaan produk menstruasi lainnya.

Secara keseluruhan, hasil berbagai studi menunjukkan bahwa produk ini aman untuk digunakan dan tidak meningkatkan risiko berkembangnya infeksi atas bakteri tertentu, terutama jika dibandingkan dengan produk kebersihan wanita lainnya.

Meski begitu, para dokter tetap menyarankan untuk memperlakukan produk menstrual cup sama halnya dengan pembalut atau tampon, yaitu dengan mencucinya secara teratur paling tidak setiap 8 jam. Caranya cukup dengan dibilas menggunakan air atau menggunakan air mendidih jika Anda ingin mensterilkannya.

Agar lebih aman, pelajari terlebih dahulu mengenai spesifikasi produk dan tiap merek, apakah bisa disteril dengan menggunakan suhu yang tinggi.

Meskipun dianggap aman, peneliti sepakat bahwa jumlah penelitian yang telah dilakukan hingga saat ini dianggap masih belum cukup. Diperlukan beberapa penelitian lanjutan di masa depan untuk semakin memperkuat analisa tingkat keamanan produk ini.

Hal ini dikarenakan beberapa dugaan belum mampu dijawab oleh penelitian yang sudah dilakukan.

Jurnal yang dipublikasikan The Lancet Public Health misalnya, menyoroti aspek yang perlu diteliti lebih lanjut terkait dengan Toxic Shock Syndrome (TSS) yang merupakan suatu kondisi langka yang mampu mengancam jiwa pengguna tampon.

Suatu kondisi yang berpotensi muncul jika wanita tidak menjaga kebersihannya dengan baik, sehingga memunculkan Staphylococcus aureus atau bakteri yang dapat memproduksi racun. Para peneliti sempat mengidentifikasi lima kasus TSS yang terjadi.

Kondisi ini muncul ketika bakteri tersebut tumbuh dengan cepat di saluran vagina dan menghasilkan racun berbahaya. Tetapi karena tidak jelas berapa banyak wanita yang menggunakan menstrual cup secara keseluruhan, para peneliti tidak dapat membandingkan korelasi TSS dengan pengguna produk tersebut.

Begitu juga dengan wanita yang sedang menjalankan program KB menggunakan alat kontrasepsi yang terpasang di dalam rahim, dikhawatirkan penggunaan produk menstrual cup akan merubah posisi alat kontrasepsi tersebut.

Teridentifikasi 13 kasus wanita dengan alat kontrasepsi tersebut yang terlepas ketika mereka menggunakan menstrual cup. Tingkat kejadian ini tergolong cukup tinggi.

Meskipun hal ini baru sebatas dugaan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah kombinasi penggunaan keduanya cukup aman untuk digunakan.

Tentunya, setiap alternatif alat dan bahan memiliki kelebihan, kekurangan – bahkan  risikonya masing-masing – tak terkecuali memakai menstrual cup. Jika Anda memilih untuk beralih menggunakannya sebagai pendamping masa haid, pilih produk yang telah lulus uji dan perhatikan cara penggunaan, penyimpanan, serta membersihkannya. Pastikan Anda membeli produk yang  berkualitas dan aman bagi kesehatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar